Panduan Teori Warna (Bagian 1): Pengetahuan Tentang Warna yang Wajib Kamu Tahu!
Share
Apa Sih Teori Warna?
Teori warna merupakan kumpulan pedoman yang digunakan oleh artist untuk berkomunikasi melalui skema warna yang menarik. Teori warna dalam seni sangat penting untuk menghasilkan karya yang mampu menyampaikan pesan dan nilai artistik yang baik.
Filsuf Yunani kuno Aristotle merupakan tokoh sejarah tertua yang tercatat menyampaikan teori warna. Aristotle mengungkapkan bahwa warna semua warna (yellow, red, purple, blue, and green) merupakan turunan dari warna hitam dan putih. Prinsip teori warna juga ditemukan dalam tulisan Leone Battista Alberti (c.1435).
Melalui pencampuran warna, warna-warna lain yang tak terhingga akan lahir, namun hanya ada empat warna sejati karena ada empat elemen yang darinya semakin banyak jenis warna lain yang dapat tercipta. Merah adalah warna api, biru adalah warna udara, hijau adalah warna air, dan warna tanah adalah abu-abu dan abu.
Leonardo da Vinci (c.1490) mengungkapkan tentang 3 warna utama merah, kuning dan biru sebagai sumber campuran bagi warna-warna lain. Teori warna berkembang pesat setelah ditemukannya roda warna. Roda warna paling awal dikemukakan oleh Aron Sigfrid Forsius dengan pengetahuna yang ada saat itu menyusun roda warna denga 5 warna merah, kuning, merah, biru dan abu yang ditumpuk dengan hitam dan putih.

Teori warna modern dikemukanan pertama kali oleh Sir Isaac Newton. Sekitar awal abad ke-17 perkembangan pesat teori warna dimulai dengan dukungan ilmiah melalui pembiasan cahaya secara optikal oleh Sir Isaac Newton. Roda warna merupakan susunan warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu pada piringan berputar. Dengan warna primer, kita dapat mencampur hampir semua warna dalam spektrum.
Apa yang Perlu Dipelajari Dalam Teori Warna?
Roda Warna (Color Wheel)
Untuk memahami tentang warna, kita akan mempelajari banyak hal dari roda warna, karena dari roda warna kita bisa menemukan berbagai panduan untuk mendapatkan komposisi warna dan mendapatkan berbagai warna yang kita inginkan.

Istilah-Istilah Dalam Warna Yang Perlu Kamu Tahu
1. Hue (Warna)
Hue mewakili warna yang dominan dari dua belas warna pada roda warna (menjadi warna primer, sekunder, dan tersier). Misalnya warna biru mencakup Biru Navy, Safir, Teal dll.

2. Saturasi (Kejenuhan)
Saturasi adalah ukuran seberapa murni suatu warna. Saturasi dapat dikurangi dengan menambah abu-abu atau warna di sisi lawan dari roda warna (yang pada dasarnya mematikan warna).
3. Tone (Nada)
Nada menggambarkan warna yang tidak murni dan bukan hitam atau putih. Nada didapatkan dengan menambahkan abu-abu (de-saturasi).

4. Nilai (Value)
Nilai adalah seberapa terang atau gelap suatu warna, dalam skala hitam hingga putih. Nilai dianggap variabel terpenting bagi keberhasilan sebuah lukisan.

5. Tint (Warna muda)
Warna yang tercipta dengan penambahan putih pada Hue. Biasa disebut warna pastel atau warna lembut yang terlihat lebih cerah namun tidak terlihat lebih terang.
6. Shade (Warna gelap/bayang)
Warna yang tercampur dengan unsur hitam. Shade tidak mengubah level original (hue) hanya lebih gelap atau pekat kehitaman dari warna original. Shade membuat warna terlihat keruh dan kusam.

7. Temperatur Warna: Warna hangat (Warm) dan Warna dingin (Cool)
Roda warna terbagi dalam warna hangat dan dingin.
Warna hangat secara menunjukkan aktivitas dan cahaya. Warna sejuk menunjukkan lingkungan yang tenang, jauh, dan menyejukkan. Jika dikombinasikan memberikan kesan kontras yang kuat.

Skema Kombinasi Warna
Kombinasi warna digunakan untuk membangkitkan emosi tertentu pada audience. Pastikan kombinasi warna selaras dengan pesan dalam karya kita.
Berikut beberapa kombinasi warna yang paling terkenal:
1. Skema Saling melengkapi/Complimentary
Warna komplementer saling berseberangan pada roda warna. Jika bersebelahan tercipta efek kontras dan cerah yang kuat. Jika berlebihan, mungkin terlihat jelek dan tidak nyaman untuk dilihat.
Pilih warna dominan dan gunakan warna lain sebagai aksen.

2. Skema Sejalan/Analogous
Kombinasi menenangkan dari warna-warna yang diposisikan bersebelahan pada roda warna. Terkenal digunakan impresionis Claude Monet.
Pilih satu warna dominan, warna sekunder, dan warna aksen ketiga.


3. Skema Segi Tiga/Triadic
Tiga warna yang ditempatkan secara merata di sekitar roda warna memberi efek yang hidup bahkan dengan saturasi rendah. Seimbangkan warna agar tidak membuat kewalahan.
Pilih satu warna dominan dan dua warna lain sebagai aksen.

4. Skema Split Complementery

Skema warna spilt-komplementer adalah variasi dari skem komplementer. Selain warna dasar, skema warna ini juga menggu warna yang berdekatan dengan pelengkapnya.
Skema split-komplementer ini memiliki tingkat kontras yang cukup tinggi, namun tidak se ekstrim pada skema warna komplementer, sehingga mampu menghasilkan harmoni yang lebih baik.
5. Skema Warna Persegi/Tetradic

Skema warna empat persegi panjang atau tetradik menggunakan empat warna yang disusun menjadi dua skema warna komplementer yang berpasangan. Tetradik merupakan skema warna yang kaya. Menawarkan banyak kemungkinan variasi. Skema warna tetradik bekerja sangat baik jika Anda membiarkan satu warna mendominasi. tetapi pastikan untuk memerhatikan keseimbangannya.
6. Skema Warna Kotak/ Square

Skema warna persegi atau kotak, mirip dengan skema segi empat/tetradik. Perbedaanya adalah keempat warna yang digunakan hanya yang ditempatkan secara merata dan simetris di sekeliling lingkaran atau roda warna seperti dalam gambar berikut.
Skema warna kotak menawarkan jumlah kombinasi warna yang banyak dan mungkin untuk digunakan, sehingga dapat menjadi masalah pada keselarasan atau harmoni, Berhati-hatilah saat mencoba menggunakan skema warna persegi ini.
Nah jadi bagi yang masih suka kesulitan menentukan warna yang harus digunakan dalam gambar bisa gunakan teori ini sebagai panduan.
Selamat berkarya!
(BP/CA)
