Type to search

Digital Painting Featured PARENTING AND GROWTH

Ini Alasannya: 5 Tokoh Teknologi Dunia ini Batasi Gadget pada Anaknya

Share

Di era ketika layar menjadi “teman bermain” paling mudah diakses, banyak orang tua berlomba memberikan gadget sejak dini. Orang tua berharap anak lebih cepat belajar dan tidak tertinggal zaman. Ironisnya, sejumlah tokoh yang justru membangun dunia digital seperti Steve Jobs, Bill Gates, hingga Mark Zuckerberg memilih mengambil langkah sebaliknya: membatasi penggunaan teknologi pada anak-anak mereka.

Keputusan ini bukan tanpa alasan. Di balik inovasi dan kemudahan yang ditawarkan teknologi, mereka memahami ada konsekuensi besar terhadap perkembangan anak—baik secara kognitif, emosional, maupun sosial. Lalu, apa yang sebenarnya mereka ketahui yang mungkin banyak orang tua lewatkan?

Photo Ron Lach/Pexels.com

1. Melindungi Perkembangan Otak Anak

Steve Jobs (pendiri Apple) justru membatasi teknologi di rumahnya. Ia bahkan mengungkap bahwa anak-anaknya tidak bebas menggunakan iPad.

“We limit how much technology our kids use at home.” — Steve Jobs

Pendiri perusahaan teknologi Microsoft, Bill Gates, memiliki tiga anak yang kini telah beranjak dewasa. Namun, ketika anak-anak Gates masih kecil, ia dan sang istri melarang keras anak-anaknya menggunakan ponsel dan sejumlah perangkat teknologi hingga berusia 14 tahun.

Peraturan tersebut mereka buat sejak tahun 2007 karena pada saat itu, Gates dan sang istri menyadari anaknya terlalu sering menghabiskan waktu untuk bermain video game. “Kami sering mengatur waktu agar mereka tidak bermain gadget dan ini membantu mereka untuk tidur pada jam yang wajar,” kata Bill Gates pada April 2017 kepada Mirror.

2. Mencegah Ketergantungan & Dopamin Instan

Bill Gates dari Microsoft menetapkan aturan ketat soal gadget. Ia juga tidak mengizinkan anaknya punya ponsel sebelum usia 14 tahun.

“We often set a time after which there is no screen time, and in their case that helps them get to sleep at a reasonable hour.” — Bill Gates

Pendiri perusahaan raksasa Apple, Steve Jobs, hingga akhir hayatnya pada tahun 2011, mengatakan kepada The New York Times bahwa dia sangat menjauhkan anak-anaknya dari penggunaan iPad yang saat itu masih baru.

“Kami membatasi seberapa besar perangkat teknologi yang digunakan anak-anak kami di rumah,” kata Jobs.


3. Mengajarkan Disiplin & Batasan

Tim Cook juga menunjukkan sikap hati-hati terhadap penggunaan teknologi pada anak.

“I don’t have a kid, but I have a nephew that I put some boundaries on… there are some things that I won’t allow.” — Tim Cook

CEO Apple generasi kedua, Tim Cook, mengatakan pada bulan Januari 2018 kalau ia melarang keponakannya membuat akun jejaring sosial.

“Saya memang tidak memiliki anak tapi saya punya keponakan yang saya rawat,” kata Cook, mengakui kalau produk teknologi tidak baik untuk pemakaian terus menerus.

“Saya bukan orang yang berpendapat kalau kita akan mendapat kesuksesan jika kalian menggunakannya (perangkat teknologi) setiap waktu,” lanjutnya. “Saya tidak setuju dengan itu.”


4. Menjaga Interaksi Sosial & Emosi

Sundar Pichai dari Google pernah menyinggung pentingnya keseimbangan teknologi.

“It is important to strike a balance… technology should improve life, not distract from it.” — Sundar Pichai

CEO perusahaan pesawat tanpa awak 3D Robotics, Chris Anderson, mengatakan kepada The New York Times jika ia menerapkan kebijakan pada anaknya agar tidak menggunakan produk teknologi, sampai-sampai anak-anaknya menyebut Anderson seorang fasis.

Kelima anaknya berpendapat, “Tidak ada satupun dari teman-temannya yang memiliki aturan seperti ini,” katanya.

“Itu karena kita sering melihat bahaya teknologi secara langsung. Saya telah melihat itu di dalam diri saya, saya tidak ingin hal yang sama terjadi pada anak-anak saya.”

Anderson mengatakan setiap perangkat di rumahnya pasti memiliki sistem pengawasan orang tua.


5. Mereka Tahu Risiko di Balik Layar

Mark Zuckerberg (Meta) juga menekankan pentingnya keamanan anak di dunia digital.

“We have a responsibility to make sure our children are safe.” — Mark Zuckerberg

Jika dilihat dari pekerjaanya sebagai salah satu pendiri Twitter, pendiri publikasi online Medium, dan seorang blogger, Evan Williams tentunya memiliki paparan yang tinggi terhadap teknologi internet.

Namun terlepas dari pekerjaannya, pebisnis internet ini memiliki koleksi tumpukan buku, meskipun kini adalah era serba digital di mana buku pun mungkin dibaca di layar tablet atau ponsel.

Alasan Williams dan sang istri lebih memilih membaca buku fisik adalah untuk membantu anak-anaknya agar terus membaca buku fisik dibandingkan membacanya di iPad.

(BP/CA)

Tags:

Leave a Comment