Type to search

PARENTING AND GROWTH

Fokus Menggambar Daripada Belajar? Apa Solusinya?

Share

Mengapa Anak Bisa Fokus Berjam-jam Saat Menggambar, Tapi Tidak Saat Belajar Matematika?

(Carrot Academy, 16 Maret 2026)

“Kenapa ya anak saya bisa fokus sekali saat menggambar, tapi saat belajar matematika baru sebentar sudah gelisah?”

Pertanyaan ini sering muncul dari orang tua di Instagram Carrot Academy. Banyak orang tua merasa bingung ketika melihat anaknya mampu duduk lama menggambar, tetapi sulit berkonsentrasi saat belajar pelajaran sekolah. Bayangkan situasi ini. Seorang anak duduk di lantai dengan kertas gambar dan pensil warna. Ia menggambar rumah, lalu menambahkan pohon, awan, dan matahari. Sesekali ia berhenti sebentar untuk berpikir, lalu memperbaiki garis yang menurutnya kurang pas.

Tanpa terasa, satu jam telah berlalu. Namun ketika waktunya belajar matematika, baru lima menit anak sudah mulai menguap, gelisah bahkan meminta berhenti belajar. Apakah ini berarti anak malas belajar? Belum tentu. Sering kali, fenomena ini berkaitan dengan cara kerja otak anak dan bagaimana mereka mengalami proses belajar.


Anak yang Bisa Fokus Menggambar Sebenarnya Memiliki Konsentrasi yang Baik

Jika seorang anak mampu fokus lama saat menggambar, itu berarti kemampuan konsentrasinya sebenarnya tidak bermasalah. Ia hanya menemukan fokusnya pada aktivitas yang memberikan rasa senang dan keterlibatan emosional. Dalam psikologi, kondisi ini dikenal sebagai flow. Konsep ini dipopulerkan oleh psikolog Mihaly Csikszentmihalyi.

Flow adalah keadaan ketika seseorang begitu tenggelam dalam suatu aktivitas sehingga membuat fase seperti:

  • waktu terasa berjalan cepat
  • perhatian menjadi sangat fokus
  • aktivitas terasa menyenangkan.

Banyak anak mengalami kondisi flow ketika melakukan aktivitas kreatif yang memberi tantangan yang menarik sekaligus menyenangkan.seperti menggambar, membangun lego, membuat kerajinan atau bermain musik.


Menggambar Memberi Kebebasan yang Tidak Selalu Ada di Pelajaran Sekolah

Perbedaan besar antara menggambar dan banyak pelajaran sekolah adalah tingkat kebebasan yang dimiliki anak. Saat menggambar, anak bebas menentukan beberapa hal yang membangkitkan minat mereka seperti apa yang ingin digambar, warna apa yang digunakan, bagaimana bentuknya dan cerita apa yang ada di dalam gambar.

Tidak ada jawaban benar atau salah. Sebaliknya, dalam pelajaran seperti matematika, sering kali hanya ada satu jawaban yang benar. Jika anak salah menjawab, ia dianggap keliru. Psikiater dan penulis Gabor Maté menekankan bahwa anak belajar paling baik ketika mereka merasa:

  • aman
  • tidak takut melakukan kesalahan
  • memiliki ruang untuk bereksplorasi.

Aktivitas seni seperti menggambar sering kali memberikan ruang tersebut.


Menggambar Mengaktifkan Banyak Area Otak

Menggambar mungkin terlihat sederhana, tetapi sebenarnya merupakan aktivitas yang kompleks bagi otak anak. Saat menggambar, anak menggunakan berbagai kemampuan sekaligus, seperti:

  • pengamatan visual
  • koordinasi tangan dan mata
  • memori visual
  • imajinasi
  • pengambilan keputusan.

Penelitian dalam bidang Neuroscience menunjukkan bahwa aktivitas seni dapat mengaktifkan berbagai bagian otak secara bersamaan. Artinya, ketika anak menggambar, mereka sebenarnya sedang melatih:

  • konsentrasi
  • kreativitas
  • kemampuan memecahkan masalah
  • kemampuan berpikir visual.

Ini salah satu alasan mengapa anak bisa bertahan lebih lama dalam aktivitas menggambar.


Otak Anak Menyukai Hasil yang Langsung Terlihat

Ada alasan lain mengapa anak lebih mudah fokus saat menggambar. Menggambar memberikan hasil yang cepat terlihat. Beberapa menit setelah mulai menggambar, anak sudah bisa melihat bentuk muncul di kertas. Sedikit demi sedikit gambar berkembang menjadi sesuatu yang utuh. Proses ini memberi otak anak rasa pencapaian yang cepat.

