Masterclass with EMTE: Sesi Cat Air bersama Muhammad Taufiq A.K.A EMTE di Program Fulltime Course
Share
Carrot Academy selalu mengundang artist-artist besar di Indonesia untuk berbagi di kelas-kelas di Carrot Academy. Tentu saja artist yang diundang ini adalah para valuable artist yang memiliki nilai lebih dalam diri mereka yang diharapkan akan membagikan pengalaman dan inspirasinya di kelas. Valuable Artist adalah sebuatan bagi artist yang telah sukses dengan portfolio dan jam terbang tinggi di industri kreatif. Siswa juga bisa belajar bagaimana seorang valuable artist juga berhasil menciptakan “self branding” yang positif di industri lewat karya, publisitas dan jangkauan kehadirannya di dunia seni yang luas.
Taufik Muhammad atau akrab dipanggil Emte dikenal sebagai salah satu artist cat air Indonesia dengan karya-karya yang versatile dan dengan tema life style yang estetik, unik dan terkadang witty. Portfolio dan pengalaman Emte di industri kreatif akan memberikan kontribusi yang sangat besar dalam membangun karakter valuable artist siswa-siswa di Carrot Academy.
Bagaimana sih proses serunya suasana masterclass kali ini?

Tahapan dalam membuat suatu karya bagi seorang Emte adalah dimulai dari membayangkan suatu konsep secara keseluruhan dan menuangkannya secara spontan.Dalam menciptakan sebuah suatu karya dalam illustrasi ekspresif, bukan dilihat dari autentifikasi warnanya saja, tetapi value dan esensi dari karakter maupun obyek yang diilustrasikan tidak boleh dikesampingkan. Buatlah suatu karya di mana penikmat karya dapat merasakan “tekstur†ataupun “rasa†dari objek yang digambar. Dari segi teknik dalam watercolour, mulailah dari sapuan warna yang tipis dan kemudian disapu dengan warna yang lebih pekat.



Sewaktu mencoba memberi warna dengan cat air, terkadang kita melakukan suatu kesalahan, namun cara menyingkapinya adalah dengan tetap tenang dan berimprovisasi akan kesalahan tersebut. Dalam pemasaran produk kreatif, Emte memilih untuk menciptakan suatu produk yang fungsional. Di mana semua orang meskipun ia tidak mengenal karakter yang ada dalam suatu produk tersebut, mereka masih dapat menggunakan produk yang kita buat sesuai dengan fungsinya. Contoh: Kaus, Gelas, Tas, dsb.
Produktif dan berkarya secara konsiten adalah resep Emte untuk menciptakan karya yang lebih baik lagi.



