Type to search

VALUABLE ARTICLES

Inpirasi Hari Ini: Artist ini Melukis Setelah Kehilangan Penglihatannya dan Berhasil Membuka Mata Dunia!

Share

Apa jadinya apabila seseorang yang belum pernah melukis sebelumnya, justru mulai membuat lukisan pertamanya setelah penglihatannya hilang karena penyakit epilepsi yang dideritanya? Dengan mengandalkan indra perasa dan imajinasinya ia mulai melukis dan menghasilkan karya-karya yang luar biasa

John Bramblitt (lahir 1971) adalah seorang pelukis buta asal Amerika. Ia mulai melukis setelah kehilangan penglihatannya pada tahun 2001 setelah serangkaian serangan penyakit yang parah.

Karya seninya telah ditampilkan dalam lebih dari tiga puluh negara, dan ia telah menjadi subyek dari banyak liputan media termasuk film dokumenter yang memenangkan beberapa penghargaan film pendek dan salah satu videonya terpilih sebagai The Most Inspirational Video 2008 untuk YouTube. Ia dianugerahi penghargaan presiden AS untuk Volunteerism pada tahun 2005, 2006, dan 2007 untuk karyanya dalam bentuk serangkaian workshop seni gratis yang dirancang untuk mengenalkan dan mendekatkan seni kepada masyarakat dari lingkungan yang tidak memiliki akses terhadap pembelajaran seni.

Bagaimana Seorang Tunanetra Melukis?

Bramblitt mengembangkan teknik khusus yang mengandalkan indra perabaan (tactile sense) untuk menggantikan fungsi matanya. Proses kreatifnya melibatkan beberapa langkah unik:

  • Garis Timbul (Raised Lines): Bramblitt menggunakan cat kain khusus yang menghasilkan garis timbul saat mengering. Garis-garis inilah yang menjadi panduan atau sketsa baginya untuk merasakan posisi objek di atas kanvas dengan jarinya.
  • Merasakan Tekstur Warna: Setiap warna cat minyak memiliki tekstur dan kekentalan yang sedikit berbeda karena kandungan minyak dan pigmen yang tidak sama. Misalnya, warna putih terasa sedikit lebih kental seperti pasta gigi, sementara warna hitam terasa lebih cair. Bramblitt bisa membedakan warna hanya dengan meraba teksturnya.
  • Sinesteria Indrawi: Selain tekstur, Bramblitt juga mencampurkan warna berdasarkan resep visual yang ia ingat dan dibantu dengan braille pada tabung catnya. Ia kerap menggambarkan bahwa warna baginya memiliki getaran dan emosi tersendiri.

Karya-karyanya sering kali menampilkan potret manusia, lanskap, hingga hewan dengan palet warna yang sangat berani dan dinamis. Gaya lukisannya yang ekspresif justru lahir dari kebebasan persepsinya yang tidak lagi dikekang oleh apa yang dilihat mata fisik.

Lebih dari Sekadar Lukisan

Kini, karya John Bramblitt telah dipamerkan di berbagai galeri di seluruh dunia dan mendapat pengakuan internasional. Kisah hidupnya menginspirasi jutaan orang melalui film dokumenter, buku biografi yang ia tulis berjudul Shouting in the Dark, serta berbagai sesi seminar motivasi.

Tidak hanya berkarya untuk dirinya sendiri, Bramblitt juga aktif menggelar lokakarya seni gratis untuk anak-anak dan orang-orang dengan kebutuhan khusus. Ia ingin menyebarkan pesan bahwa keterbatasan fisik tidak pernah bisa memenjarakan kreativitas manusia.

“Mata saya yang tidak berfungsi hanya bisa melihat kegelapan, tetapi pikiran saya selalu dipenuhi oleh warna-warna yang menari.” — Persepsi kreatif John Bramblitt.

Melalui kanvasnya, John Bramblitt mengingatkan kita semua bahwa seni adalah bahasa universal yang melampaui apa yang bisa ditangkap oleh mata. Keterbatasan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah undangan untuk menemukan cara baru dalam melihat dunia.

art by blind painter john bramblitt (2)

art by blind painter john bramblitt (5)

art by blind painter john bramblitt (9)

duck pond

Lebih dari Sekadar Lukisan

Kini, karya John Bramblitt telah dipamerkan di berbagai galeri di seluruh dunia dan mendapat pengakuan internasional. Kisah hidupnya menginspirasi jutaan orang melalui film dokumenter, buku biografi yang ia tulis berjudul Shouting in the Dark, serta berbagai sesi seminar motivasi.

Tidak hanya berkarya untuk dirinya sendiri, Bramblitt juga aktif menggelar lokakarya seni gratis untuk anak-anak dan orang-orang dengan kebutuhan khusus. Ia ingin menyebarkan pesan bahwa keterbatasan fisik tidak pernah bisa memenjarakan kreativitas manusia.

“Mata saya yang tidak berfungsi hanya bisa melihat kegelapan, tetapi pikiran saya selalu dipenuhi oleh warna-warna yang menari.” — Persepsi kreatif John Bramblitt.

Melalui kanvasnya, John Bramblitt mengingatkan kita semua bahwa seni adalah bahasa universal yang melampaui apa yang bisa ditangkap oleh mata. Keterbatasan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah undangan untuk menemukan cara baru dalam melihat dunia.

(BP?CA)

 

 

Tags:

Leave a Comment