Melalui indra penglihatan, pendengaran, peraba, penciuman, dan perasa—ditambah indra keseimbangan (vestibular) dan posisi tubuh (proprioseptif)—otak balita membangun jutaan koneksi saraf baru setiap detiknya. Proses ini disebut dengan perkembangan sensori. Agar perkembangannya optimal dan tidak berlebihan (sensory overload), stimulasi yang kita berikan harus disesuaikan dengan tahapan usianya. Yuk, kita bedah tahapannya satu per satu, Parents!
Menanamkan kebiasaan membaca bukan tentang memaksa anak cepat mengeja, melainkan membangun kedekatan dan rasa cinta pada buku. Pelajari tahapan stimulasi literasi yang tepat dari usia bayi hingga 7 tahun di artikel ini.
Jangan ikut cadel! Yuk, pelajari 10 cara terbaik melatih balita belajar bicara dengan pelafalan yang benar agar kosakatanya makin kaya. Baca selengkapnya di sini!