Melihat anak kandung mengalami kesulitan finansial, hambatan karier, atau pergumulan hidup adalah salah satu ujian emosional terbesar bagi setiap orang tua. Refleks alami kita sebagai orang tua yang telah mendampingi mereka sejak bayi adalah segera turun tangan, mengambil kendali, dan membereskan masalah tersebut. Kita mengira tindakan itu adalah wujud kasih sayang yang tulus. Namun apa batasannya?
Memahami efek buruk dari karya yang tidak selesai memang penting, tapi mengidentifikasi akar masalahnya secara psikologis adalah kunci utama untuk menyembuhkannya. Mengapa otak kita sering kali melakukan sabotase di tengah jalan?
Karya kamu sering tidak selesai? Kamu sering tiba-tiba merasa malas melanjutkan sketsa kamu? Otak kamu seperti menolak bekerja sama dan memilih aktivitas lain. Tentunya ini sangat menghambat produktivitas dan perkembangan seni kamu. Untuk menjinakkan otak yang suka melakukan sabotase di tengah jalan, kamu tidak bisa hanya mengandalkan "motivasi" atau "menunggu mood datang."