Rahasia Artist Dunia: 80% Kualitas Karya Ditentukan oleh 20% Keputusan Ini!
Share

Banyak artist pemula percaya bahwa semakin lama waktu yang dihabiskan, semakin bagus hasil karyanya. Padahal, dalam praktiknya, tidak semua usaha memberikan dampak yang sama. Di sinilah konsep Hukum Pareto (Rule 80/20) menjadi sangat relevan dalam dunia seni. Pencetus Prinsip Pareto (Aturan 80/20) adalah Vilfredo Pareto (1848–1923).
Apa Itu Hukum Pareto?
Hukum Pareto menyatakan bahwa:
80% hasil berasal dari 20% usaha yang paling berdampak.
Dalam konteks menggambar bisa diartikan 20% keputusan visual menentukan 80% kualitas karya. Sisanya sering hanya polishing yang tidak terlalu signifikan. Efisiensi Proses: 80% hasil akhir yang baik ditentukan pada 20% pertama tahap konseptualisasi, termasuk penentuan tujuan, tata letak, dan sketsa awal.
Dalam lukisan, 20% fokus utama (focal point) sering kali memberikan 80% makna dan ketertarikan visual, sementara sisanya adalah pendukung. Dengan menerapkan aturan ini, desainer dan seniman dapat memprioritaskan elemen yang paling berdampak untuk menghasilkan karya yang efektif dan efisien. Efisiensi Proses: 80% hasil akhir yang baik ditentukan pada 20% pertama tahap konseptualisasi, termasuk penentuan tujuan, tata letak, dan sketsa awal.
Bagaimana 80/20 Bekerja dalam Menggambar?
Dalam proses membuat karya, ada beberapa elemen kunci yang memiliki dampak besar:
1. Gesture & Flow (Fondasi Utama)
Jika gesture sudah hidup, karya akan terasa dinamis bahkan tanpa detail.
2. Komposisi
Penempatan objek menentukan apakah karya terasa “wow” atau biasa saja.
3. Value & Lighting
Kontras cahaya sering lebih penting daripada detail kecil.
4. Siluet & Shape Design
Bentuk yang jelas membuat karakter mudah dikenali. Inilah “20% effort” yang menghasilkan “80% impact”.
Studi Kasus Karya Rudy Siswanto/Crutz

