Dari Kim Kadarshian Hingga Jessica Alba: 4 Tips Parenting Dari Pengalaman Pribadi Para Orang Tua
Share
Menjadi orang tua adalah salah satu peran paling membahagiakan sekaligus menantang dalam hidup. Tidak ada buku panduan pasti, dan sering kali orang tua merasa dituntut untuk tidak boleh melakukan kesalahan. Dalam masa parenting, orang tua bisa mengalami hal baru yang membuatnya belajar dan berkembang bersamaan dengan pengasuhan.
Empat figur publik dan pakar parenting—Dr. Alisa Pressman, Dr. Daniel Amen, Kim Kardashian, dan Jessica Alba—membagikan pengalaman dan sudut pandang serta saran praktis tentang bagaimana membangun hubungan yang sehat dan resilient dengan anak.
1. Disiplin Adalah Mengajar, Bukan Menghukum (Dr. Alisa Pressman)
Dr. Alisa Pressman sempat mengalami kesulitan saat ingin memberlakukan disiplin penggunaan gadget pada anak-anaknya. Apa yang kemudian diterapkan oleh Dr. Alisa?
Banyak orang tua menganggap disiplin sebagai bentuk hukuman, padahal esensi disiplin adalah mengajar (teaching).
- Prinsip Utama: “Semua perasaan boleh diterima, tetapi tidak semua perilaku bisa dibiarkan”. Anak perlu tahu bahwa batas/aturan dibuat demi keamanan fisik dan emosional mereka.
- Pilih Gaya Authoritative: Dibandingkan gaya permissive (terlalu bebas seperti teman) atau authoritarian (otoriter/berbasis rasa takut), gaya authoritative adalah jalan tengah yang ideal—tetap sensitif terhadap perasaan anak, namun tegas menjaga batasan.
- Pendekatan Anjing vs. Kucing:
- Anak Usia Dini (Gaya Anjing): Anak kecil membutuhkan antusiasme tinggi, kehangatan, dan kehadiran fisik yang konstan.
- Anak Remaja (Gaya Kucing): Saat anak beranjak remaja (11–25 tahun), orang tua perlu seperti kucing—tetap ada di sekitar mereka tanpa terlalu invasif atau menekan, sehingga anak merasa aman untuk datang kapan saja saat mereka siap.
2. Kehadiran Berkualitas dan Pendengar Aktif (Dr. Daniel Amen)
Dr. Daniel Amen menyoroti pentingnya koneksi fisik dan emosional secara konsisten agar anak mau mendengar serta menghargai nilai-nilai orang tua. Pengalaman menghadapi putrinya yang berusia 2 tahun yang tidak mau dekat dengannya sempat membuatnya menganggap hal itu wajar terjadi antara anak perempuan dan ayah. Namun Dr. Daniel kemudian berhasil mengubah bentuk pendekatan kepada putrinya.
- Teknik Special Time (20 Menit Sehari): Luangkan waktu 20 menit sehari tanpa smartphone, melakukan aktivitas yang diinginkan anak tanpa memberi perintah, koreksi, atau pertanyaan bernada menghakimi.
- Penerapan Active Listening: Saat anak mengutarakan keinginan atau perasaan yang kontroversial (seperti ingin mengecat rambut warna biru), hindari langsung melarang keras. Ulangi apa yang mereka katakan untuk memahami emosi di balik perkataan tersebut [14:25].
- Aturan & Konsekuensi Konsisten: Buat aturan keluarga yang jelas dan berikan konsekuensi secara tenang tanpa perlu marah-marah atau memberikan ancaman kosong ].
3. Mengatasi Mom Guilt dan Pentingnya Waktu Bersama (Kim Kardashian)
Kim Kardashian mengalami momen tersulit ketika anak-anak saling bertengkar atau mengalami tantrum hebat yang sulit dikendalikan. Kim dan teman-teman sesama ibu kerap saling berkirim pesan sambil menangis dan mengunci diri di kamar mandi/kamar tidur untuk menenangkan diri sejenak karena merasa sangat kewalahan dan merasa menjadi “ibu terburuk”.
Sebagai ibu pekerja yang membesarkan anak di bawah sorotan publik, Kim Kardashian membagikan pengalamannya menghadapi mom guilt.
- Melakukan Hal yang Membuat Bahagia: Menjaga kesehatan mental dan ruang pribadi orang tua sangat penting. Melakukan pekerjaan atau aktivitas yang disukai akan membantu menjaga kewarasan diri.
- Anak Hanya Membutuhkan Waktu Anda: Anak-anak mungkin menyukai pengalaman besar, tetapi yang paling diingat dalam jangka panjang adalah kehadiran utuh orang tua di momen sehari-hari.
- Komunikasi Terbuka: Bersikap jujur dan mau mendiskusikan topik apa pun secara terbuka sesuai usia anak membantu membangun kepercayaan.
4. Tumbuh Bersama dan Menghadapi Ketidaksempurnaan (Jessica Alba)
Dibesarkan oleh orang tua yang menikah di usia muda dan selalu dalam survival mode (berjuang finansial setiap hari). Jessica baru menyadari betapa sulitnya posisi orang tuanya setelah ia sendiri menjadi seorang ibu. Sebagai ibu bekerja dengan karier dan bisnis yang sibuk, anak-anak Jessica sangat menyadari kekurangan ibunya—seperti saat Jessica merasa stres, kurang tidur, atau gampang sensitif/mudah marah.
Alih-alih berpura-pura sempurna, Jessica mengajak anak-anaknya berdialog jujur mengenai kondisi emosionalnya dan menciptakan ruang empati bersama. Ia juga merasa bahwa rasa takut dan ketidakamanan (insecurities) dirinya perlahan lenyap demi fokus membesarkan dan melindungi anak-anaknya.
Jessica Alba menekankan bahwa menjadi orang tua adalah perjalanan pembelajaran yang penuh dengan proses bertumbuh.
- Ruang Komunikasi dan Empati: Anak-anak tahu bahwa orang tua tidak sempurna dan bisa merasa stres. Membuka dialog dan menciptakan ruang penuh kasih sayang mengajarkan anak nilai ketahanan (resilience) dan empati.
- Mengubah Perpektif: Menjadi orang tua sering kali mengikis rasa ketakutan/inkonsistensi diri serta mengarahkan fokus hidup pada hal-hal yang lebih bermakna.
Parenting Adalah Tentang Tumbuh Bersama
Parenting bukan tentang menjadi sempurna, melainkan tentang hadir dan tumbuh bersama. Tekanan untuk menjadi orang tua yang sempurna justru bisa memicu stres dan kemarahan yang meluap kepada anak. Dengan menetapkan batasan yang penuh kasih, mendengarkan aktif, serta menyediakan waktu berkualitas, kita dapat membangun hubungan (attachment) yang kuat dan sehat sepanjang hayat.
Sumber: Jay Shetty Podcast – 4 Parenting Experts Share Their Top Parenting Advice
(BP/CA)
