Sekilas tentang Attention Span: Pahami Batas Fokus dalam Belajar Menggambar dan Berkreasi
Share

Pernahkah Anda penasaran mengapa kelas kreatif reguler umumnya membatasi durasi belajar maksimum 30–50 menit untuk anak-anak dan remaja? Di sisi lain, mungkin Anda juga melihat ada kelas intensif dengan durasi khusus hingga lebih dari 3 atau 5 jam—yang biasanya merupakan kelas portofolio dengan target belajar spesifik.
Batasan waktu dalam belajar kreatif ini bukanlah tanpa alasan. Semua ini berkaitan erat dengan Attention Span atau rentang perhatian anak.
Lantas, apa sebenarnya attention span itu, dan bagaimana hal tersebut memengaruhi efektivitas proses belajar kreatif putra-putri Anda? Yuk, kita bahas lebih dalam!
Apa Itu Attention Span?
Attention span (rentang perhatian) adalah jumlah waktu yang dimiliki seseorang untuk berkonsentrasi pada suatu tugas sebelum akhirnya mereka terdistraksi atau kehilangan fokus.
Para pendidik dan psikolog sepakat bahwa kemampuan memusatkan perhatian merupakan fondasi penting bagi anak untuk mencapai tujuan belajarnya. Namun, durasi rentang perhatian ini sangat bervariasi dan sangat bergantung pada usia serta definisi perhatian itu sendiri.
Dalam psikologi kognitif, perhatian manusia umumnya dibagi menjadi dua jenis utama:
1. Focused Attention (Perhatian Terfokus)
Ini adalah respons jangka pendek terhadap stimulus yang tiba-tiba menarik perhatian. Rentang perhatian pada tingkat ini sangat singkat—bahkan tanpa selang sama sekali, bisa sesingkat 8 detik.
Contohnya adalah ketika fokus anak teralihkan oleh dering telepon atau kejadian tak terduga lainnya. Setelah beberapa detik, anak akan memilih untuk berpaling, kembali ke tugas semula, atau memikirkan hal lain.
2. Sustained Attention (Perhatian Berkelanjutan)
Inilah kemampuan kognitif yang paling krusial dalam belajar. Sustained attention adalah kemampuan untuk mempertahankan fokus pada tugas, stimulus, atau tujuan tertentu dalam jangka waktu yang lama tanpa gangguan.
Kemampuan inilah yang menopang aktivitas sehari-hari seperti belajar, mendengarkan penjelasan guru, atau menggambar. Ketika anak kehilangan sustained attention, mereka cenderung mulai melakukan kesalahan, keteledoran, atau berhenti total dari aktivitasnya.
Bagaimana Usia dan Kondisi Memengaruhi Fokus Anak?
Rentang perhatian yang diukur melalui sustained attention ini berkembang seiring bertambahnya usia. Remaja dan orang dewasa tentu memiliki kemampuan fokus yang lebih lama dibandingkan anak-anak.
Secara umum, perkiraan rentang perhatian terus-menerus untuk tugas yang dipilih secara bebas adalah:
- Anak usia 2 tahun: Sekitar 5 menit.
- Anak-anak yang lebih tua hingga orang dewasa: Maksimal sekitar 20 menit dalam satu sesi penuh tanpa jeda.
Kebanyakan remaja dan dewasa yang sehat bahkan tidak dapat mempertahankan perhatian pada satu hal yang sama selama lebih dari 40 menit sekaligus. Namun, manusia memiliki kemampuan untuk memperbaharui fokus secara berulang (seperti saat menonton film berdurasi panjang). Ketika fokus mulai hilang, seseorang bisa mengembalikannya dengan cara mengambil istirahat sejenak, mengubah fokus mental, atau sengaja memilih untuk kembali ke topik utama.
Selain usia, ada beberapa faktor lain yang sangat memengaruhi durasi fokus anak:
- Jenis Aktivitas: Anak akan fokus jauh lebih lama jika kegiatannya menyenangkan atau memotivasi mereka secara intrinsik.
- Tingkat Kemudahan: Perhatian akan meningkat jika anak mampu melakukan tugas dengan lancar, dibandingkan saat mereka menghadapi kesulitan atau baru pertama kali mempelajari tugas tersebut.
- Faktor Fisik & Emosional: Kelelahan, rasa lapar, kebisingan, dan stres emosional secara drastis akan mengurangi waktu fokus anak pada tugasnya.
Strategi Carrot Academy dalam Menjaga Kualitas Belajar Anak
Memahami dinamika attention span ini, Carrot Academy merancang program belajar kreatif yang adaptif dan ramah terhadap perkembangan psikologis anak.
Carrot Academy membatasi durasi kelas reguler untuk anak-anak dan remaja maksimal 50 menit.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap menit yang dihabiskan siswa di kelas berjalan dengan optimal dan berkualitas, sebelum mereka mencapai titik jenuh atau kelelahan kognitif.
Tak hanya membatasi durasi agar sesuai dengan attention span ideal, Carrot Academy juga menerapkan sistem brief yang berbeda dan dipersonalisasi bagi tiap siswa. Karena mengutamakan kualitas proses dan hasil, Carrot Academy berkomitmen untuk selalu memberikan ekosistem belajar kreatif yang paling sehat dan terbaik untuk siswa di Carrot Academy.
(BP/CA)