Sebaliknya, dalam pelajaran seperti matematika, prosesnya sering lebih panjang. Anak harus memahami soal, mencoba langkah penyelesaian, memeriksa jawabannya. Hasilnyapun tidak selalu langsung terlihat. Bagi sebagian anak, proses ini terasa lebih melelahkan.


Banyak Anak yang Sebenarnya Adalah Visual Learner

Setiap anak memiliki gaya belajar yang berbeda. Ada anak yang lebih mudah belajar melalui mendengar penjelasan, membaca teks atau bergerak dan mencoba langsung. Namun banyak anak yang menikmati menggambar sebenarnya adalah visual learner. Mereka lebih mudah memahami informasi melalui:

  • gambar
  • warna
  • bentuk
  • diagram.

Jika pelajaran hanya disampaikan melalui teks atau ceramah panjang, anak visual learner sering lebih cepat kehilangan fokus. Namun ketika materi disampaikan melalui visual, mereka bisa memahami konsep dengan jauh lebih cepat.


Sistem Pendidikan Tidak Selalu Cocok untuk Semua Anak

Tokoh pendidikan terkenal Ken Robinson pernah mengatakan bahwa sistem pendidikan modern sering kali lebih fokus pada jawaban yang benar, tetapi kurang memberi ruang pada kreativitas. Padahal kreativitas adalah kemampuan yang sangat penting di dunia modern. Akibatnya, anak yang memiliki kecenderungan kreatif kadang terlihat cepat bosan di kelas, kurang tertarik pada pelajaran tertentu, lebih menikmati aktivitas kreatif.

Padahal mereka sebenarnya memiliki potensi besar dalam bidang seperti desain, ilustrasi, arsitektur, animasi atau storytelling visual.


Menggambar Juga Membantu Anak Mengatur Emosi

Selain melatih kemampuan berpikir, menggambar juga membantu anak mengelola emosi. Dalam bidang art therapy, aktivitas seni sering digunakan untuk membantu anak:

  • menenangkan diri
  • mengurangi stres
  • mengekspresikan perasaan.

Ketika anak merasa lebih tenang, kemampuan fokus mereka juga meningkat. Sebaliknya, jika pelajaran sekolah memicu rasa takut salah atau tekanan nilai, anak bisa menjadi lebih mudah kehilangan konsentrasi.


Bagaimana Orang Tua Bisa Membantu Anak Lebih Fokus Belajar?

Jika anak Anda sangat suka menggambar, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu mereka belajar lebih efektif. Gunakan pendekatan visual. Pendekatan visual sering lebih efektif bagi anak yang memiliki kecenderungan kreatif. Coba bantu anak memahami pelajaran melalui:

  • diagram
  • mind map
  • ilustrasi.

Hubungkan pelajaran dengan minat anak

Jika anak suka menggambar, belajar akan terasa lebih menyenangkan jika dikaitkan dengan minat anak. Kita bisa mengajak mereka belajar dengan cara ini:

  • membuat komik dari cerita sejarah
  • menggambar proses sains
  • menggambar bentuk saat belajar geometri.

Beri ruang untuk kreativitas

Aktivitas menggambar bukan sekadar hobi. Kegiatan ini membantu anak melatih:

  • fokus lebih lama
  • kesabaran dan menyelesaikan sebuah proses/karya
  • ketekunan dan mau mencoba saat gagal
  • kreativitas dan percaya pada ide mereka sendiri

mua kemampuan ini sangat penting, tidak hanya dalam seni, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, memberi waktu bagi anak untuk menggambar justru bisa membantu perkembangan mereka secara menyeluruh.


Penutup

Jika anak Anda bisa fokus berjam-jam saat menggambar, itu bukan berarti ia malas belajar. Justru itu menunjukkan bahwa anak Anda memiliki kemampuan fokus yang kuat ketika ia melakukan sesuatu yang bermakna bagi dirinya. Tugas kita sebagai orang tua bukan memaksa semua anak belajar dengan cara yang sama, tetapi membantu mereka menemukan cara belajar yang paling sesuai dengan potensi mereka.

Karena sering kali, dari selembar kertas dan pensil sederhana, anak tidak hanya belajar menggambar. Ia sedang belajar berpikir, berimajinasi, dan memahami dunia dengan caranya sendiri.

(BP/CA)

Tags:

Leave a Comment