Karya Epik Hokusai “The Great Wave” Hidup Kembali Lewat Ribuan Bunga Dahlia di Brussel Flower Carpet 2026
Share

Salah satu lukisan Jepang paling terkenal di dunia adalah The Great Wave off Kanagawa (Kanagawa-oki Nami Ura) cetakan kayu yang dibuat oleh seniman Jepang. Katsushika Hokusai sekitar tahun 1831. Alun-alun bersejarah Grand-Place di Brussel kembali menjadi kanvas bagi salah satu tradisi paling memukau di dunia. Pada edisi ke-24 instalasi Brussels Flower Carpet yang berlangsung dari 13-16 Agustust 2026, lukisan kayu legendaris karya seniman Jepang Katsushika Hokusai, The Great Wave off Kanagawa (Ombak Besar di Kanagawa), direka ulang secara spektakuler menggunakan ratusan ribu bunga segar.

Pameran seni ephemeral (fana) yang berlangsung selama empat hari ini diselenggarakan untuk merayakan 160 tahun hubungan diplomatik dan persahabatan antara Belgia dan Jepang. Ini merupakan kali kedua Jepang menjadi negara mitra kehormatan dalam ajang tersebut setelah kolaborasi pertama mereka sepuluh tahun lalu pada 2016.
Reinterpretasi Modern: “Neo-Hokusai”
Mendesain ulang lukisan abad ke-19 menjadi karpet bunga raksasa bukanlah hal mudah. Tugas ini dipercayakan kepada seniman kontemporer asal Jepang, Hiro Sugiyama, bersama kolektif kreatifnya dari Tokyo, Enlightenment.
Sugiyama merancang konsep bertajuk “Neo-Hokusai”, yang memadukan keindahan lukisan tradisional Jepang dengan estetika seni digital kontemporer. Elemen-elemen ikonik seperti gumpalan ombak yang dramatis, Gunung Fuji di kejauhan, serta perahu-perahu tradisional diolah kembali menggunakan komposisi geometris dan ritme visual modern.
“Melalui sintesis ini, saya berusaha menghubungkan masa lalu dan masa depan, analog dan digital, serta kebudayaan Jepang dengan seni kontemporer,” ungkap Hiro Sugiyama.
Momen Transisi: Dari Begonia ke Dahlia

Karpet bunga raksasa seluas 1.680 meter persegi (panjang 70 meter dan lebar 24 meter) ini menghadirkan perubahan besar dari tradisi sebelumnya. Jika edisi-edisi terdahulu berfokus pada bunga begonia khas Belgia, edisi 2026 ini secara dominan menggunakan bunga dahlia—mencakup hingga 80% dari total komposisi.
Pemilihan dahlia dilakukan karena penurunan budidaya begonia di Belgia dalam beberapa tahun terakhir, sekaligus keunggulan bunga dahlia yang menawarkan variasi warna lebih kaya, cerah, serta ketahanan tekstur yang lebih baik.
Secara keseluruhan, lebih dari 700.000 kuntum bunga—yang dipadu dengan rumput dan kulit kayu—disusun dengan teliti di atas kain kanvas katun organik besar yang telah ditandai pola nomor dan skema warna khusus.
Keterlibatan Ratusan Relawan dan Kerja Cepat
Proses perakitan fisik karpet bunga ini merupakan bentuk kerja sama komunitas yang luar biasa. Lebih dari 100 relawan tukang taman merangkai seluruh bunga secara manual satu per satu di atas Grand-Place dalam waktu kurang dari enam jam.

Bahkan, Duta Besar Jepang untuk Belgia, Takeshi Osuga, turut serta bergabung bersama para relawan untuk meletakkan bunga di atas susunan karpet.
“Kecintaan pada bunga adalah bahasa universal. Baik di Jepang maupun di Belgia, bunga memiliki tempat khusus dalam kehidupan budaya dan sosial kami,” tutur Takeshi Osuga.
Inovasi Baru dan Kejutan Pendukung
Edisi 2026 ini juga mencatatkan sejarah baru. Untuk pertama kalinya, Brussel menghadirkan karpet bunga kedua di gedung Brussels Stock Exchange (Bourse). Karpet pendukung ini mengangkat tema tanaman hops, sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan tradisi pembuatan bir di Belgia.

Selama empat hari penyelenggaraan, pengunjung yang memadati Grand-Place dapat menikmati keindahan instalasi dari dekat, atau menyaksikan pemandangan panorama secara penuh dari balkon Hôtel de Ville (Balaikota Brussel). Pada malam hari, pameran dipercantik dengan pertunjukan cahaya dan musik (sound and light show) yang menyinari seluruh alun-alun.
Meskipun keindahannya hanya berlangsung singkat sebelum layu dan dibongkar, permadani bunga “The Great Wave” ini sukses meninggalkan pesan persahabatan Lintas-Budaya yang mendalam antara Belgia dan Jepang.


Sumber: Hokusai’s Great Wave Takes Over BRUSSELS
(BP/CA)
