Si Kecil Cuek Saat Ditinggal?: Bukan Mandiri, Bisa Jadi Ini Tanda Anak Mengalami Masalah Kelekatan Emosional!
Share
7 Tanda Halus Anak Belum Memiliki Kelekatan Aman (Secure Attachment)

Kelekatan aman (secure attachment) adalah fondasi emosional penting bagi anak untuk tumbuh menjadi individu yang percaya diri dan tangguh. Namun, menurut Emma Hubbard, seorang terapis okupasi anak dari Austrakia. tidak semua tanda hilangnya secure attachment terlihat jelas. Sering kali, hal ini muncul dalam bentuk perilaku sehari-hari yang samar dan mudah terabaikan.
Apa saja 7 tanda halus yang perlu diperhatikan oleh orang tua?
1. Tidak Mencari Orang Tua Saat Merasa Sakit atau Takut
Saat balita terjatuh, takut, atau merasa kecewa, anak dengan secure attachment secara otomatis akan mencari orang tuanya untuk meminta pertolongan atau kenyamanan.
- Tanda Kurangnya Attachment: Anak jarang atau tidak pernah mendatangi orang tua saat merasa tertekan—misalnya menangis sendiri tanpa melihat ke orang tua atau menghindari orang tua. Perilaku ini sering kali keliru dianggap sebagai tanda “kemandirian”, padahal bisa menandakan anak belum melihat orang tua sebagai tempat berlindung yang aman.
2. Reaksi Ekstrem Saat Berpisah (Separation)
Ketika ditinggalkan di tempat penitipan anak, bersama pengasuh, atau kakek-nenek, anak yang memiliki secure attachment mungkin akan sedikit sedih, tetapi mampu ditenangkan kembali dalam waktu relatif singkat.
- Tanda Kurangnya Attachment: Terlihat dua kondisi ekstrem—anak sama sekali tidak bereaksi dan tidak peduli saat orang tua pergi, atau sebaliknya, anak menjadi sangat histeris dan sama sekali tidak bisa ditenangkan oleh siapa pun.
3. Mengabaikan Orang Tua Saat Kembali (Reunion)
Ketika orang tua kembali setelah bepergian, anak yang memiliki hubungan lekat aman umumnya menunjukkan respons positif (berlari menyambut, tersenyum, atau meminta pelukan).
- Tanda Kurangnya Attachment: Anak secara konsisten mengabaikan kedatangan orang tua, tidak menunjukkan kepedulian, atau bahkan terlihat terganggu dan kesal dengan kehadiran orang tua.
4. Tidak Memilih Orang Tua Dibanding Orang Asing
Anak dengan kelekatan aman menunjukkan preferensi yang jelas terhadap orang tuanya ketimbang orang yang baru dikenal. Mereka mungkin malu atau bersembunyi di balik kaki orang tua saat ada orang asing.
- Tanda Kurangnya Attachment: Anak tidak menunjukkan rasa ragu atau takut terhadap orang asing sama sekali. Mereka merasa sama nyamannya—atau bahkan lebih antusias—berinteraksi dengan orang yang baru ditemui daripada dengan orang tuanya sendiri.
5. Pola Bermain dan Eksplorasi yang Ekstrem
Anak yang aman akan menjadikan orang tua sebagai “pangkalan aman” (secure base). Mereka pergi bermain, tetapi sesekali menengok ke arah orang tua, melambaikan tangan, atau kembali sebentar sebelum lanjut bermain.
- Tanda Kurangnya Attachment: Muncul dua perilaku ekstrem—anak menempel secara terus-menerus (clinging) tanpa mau bermain mandiri, atau anak langsung melenceng pergi jauh tanpa pernah menengok kembali untuk memastikan keberadaan orang tuanya.
6. Jarang Mengajak Orang Tua Berbagi Momen
Saat menemukan hal menarik (seperti serangga unik atau batu indah) atau saat bangga atas hasil karyanya, anak yang lekat secara aman akan memanggil orang tua untuk berbagi rasa senang.
- Tanda Kurangnya Attachment: Anak jarang atau tidak pernah berusaha menyertakan orang tua dalam dunianya. Mereka menyimpan penemuan atau karya mereka sendiri tanpa ada keinginan untuk menunjukkannya kepada orang tua.
7. Makin Sulit Ditenangkan Saat Tantrum atau Emosi Meledak
Sentuhan lembut, suara tenang, atau pelukan dari orang tua seharusnya secara bertahap membantu menenangkan anak yang sedang mengalami ketakutan atau tantrum.
- Tanda Kurangnya Attachment: Setiap kali orang tua mencoba memberikan kenyamanan, emosi anak justru menjadi semakin memburuk atau mereka menolak dan mendorong orang tua. (Catatan: Kadang hal ini juga bisa disebabkan oleh kesalahan pola merespons emosi anak, bukan hanya karena masalah kelekatan).
Catatan Penting untuk Orang Tua
Jika Anda melihat beberapa tanda di atas pada anak Anda, jangan merasa gagal sebagai orang tua. Kelekatan aman bukanlah sesuatu yang mati; hubungan ini bisa dibangun dan diperkuat pada usia berapa pun.
Anda dapat memulainya dengan merespons kebutuhan anak secara konsisten, mengikuti alur permainan mereka, menciptakan rutinitas yang terprediksi, dan memperbaiki cara berkomunikasi sehari-hari.
