Ketika orang berpikir tentang jenius, mereka sering membayangkan IQ tinggi atau ingatan yang luar biasa. Tetapi para ilmuwan mengatakan ciri sebenarnya yang memisahkan orang-orang yang sangat cerdas dari yang lain tidak banyak berkaitan dengan kekuatan otak mentah. Itu adalah sesuatu yang disebut metakognisi—kemampuan untuk berpikir tentang pemikiran sendiri.
Kita pasti pernah melihat moment anak kita merasa frustrasi saat menghadapi soal matematika yang sulit atau ketika menyusun balok mainan yang selalu runtuh? Sering kali, reaksi spontan kita sebagai orang tua atau pendidik adalah memberikan jawaban atau langsung menyelesaikannya untuk mereka. Padahal, momen-momen penuh tantangan seperti inilah waktu terbaik untuk mengasah salah satu keterampilan mental paling berharga dalam hidup manusia: metakognisi. Apa itu metakognisi dan apakah bisa diajarkan kepada anak?
