Kemenkes Imbau Tak Pegang Bayi saat Silaturahmi Lebaran demi Cegah Campak
Share
Cegah Campak, Kemenkes Imbau Tak Pegang Bayi saat Lebaran
Jakarta, Carrot Academy – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) mengimbau masyarakat untuk tidak menyentuh atau memegang bayi saat momen Hari Raya Idul Fitri 2026. Imbauan ini disampaikan sebagai langkah pencegahan penularan Campak yang berisiko tinggi pada anak-anak.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, dr. Andi Saguni, menegaskan bahwa kebiasaan menyentuh bayi saat silaturahmi dapat meningkatkan risiko penularan penyakit.
“Kebiasaan asal sentuh anak balita atau bayi saat Lebaran sebaiknya dihindari karena risiko penularan tinggi,” ujarnya dalam konferensi pers.

Mobilitas Tinggi Picu Risiko Penularan
Kemenkes menilai momen Lebaran identik dengan mobilitas besar-besaran dan interaksi fisik yang intens. Kondisi ini dinilai dapat mempercepat penyebaran penyakit menular, termasuk campak.
Data Kemenkes menunjukkan hingga awal 2026 terdapat lebih dari 10 ribu kasus suspek campak di Indonesia, meskipun tren sempat menurun. Namun, potensi lonjakan tetap perlu diwaspadai saat periode libur panjang.
“Menjelang mudik Lebaran, mobilitas masyarakat akan meningkat dan potensi kerumunan lebih besar,” ujar dr. Andi.
Menkes: Pastikan Anak Sudah Imunisasi
Selain menghindari kontak langsung dengan bayi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga menekankan pentingnya imunisasi sebagai perlindungan utama terhadap campak.
“Untuk anak-anak yang mudik supaya tidak kena campak, imunisasi ya,” ujar Budi.
Ia menjelaskan bahwa tingginya mobilitas saat mudik dapat mempercepat penyebaran virus jika anak belum memiliki kekebalan.
“Kalau anak-anak terkena campak atau ada orang tua yang terkena lalu bepergian, itu bisa menularkan ke yang lain,” tambahnya.
Satu Kasus Bisa Menular ke Banyak Orang
Campak dikenal sebagai penyakit dengan tingkat penularan sangat tinggi. Dalam penjelasan Kemenkes, satu orang yang terinfeksi dapat menularkan virus ke 12 hingga 18 orang lainnya.
Karena itu, pemerintah menargetkan cakupan imunisasi minimal 95 persen untuk membentuk kekebalan kelompok (herd immunity).
Saat ini, program percepatan imunisasi campak tengah dilakukan di berbagai daerah melalui puskesmas dan posyandu menjelang Lebaran.
Imbauan untuk Masyarakat
Kemenkes juga mengingatkan masyarakat agar tidak menghadiri keramaian jika mengalami gejala campak, seperti demam dan ruam merah.
“Jika ada suspek campak, sebaiknya tidak ke mana-mana dulu, apalagi ini mau Lebaran,” kata dr. Andi.
Selain itu, masyarakat diminta untuk:
- Menghindari kontak langsung dengan bayi
- Menjaga kebersihan tangan
- Menggunakan masker saat tidak sehat
- Segera memeriksakan anak jika muncul gejala
Perlindungan Dimulai dari Kesadaran Bersama
Imbauan untuk tidak memegang bayi saat Lebaran mungkin terasa sepele, namun memiliki dampak besar dalam mencegah penularan penyakit.
Dengan meningkatnya mobilitas selama Hari Raya Idul Fitri, kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam melindungi kelompok paling rentan, terutama bayi dan balita.
Kesimpulan
Kemenkes menegaskan bahwa pencegahan campak saat Lebaran tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga perilaku masyarakat.
Mulai dari tidak menyentuh bayi sembarangan hingga memastikan imunisasi anak lengkap, langkah-langkah sederhana ini dapat membantu menekan penyebaran Campak selama periode mudik dan silaturahmi.
