Type to search

ART FIGURES VALUABLE ARTICLES

Inspirasi Hari Ini: Mengenal Charles Santoso, Ilustrator Buku Anak dari Australia Kelahiran Indonesia

Share

Dunia ilustrasi buku anak internasional memiliki banyak nama besar, namun ada satu sosok berdarah Indonesia yang berhasil mengukir prestasi gemilang di panggung global: Charles Santoso. Lewat karyanya yang hangat, penuh humor, dan kaya akan emosi, Charles berhasil menghidupkan karakter-karakter unik yang dicintai oleh anak-anak maupun pembaca dewasa di berbagai belahan dunia.

Siapa yang mengira, di balik film animasi Hollywood Lego The Movie dan Legend of the Guardians: The Owls of Gahoole, ada sosok ilustrator kelahiran Indonesia, Charles Santoso. Mengenyam pendidikan di Australia dan sempat berkarir di perusahaan animasi besar di Sydney, kini, Charles mantap menekuni bidang baru yakni buku anak bergambar.

Dalam pembuatan film Legend of the Guardians: The Owls of Ga’Hoole misalnya, Charles bekerja sama di tim konsep dengan 14-15 orang dari berbagai negara. Di studio Australia itupun, ia sempat menjadi direktur seni dan mengabdikan dirinya selama sekitar 9 tahun.

Tapi kini, Charles memutuskan untuk banting setir ke dunia penulisan buku anak. Apa yang membuat pria -yang sempat berkuliah satu semester di ITB -ini mengubah haluan karirnya? Ia menjawab itu semua karena panggilan hati.

“Jadi sebenarnya passion saya sebenarnya lebih ke story telling. Apapun mediumnya, setelah saya kerja di film, saya merasa itu sesuatu yang saya suka. Di film is great, I mean saya no problem kerja di film, timnya oke. Waktu saya masih kerja di film saya juga ada proyek buku anak sampingan. Tapi setelah terjun di buku anak, saya merasa ini adalah salah satu bagian penting di kehidupan,” akunya.

“Kalau saya lihat anak itu hope (harapan) kalau lihat orang dewasa itu hopeless (putus asa),” tuturnya sambil tertawa.

Kekuatan utama Charles Santoso dalam mengilustrasikan buku anak terletak pada kemampuannya menerjemahkan emosi abstrak menjadi bentuk visual yang sangat konkret dan intuitif bagi anak-anak. Berbekal latar belakang di industri animasi (concept art dan art direction), pendekatan visual Charles menggabungkan prinsip-prinsip sinematik dengan kehangatan ilustrasi cetak klasik.

Karya-Karya Populer dan Kolaborasi Internasional

Charles telah bekerja sama dengan deretan penulis buku anak ternama dunia dan penerbit ternama seperti Penguin Random House, HarperCollins, dan Simon & Schuster. Beberapa bukunya yang sangat dikenal antara lain:

  1. The Snurtch (ditulis oleh Sean Ferrell) – Menggambarkan tentang emosi negatif anak yang diwujudkan dalam bentuk makhluk kecil (snurtch).
  2. I Don’t Like Koala (ditulis oleh Sean Ferrell) – Cerita humoris tentang seorang anak yang tidak menyukai boneka koala milik istrinya karena dianggap ‘mencurigakan’.
  3. Wishtree (ditulis oleh Katherine Applegate, pemenang Newbery Medal) – Mengisahkan pohon tua yang menjadi saksi harapan dan persahabatan di sebuah lingkungan.
  4. Peanut Butter & Jelly Brains (ditulis oleh Joe McGee) – Kisah zombie cilik ramah yang lebih menyukai selai kacang daripada otak.

“Buku anak sangat penting ya, apalagi umur 3-8 tahun, di mana anak masih dekat dengan orang tua. Jadi aktivitas orang tua membaca buat anak dan bersama anak, itu membangun banyak hal di anak. Komunikasi, empati, anak jadi lebih ingin banyak tahu sesuatu,” pendapatnya.

Nah buat kamu yang menyukai gaya ilustrasi buku anak, Charles Santoso adalah salah satu artist yang layak dijadikan panutan dan inspirasi dengan karya dan perjalanan karirnya.

Sumber: “Ketekunan Menggambar Antar Charles Santoso Jadi Ilustrator Global”

Tags:

Leave a Comment