Bagi seorang seniman, membuka media sosial bisa terasa seperti berkaca di cermin yang mendistorsi realitas. Di satu sisi kita melihat ilustrator A baru saja merilis artbook, seniman B menang kompetisi internasional, dan animator C memamerkan studio barunya. Seketika, ada rasa sesak di dada: “Aku ketinggalan. Aku kurang produktif. Gaya gambarku begini-begini saja.” Selamat datang di dunia FoMO (Fear of Missing Out) atau ketakutan akan tertinggal. Namun, alih-alih membiarkan rasa takut ini melumpuhkan kreativitasmu, bagaimana jika kita membalik keadaannya? Mari kita bahas bagaimana mengubah kecemasan ini menjadi MoJO (Motivation to Jump On) bahan bakar murni untuk berkembang.
Bukan kepatuhan instan karena rasa takut, pola parenting positif disiplin menanamkan fondasi karakter internal yang kokoh. Temukan hasil nyata dari studi jangka panjang (longitudinal) yang membuktikan bagaimana kedewasaan, regulasi diri, hingga resiliensi anak terbentuk secara alami hingga mereka dewasa.
Buku anak saat ini menempati penjualan buku tertinggi di Indonesia dengan angka 39% (kumparannews/industri-buku-di-indonesia) sebuah angka yang besar! Tentu saja buku anak akan berisi banyak ilustrasi karena anak-anak cenderung menyukai buku dengan banyak gambar di dalamnya. Buku anak menjadi potensi pasar yang bagus bagi artis yang memilih style ilustrasi ini. Saat ini banyak sekali Ilustrator buku anak yang berkualitas di Indonesia, kompetisi menjadi sangat menarik di dalamnya. Apa yang harus kita siapkan agar bisa masuk ke ranah ilustrasi buku anak dengan baik?