Type to search

INSPIRATION VALUABLE ARTICLES

Menggambar dari Imajinasi: Menggambar dari Memori atau dari Referensi?

Share

“Saya ingin bisa gambar pake imajinasi karena lebih kreatif dan menuntut skill tinggi”

“Saya maunya belajar gambar dari imajinasi, kurang suka ya kalo mencontoh”

“Wah kok gambarnya nyontoh-nyontoh saja ya, berarti belum bisa gambar dong?”

“Saya maunya anak saya bisa menggambar dari imajinasi karena anak saya sejak kecil tergolong anak yang kreatif, kalau bisa jangan banyak menggambar dari mencontoh”

Itulah beberapa ungkapan yang sering terdengar di dunia ilustrasi. Jadi apa sih imajinasi? Kreatifitas? Memori? Referensi? Sebelum menjawab pertanyaan ini kita lihat karakter Maung yang sempat viral beberapa tahun lalu.

Coba kamu bayangkan wajah idola kamu, misalnya Henry Cavill atau Lisa Blackpink. Mungkin dalam otak kamu ada gambaran jelas wajah mereka dan kamu akan mengenali mereka saat bertmu atau melihatnya di internet. Tapi ketika kamu mulai mengingat-ingat detail fitur wajah mereka kamu akan kesulitan, apalagi kamu mencoba menggambar wajah mereka di atas kertas. Kamu tidak akan ingat bagaimana bentuk detail mata, hidung atau rahang Henry. Kita hanya memiliki gambaran tidak lengkap tentang mereka. Seperti itulah otak bekerja membentuk sebuah imajinasi.

RIP REFERENCE

Pengunggah 'Macan Lucu' Cisewu Minta Maaf kepada TNI AD


Gambar Maung di atas sempat viral dan menuai perdebatan dan sempat direvisi menjadi karya baru yang realistik. Ada 2 kemungkinan yang terjadi saat patung itu dibuat. Pertama, patung itu dibuat dengan style khas penciptanya yang unik dan semi realistik. Kemungkinan kedua patung yang sebenarnya ingin dibuat realistik karena mewakili jiwa keprajuritan dalam militer namun dikerjakan tanpa referensi yang cukup dan mengandalkan imajinasi pembuatnya sehingga jauh dari kesan realistik.

Hmm, menarik bukan? Tulisan di bawah ini akan membahas bagaimana sih menggambar dengan memori vs menggambar dengan referensi? Simak ya

 

Memori Manusia Terbatas

Menggambar dari memori dan menggambar dari bahan referensi menghasilkan gambar yang beda bumi dan langit. Meski begitu, banyak dari kita yang menganggap kita bisa mengandalkan memori kita saat menggambar, rangkaian ilustrasi dari artis Jack Stroud ini (alias Jackobo atau Petrichor Crown on Twitter ) menunjukkan bahwa menggunakan referensi untuk mendapatkan detail secara rinci adalah suatu hal yang tidak bisa digantikan dalam proses pencitptaan artwork.

Menggunakan singa betina sebagai subjeknya, Stroud menunjukkan bagaimana memunculkan semua data dari ingatan Anda dapat menghasilkan gambar yang tidak akurat karena pikiran bekerja keras untuk mengisi kekosongan bentuk dan rincian tertentu. Kita bisa membayangkan harimau selintas dalam pikiran kita, tapi kita tidak akan bisa mengungkapkan detail-detail dari harimau tersebut, bentuk mata, susunan morif bulu, proporsi dan lain-lain.

Gambar ini menunjukkan bagaimana referensi bahkan dalam studi yang singkat akan mengembangkan standar gambar kita secara radikal. Dengan studi referensi yang mendalam akan dihasilkan gambar final yang lebih detail dan hidup.

“I’m here to tell you the truth about referencing in art! IT ISN’T BAD. YOU CAN’T LEARN WITHOUT STUDYING.” Jack Stroud

Disadur dan dikembangkan dari: http://www.creativebloq.com/inspiration/artist-proves-drawing-with-references-isnt-cheating

(BP/CA)

Tags:

Leave a Comment