Di balik kemudahan fasilitas era modern, anak-anak zaman sekarang justru lebih rentan mengalami krisis mental. Narasi bahwa mereka "harus selalu sukses dan bahagia" sering kali menjadi bumerang yang memicu kecemasan mendalam. Artikel ini mengupas sudut pandang parenting dari filsuf Alain de Botton tentang mengapa orang tua harus menurunkan ekspektasi, belajar menjadi orang tua yang good enough, dan menguasai seni mendengarkan demi kesehatan mental anak.
Pernahkah Anda mendapati diri Anda tiba-benar meledak atau merasa sangat cemas hanya karena hal sepele yang dilakukan oleh anak? Sebagai orang tua, kita sering kali fokus pada pemenuhan fasilitas materi dan pendidikan anak, namun melupakan satu hal krusial: kondisi kesehatan mental dan emosional diri kita sendiri. Bagaimana kaitan antara kebutuhan masa kecil (inner child needs) yang belum pulih dengan gaya kita mendidik anak saat ini?.
Banyak orang dewasa membawa beban emosional akibat pola asuh orang tua yang egosentris atau kurang peka. Bagaimana memulihkan diri dari luka masa kecil melalui metode reparenting—belajar menjadi orang tua yang baik untuk diri sendiri agar bisa hidup lebih damai dan matang secara emosional?