Type to search

PARENTING AND GROWTH

Balita Wirausaha?: 5 Parenting Tips Ala Tameka Montgomery untuk Anak yang Tangguh dan Mandiri

Share
https://www.pexels.com/ekaterina-bolovtsova/

Setiap orang tua tentu menginginkan anak-anaknya tumbuh menjadi individu yang tangguh dan mandiri yang kelak bisa meraih kesuksesan dalam berbagai aspek kehidupan. Namun, bagaimana cara terbaik membekali mereka?

Tameka Montgomery, seorang pakar pengembangan strategi, menyarankan orang tua untuk membekali anak dengan mindset wirausaha. Tujuannya bukan semata-mata agar mereka menjadi pemilik bisnis, melainkan agar mereka menjadi pemecah masalah yang tangguh dan memiliki mentalitas yang sehat terhadap tantangan.

Berikut adalah 5 langkah konkret untuk menanamkan mindset wirausaha pada anak:

1. Jangan Berikan Uang Saku Secara Cuma-cuma

Alih-alih memberikan uang jajan gratis, tantang anak untuk “bekerja” guna mendapatkan uang mereka sendiri. Hal ini mengajarkan nilai kerja keras, literasi keuangan, dan kepercayaan diri sejak dini.

Ide ini bisa dimulai dari rumah. Misalnya, anak bisa mendapatkan uang tambahan dengan rajin menyiram tanaman hias, merapikan mainan, atau memberi makan hewan peliharaan. Anda bisa memberikan koin atau token dengan nilai tertentu yang nantinya bisa ditukarkan dengan makanan di restoran kesukaan mereka atau barang yang mereka inginkan.

2. Biarkan Anak Membayar Keinginannya Sendiri

Tanggung jawab pribadi muncul ketika anak harus menggunakan uang hasil jerih payahnya sendiri untuk membeli barang yang mereka inginkan. Montgomery mencontohkan langkah ekstrem namun edukatif: anaknya harus menabung untuk membeli tiket pesawat sendiri jika ingin ikut berlibur. Dengan begini, anak akan lebih menghargai setiap fasilitas yang mereka nikmati.

3. Kurangi Kemewahan (Reduce Prosperity)

Memanjakan anak dengan terlalu banyak fasilitas tanpa usaha akan memicu sikap merasa berhak atas segalanya (entitled). Secara psikologis, rasa “lapar” atau adanya kebutuhan yang belum terpenuhi adalah motivasi utama bagi seseorang untuk bergerak, berpikir kreatif, dan berinovasi. Jangan biarkan kenyamanan membunuh daya juang mereka.

4. Dukung Minat yang Mereka Sukai (Delight Directed)

Beri ruang bagi anak untuk mengeksplorasi apa yang benar-benar mereka minati. Ketika anak belajar karena keinginan sendiri, mereka akan menjadi pembelajar seumur hidup (lifelong learner). Mereka akan belajar untuk “melakukan” sesuatu (action-oriented), bukan sekadar “mengetahui” teori di atas kertas.

5. Biarkan Anak Menyelesaikan Masalahnya Sendiri

Insting orang tua sering kali ingin langsung membantu saat melihat anak kesulitan. Namun, membiarkan anak mencari solusi sendiri akan membangun kemampuan mereka untuk bangkit dari kegagalan. Inilah kunci untuk menemukan potensi diri yang baru dan mengasah kreativitas dalam tekanan.


Anak yang Tangguh Karena Berani Menempu Resiko

Tujuan dari pola asuh ini bukan semata-mata agar anak menjadi pemilik bisnis, melainkan agar mereka memiliki kemampuan untuk berpikir kreatif, berani mengambil risiko, dan bangkit dari penolakan, yang sangat krusial untuk kesuksesan mereka di masa depan. Metode ini juga membangun hubungan yang sehat dengan finansial. Bagi mereka, uang bukanlah sesuatu yang menakutkan atau sesuatu yang berkuasa atas mereka, melainkan sebuah alat untuk membantu mereka melakukan hal-hal penting dalam hidup.

Tags:

Leave a Comment