Melihat anak kandung mengalami kesulitan finansial, hambatan karier, atau pergumulan hidup adalah salah satu ujian emosional terbesar bagi setiap orang tua. Refleks alami kita sebagai orang tua yang telah mendampingi mereka sejak bayi adalah segera turun tangan, mengambil kendali, dan membereskan masalah tersebut. Kita mengira tindakan itu adalah wujud kasih sayang yang tulus. Namun apa batasannya?
Niatnya ingin membantu, tapi kok anak malah menjaga jarak? Pelajari seni menahan diri dalam memberikan nasihat dan cara mengubah peran kita menjadi mentor yang aman bagi anak dewasa.
Dalam dunia parenting modern, banyak orang tua yang berusaha meruntuhkan sekat antara orang tua dan anak dengan cara menjadi "teman baik". Meski niatnya adalah membangun kedekatan, Dr. Gabor Maté, seorang pakar perkembangan anak terkemuka, memberikan peringatan penting: anak-anak tidak membutuhkan tambahan teman sebaya; mereka membutuhkan orang tua yang mampu menjadi jangkar. Jadi apa batasan menjadi "teman" dan bagaimana menjadi sesosok "jangkar" bagi anak?