5 Lukisan Termahal di Dunia ini Bikin Kamu Speechless
Share
Pernah dengar komentar, “gitu doang” saat melihat sebuah lukisan? Jangan salah—di balik goresan yang tampak sederhana, ada karya seni yang harganya bisa bikin dompet menangis dalam diam. Ya, beberapa lukisan di dunia justru terjual dengan angka fantastis yang mungkin tak pernah kita bayangkan sebelumnya. Penasaran lukisan apa saja yang masuk daftar ini?
Abstraktes Bild karya Gerhard Richter
Harga: $46,3 juta (~Rp 750 M)
Sekilas kayak cat disiram acak tetapi ini
karya dari pelukis Jerman yang eksplorasi tekstur dan transparansi.
Tekniknya: tarik cat pakai alat mirip rakel bukan kuas.
2. Onement VI karya Barnett Newman

(Emmanuel Dunand / AFP/Getty Images)
Harga: $43,8 juta (~Rp 710 M).
Lukisan satu warna dan satu garis vertikal.
Eitss, jangan salah ini jadi tonggak utama seni minimalis modern.
Ini bukan lukisan “kosong”, ini filosofi tentang kesatuan dan batas.
3. Untitled (1982) karya Jean-Michel Basquiat

Harga: $110,5 juta (~Rp 1,7 triliun).
Kelihatan kayak gambar iseng, penuh coretan, wajah tengkorak.
Namun energi, pesan anti-rasisme, dan gaya spontan Basquiat bikin dunia seni terbalik.
4. Green White karya Ellsworth Kelly

Harga: $1,7 juta (~Rp 27 M).
Lukisannya terlihat hanya ada 2 warna yang saling blok tetapi Kelly dikenal sebagai master bentuk dan warna. Ia mengatur fokusnya bukan di gambar tetapi di hubungan antar elemen visual.
5. No. 5, 1948 karya Jackson Pollock

Harga: $140 juta (~Rp 2,2 triliun)
Tekniknya pakai drip painting yaitu teknik cat diteteskan, dilempar, dijatuhkan ke kanvas.
Kekacauan visualnya jadi simbol ekspresi bebas pasca-perang dunia.
Kok bisa semahal itu???
Dari kisah-kisah lukisan mahal tadi, kita jadi tahu bahwa seni bukan sekadar soal cat di atas kanvas, tapi juga tentang cerita, sejarah, dan nilai yang melekat di baliknya. Harga fantastis yang tercatat hanyalah satu sisi dari bagaimana dunia memandang karya seni. Pada akhirnya, entah harganya miliaran atau sekadar coretan kecil, setiap lukisan punya makna tersendiri bagi yang melihatnya. Jadi, setelah ini, kalau melihat lukisan, siapa tahu kamu akan melihatnya dengan cara berbeda.
(CA)
