Type to search

ART FIGURES INSPIRATION VALUABLE ARTICLES

Galau Cari Art Style? Para Maestro Lukis Dunia Ini Justru Ganti Style Ekstrim di Tengah Karier!

Share

Sebagai artist yang sedang mencari identitas kamu galau menentukan style gambar kamu? Wajar! Bahkan Affandi yang kita kenal dengan gaya ekspresionisme dengan teknik “Plotot” pernah menegeksplorasi style lukisan yang realisme dan impresionisme.

Perubahan gaya melukis sering kali dipicu oleh pencarian identitas artistik, pergeseran pandangan hidup, atau redefinisi batas-batas seni visual pada zamannya. Transformasi ini membuktikan bahwa kreativitas adalah proses dinamis yang terus berkembang.

Inilah adalah 7 pelukis dunia beserta perjalanan pergeseran gaya melukis mereka yang cukup esktrim!

1. Pablo Picasso (Spanyol)

Gaya Awal: Realisme Akademis

Gaya Baru: Kubisme

Transformasi: Menguasai teknik melukis anatomi realis sejak usia remaja sebelum mendefinisikan ulang seni modern dengan memecah objek menjadi bentuk-bentuk geometris multi-sudut pandang.

2. Affandi (Indonesia)

Gaya Awal: Realisme & Impresionisme

Gaya Baru: Ekspresionisme

Transformasi: Awalnya melukis lanskap dan potret secara teratur dengan kuas, lalu beralih meremas tabung cat langsung ke kanvas dan membentuk goresan menggunakan jari tangannya untuk meluapkan emosi secara spontan.

3. Piet Mondrian (Belanda)

Gaya Awal: Impresionisme & Realisme Naturalis

Gaya Baru: Neoplastisisme (Abstraksi Geometris)

Transformasi: Memulai karier dengan melukis pemandangan alam secara realistis, kemudian bertahap menyederhanakan bentuk objek hingga hanya menyisakan garis hitam horizontal-vertikal dan warna primer.

4. Kazimir Malevich (Rusia)

Gaya Awal: Impresionisme & Neo-Primitivisme

Gaya Baru: Suprematisme

Transformasi: Melepaskan seluruh bentuk representasi figuratif demi mengejar ekspresi perasaan murni lewat komposisi bidang geometris yang radikal.

5. Henri Matisse (Prancis)

Gaya Awal: Post-Impresionisme / Fauvisme

Gaya Baru: Cut-Outs (Seni Potong Kertas)

Transformasi: Keterbatasan fisik di usia lanjut membatasinya berdiri di depan kanvas, mendorongnya beralih mewarnai kertas lalu memotongnya (gouaches découpées) untuk merangkai komposisi baru.

6. Philip Guston (Amerika Serikat)

Gaya Awal: Ekspresionisme Abstrak

Gaya Baru: Neo-Ekspresionisme Figuratif

Transformasi: Sempat sukses sebagai seniman abstrak terkemuka, ia membuat kejutan di akhir 1960-an dengan kembali melukis figur berpola komikal yang kasar dan sarat kritik sosial.

Perubahan gaya dari para maestro di atas membuktikan bahwa art style bukanlah sebuah penjara, melainkan sarana ekspresi yang terus tumbuh bersama perjalanan jiwamu. Jangan ragu untuk bereksplorasi dan membiarkan gayamu berevolusi, karena keberanian untuk jujur pada diri sendiri dan mengekspresikan jiwa seni secara otentik adalah kunci utama menemukan identitas karya yang sesungguhnya.

(BP/CA)

Tags:

Leave a Comment