Rudy Siswanto atau lebih populer dengan nama Crutz adalah salah satu concept artists terbaik di Indonesia dengan style yang sangat mudah dikenali. Kita akan melihat bahwa di dalam karyanya Rudy seringkali membiarkan area-area tanpa detail terkadang dalam tekstur boleh yang justru menjadi nilai tambah dengan menonjolkan obyek utama dan memberi ruang imajinasi luas bagi audience. Mari kita pelajari salah satu karyanya. Jika kita melihat karyanya ini kita bisa pelajari:
- Fokus utama langsung tertuju pada karakter dan burung
- Background dibuat lebih sederhana dan blur
- Detail difokuskan hanya pada area penting (wajah, gesture, interaksi)
Insight 80/20 dari karya tersebut:
- Lighting dramatis langsung membangun mood
- Gesture karakter memberi cerita
- Detail selektif tidak semua bagian diperlakukan sama
Artinya, bukan semua bagian harus “sempurna”, tapi bagian penting harus menonjol. Secara komposisi teknik yang digunakan ini juga membuat karya menjadi lebih berdimensi dengan memberi kesan kedalaman yang kuat.
Kesalahan Umum Artist Pemula
Tidak ada salahnya jika kita ingin membuat karya kita stand out, namun bukan berarti kita harus membuat semua elemen saling berebut perhatian dalam karya kita. Banyak artist terjebak di 80% effort yang tidak penting, seperti misalnya:
- Terlalu lama di detail kecil
- Takut melanjutkan karena ingin semuanya sempurna
- Fokus di rendering sebelum fondasi kuat
Akibatnya waktu terkuras habis, tapi kualitas tidak meningkat dengan signifikan
Cara Menerapkan Rule 80/20 dalam Latihan Menggambar
1. Mulai dari Big Picture
Jangan langsung terjebak detail, sebaiknya gunakan waktu untuk fokus pada bagian krusial seperti:
- gesture
- komposisi
- value
2. Gunakan Time Limit
Latihan 30–60 menit memaksa kamu fokus ke hal penting karena waktu yang terbatas sehingga kamu harus memiliki prioritas dalam komposisi karya kamu.
3. Prioritaskan Area Fokus
Saat mulai menggambar pikirkan dan tentukan bagian mana yang harus “jadi” dan bagian mana cukup “suggestion”. Di sini kemampuan untuk membuat audience fokus sangat penting tanpa membuat audience berpikir “wah area ini belum selesai. Untuk belajar tentang bagaimana membuat karya tidak detail namun tampak selesai, kamu bisa eksplorasi karya-karya Rudy Crutz atau Kekai Kotaki atau mungkin kamu punya artist favorit tersendiri.
4. Belajar dari Artist Profesional
Saat melakukan master study pilih karya-karya artist favorit yang mewakili dan amati apa yang mereka detailkan dan apa yang mereka sederhanakan.
Mindset yang Harus Dimiliki Artist
“Bukan seberapa banyak yang kamu kerjakan, tapi seberapa tepat yang kamu kerjakan.”
Artist profesional tidak selalu bekerja lebih lama, tapi mereka tahu apa yang penting, tahu kapan berhenti dan tahu bagian mana yang harus bersinar. Tidak banyak artist yang secara eksplisit menyebut “Hukum Pareto (80/20)” dengan istilah itu, tapi konsepnya sangat sering dibahas dalam bentuk lain seperti:
- “focus on fundamentals”
- “big shapes first”
- “don’t over-render”
- “work smart, not hard”
Berikut beberapa artist & concept artist terkenal yang secara prinsip menerapkan atau membahas konsep 80/20 dalam karya mereka. Bagaimana para artist senior membuat keputusan saat membuat karya mereka?
1. Feng Zhu

Concept Founder FZD School of Design dengan karya desain dan environment yang menakjubkan ini mengutamakan 3 hal saat menggambar: menekankan pentingnya big shapes & design clarity, menghindari detail berlebihan di tahap awal dan fokus pada hal yang memberi dampak visual besar. Artinya: 20% keputusan desain menentukan keterbacaan 80% karya.
“Design should read clearly from far away.” Feng Zhu
2. James Gurney

Creator Dinotopia yang sangat disegani di industri seni ini selalu menekankan 2 hal penting. James sangat fokus pada light & color sebagai storytelling utama kemudian detail digunakan secara selektif.
Dalam bukunya Color and Light ia menjelaskan bahwa value & lighting lebih penting daripada detail kecil. Ini adalah bentuk nyata dari Pareto dalam lukisan.
3. Scott Robertson
Artist dengan nama besar di industri yang banyak menghasilkan karya bertema otomotif dan author How to Draw. Scott memiliki 2 hal penting dalam berkarya yaitu menekankan pentingnya perspective & construction. Tanpa fondasi ini, detail jadi tidak berarti. 20% skill (perspective) menentukan 80% kualitas desain
4. Kim Jung Gi
Kim Jung Gi adalah legendary live drawing artist yang terkenal dengan memori fotografisnya yang menangkap detail luar biasa. Walaupun karyanya super detail, ia selalu mulai gambarnya dari struktur besar, flow diakhiri dengan memory visualization. Ia tidak “membangun detail”, tapi membangun sistem visual dulu.
5. Marco Bucci

Marco Bucci memiliki beberapa prinsip untuk membuat karya keren, antara lain:
- big vs small shapes
- edge control
- fokus ke hal yang paling “terbaca”
“A painting works because of a few big decisions.” Marco Bucci
Penutup
Hukum Pareto mengajarkan satu hal penting: Efektivitas lebih penting daripada kesempurnaan. Dalam menggambar: 20% keputusan yang tepat bisa membuat karya terlihat profesional sementara 80% sisanya hanya pelengkap. Jika kamu ingin berkembang lebih cepat sebagai artist, mulailah bertanya:
“Bagian mana dari gambar ini yang benar-benar penting?”
