Type to search

INSPIRATION VALUABLE ARTICLES

Mengapa Pendidikan Seni itu Penting?: Pendidikan Seni Bukan Sekadar “Pelajaran Sampingan” di Sekolah

Share

Ketika kamu masih sekolah pasti pelajaran kesenian menjadi salah satu mata pelajaran favorit kan? Dan pasti tidak hanya kamu tapi teman-temanmu juga. Mata pelajaran kesenian itu memang harus ada di setiap sekolahan. Karena Seni itu wajib di miliki setiap orang.

 

photo-brain

Seni itu tidak seperti yang diketahui orang pada umumnya. Pendidikan seni bukan berarti membuatmu untuk berambisi menjadi pelukis, pemusik dll. Yang dibutuhkan adalah cara berpikirnya. Ketika kita membicarakan tentang seni, kita juga sedang membicarakan tentang hal yang kreatif. Karena seni itu erat hubungannya dengan cara berpikir kreatif, maka hal inilah yang perlu dimiki setiap orang dan kamu bisa menggunakan cara berpikir tersebut untuk di gunakan dalam hal lain seperti bisnis, teknis dan hal lainnya.

ZZZZZZ

Setiap ilmuan atau bahkan orang teknik harus mempunyai tingkat kreatifitas agar lebih pragmatis dengan ide-idenya. Misalkan jika Darwin tidak menggambar dan Newton tidak menjelaskan teorinya dengan tata bahasa yang bagus, maka ilmu pengetahuannya hanya seperti sampah. Contoh mudah lain misalnya penemu pesawat, motor, mobil bahkan senjata api dan senjata lainnya seperti pedang dan lainnya. Itu semua harus ada gambar/desain atau cetak biru terlebih dahulu sebelum merealisasikannya.

ertyu
ebf7d1b3dab76bc467cca71b5644b369

Coba ingat-ingat lagi masa sekolah dulu. Ketika jadwal pelajaran seni rupa atau seni musik tiba, apa yang ada di pikiranmu? Bagi sebagian besar murid, jam seni sering kali dianggap sebagai waktu “istirahat” dari beratnya rumus matematika atau hafalan sejarah.

Sayangnya, pandangan ini terbawa hingga dewasa. Banyak orang tua dan lingkungan menganggap pendidikan seni hanyalah pelengkap, hobi, atau bahkan buang-buang waktu yang tidak punya masa depan cerah dibanding jurusan sains atau bisnis.

Padahal, kenyataannya justru terbalik. Di era modern yang serba otomatis dan berbasis kecerdasan buatan (AI) ini, pendidikan seni justru menjadi salah satu fondasi paling krusial untuk masa depan anak. Mengapa begitu? Yuk, kita bedah alasannya!

1. Seni Mengasah Otak Kanan dan Kiri Sekaligus

Sering mendengar mitos kalau orang seni hanya memakai otak kanan? Riset neurosains modern menunjukkan bahwa saat seseorang membuat karya seni—misalnya bermain alat musik atau melukis—hampir seluruh area otak mereka menyala.

Bermain musik, contohnya, membutuhkan pemahaman matematis tentang tempo dan ketukan (otak kiri) sekaligus interpretasi emosi dan kreativitas (otak kanan). Seni melatih otak untuk berpikir secara fleksibel, kemampuan yang sangat dicari di dunia kerja modern yang dinamis.

2. Melatih Keterampilan Abad ke-21: Kreativitas dan Problem Solving

Di dunia kerja saat ini, menghafal informasi sudah tidak lagi memadai karena semua data bisa dicari di internet. Yang dicari adalah mereka yang bisa menggunakan informasi tersebut untuk menciptakan sesuatu yang baru (kreativitas).

Pendidikan seni mengajarkan anak untuk:

  • Bereksperimen: Berani mencoba warna baru atau teknik baru tanpa takut salah.
  • Memecahkan masalah (Problem Solving): Apa yang harus dilakukan jika catnya tumpah atau nadanya sumbang? Seni melatih kita untuk tenang dan mencari jalan keluar kreatif di tengah situasi yang tidak terduga.

3. Menjadi Ruang Stress Relief dan Kesehatan Mental

Beban akademik sekolah zaman sekarang tidak bisa dibilang ringan. Tekanan ujian dan tugas sering kali membuat anak rentan stres. Di sinilah seni hadir sebagai penyelamat.

Seni visual, musik, tari, maupun teater bertindak sebagai media katarsis—sebuah cara sehat bagi anak untuk mengekspresikan emosi, ketakutan, dan kebahagiaan mereka yang mungkin sulit diungkapkan dengan kata-kata. Melukis atau bermain musik terbukti secara ilmiah dapat menurunkan kadar hormon kortisol (hormon stres) dalam tubuh.

4. Membangun Rasa Empati dan Kecerdasan Sosial

Saat mempelajari seni, anak-anak tidak hanya belajar cara membuat karya, tetapi juga belajar melihat karya orang lain. Mereka belajar mengapresiasi perbedaan, memahami latar belakang budaya yang berbeda lewat sejarah seni, dan menangkap pesan emosional dari perspektif orang lain.

Dalam kegiatan seni kelompok seperti pementasan teater, paduan suara, atau menari berkelompok, anak juga dilatih untuk menurunkan ego, mendengarkan sesama, dan bekerja sama demi mencapai satu harmoni yang indah.

5. Menyiapkan Masa Depan di Industri Kreatif

Mari kita luruskan satu stereotip lama: belajar seni tidak membuat masa depan suram.

Saat ini, ekonomi kreatif adalah salah satu sektor pertumbuhan tercepat di dunia. Industri game, desain grafis, arsitektur, animasi, fashion, perfilman, hingga user interface/user experience (UI/UX) di perusahaan teknologi raksasa semuanya berakar dari pendidikan seni dasar. Perusahaan tidak lagi hanya mencari orang yang pintar coding, tapi juga orang yang tahu bagaimana membuat tampilan aplikasi tersebut terlihat indah dan nyaman digunakan manusia. 

Jadi seni dan ilmu pengetahuan harus berjalan bersama dan seimbang agar memiliki manfaat yang nyata. Tidak akan menjadi apa-apa jika salah satu dipisahkan atau tidak diikutkan.

Secara garis besar Seni akan membuatmu lebih berpikir kreatif. 

Jadi kalau menurut kamu bagaimana? Silahkan komen dibawah ini ya…?

Tags:

Leave a Comment