Mengapa Bentakan Tidak Bikin Anak Penurut?: Satu Bentakan Bisa Merusak Miliaran Sel Dalam Otak Anak
Share

Tanpa sadar orang tua bisa secara spontan membentak ke anak ketika anak sulit dikendalikan. Membentak adalah sebuah tanda ketidakmampuan orang tua untuk berkomunikasi dengan anak dan mengatasi kestabilan emosi akibat berbagai macam faktor. Penting sekali untuk sebisa mungkin menghindari bentakan kepada anak. Ketika orang tua membentak, otak anak mendeteksinya sebagai ancaman tingkat tinggi. Apa saja tahap-tahap proses biologis yang bisa merusal otak anak akibat bentakan?
1. Pembajakan oleh Amigdala (Pusat Rasa Takut)
Amigdala adalah bagian otak yang berfungsi sebagai alarm bahaya (sistem fight, flight, or freeze). Begitu suara bentakan terdengar, amigdala anak langsung aktif secara berlebihan. Masalahnya, jika bentakan terjadi berulang kali, amigdala akan menjadi sangat sensitif. Anak akan selalu berada dalam kondisi “siaga satu”, membuat mereka mudah cemas, penakut, atau sebaliknya, menjadi sangat agresif.
2. Banjir Kortisol yang Merusak Sel Saraf
Respons emosional dari amigdala memicu pelepasan hormon stres, terutama kortisol, dalam jumlah besar ke seluruh tubuh dan otak. Dalam jangka panjang, paparan kortisol kronis bertindak seperti asam bagi otakāia memperlambat pertumbuhan sel-sel saraf baru dan bahkan dapat menghancurkan sinapsis yang sudah terbentuk.
3. Penyusutan Hipokampus (Pusat Memori dan Belajar)
Studi neurosains menggunakan MRI menunjukkan bahwa anak yang sering mengalami kekerasan verbal memiliki ukuran hipokampus yang lebih kecil. Karena kortisol yang tinggi merusak wilayah ini, kemampuan anak untuk mengingat, berkonsentrasi, dan memproses informasi di sekolah bisa menurun drastis.
4. Penurunan Fungsi Prefrontal Cortex (Kendali Diri)
Prefrontal cortex (PFC) adalah bagian otak depan yang bertanggung jawab atas logika, pengambilan keputusan, dan regulasi emosi. Bagian ini baru matang sempurna di usia 20-an. Ketika otak anak terus-menerus dibanjiri stres akibat bentakan, perkembangan PFC menjadi terhambat. Akibatnya, anak kesulitan menahan impuls, sulit mengendalikan amarahnya sendiri, dan susah fokus saat beraktivitas.
Perbandingan Otak Sehat dan Otak yang Mengalami Perubahan karena Bentakan

