Type to search

VALUABLE ARTICLES

5 Fase Belajar Menggambar: Kamu Ada di Fase Apa?

Share

Dulu, kamu pertama kali belajar gambar itu gimana? Kemungkinan besar:“Niru.” Niru dari Pinterest. Niru karakter favorit. Ngikutin tutorial step-by-step. Dan kamu cukup bangga. Tapi lalu muncul satu pikiran kecil:

Semua Artist Pernah Jadi Peniru (Dan Itu Nggak Apa-Apa)

Dulu, kamu pertama kali belajar gambar itu gimana? Kemungkinan besar:“Niru.” Niru dari Pinterest. Niru karakter favorit. Ngikutin tutorial step-by-step. Dan kamu cukup bangga. Tapi lalu muncul satu pikiran kecil:

“Ini kok bukan gambar gue ya?”

Dan tanpa sadar… kamu baru saja masuk ke perjalanan panjang seorang artist.

Apa saja fase perjalanan seorang artist sampai menemukan “dirinya”?


Fase 1: Niru Dulu Aja

Di awal, kita semua adalah peniru.

Dan ini bukan kebetulan.

Menurut Betty Edwards, dalam proses belajar menggambar, otak kita harus beralih dari cara berpikir “simbolik” ke cara melihat yang benar-benar observasional.

Artinya?

Otak kita awalnya nggak benar-benar “melihat”.
Dia cuma mengenali simbol:

  • Mata = oval
  • Pohon = bentuk sederhana
  • Wajah = template

Makanya, saat kita meniru, kita sebenarnya sedang:
melatih otak untuk benar-benar melihat, bukan sekadar mengenali.


Fase 2: Mulai “Kok Gini Ya?”

Lama-lama, kamu mulai merasa:

“Kenapa gambar gue aneh ya?”

Di sinilah kamu mulai belajar bentuk dasar:

  • Lingkaran
  • Kubus
  • Silinder

Dan ini juga ada penjelasan ilmiahnya.

Dalam dunia kognitif, ini disebut proses membangun mental model visual—otak mulai memahami objek sebagai bentuk 3D, bukan gambar datar.

Menurut penelitian dalam bidang Cognitive Psychology, kemampuan menggambar berkembang saat seseorang belajar:

  • Memecah objek kompleks menjadi bentuk sederhana
  • Memahami hubungan ruang (spatial awareness)

Makanya, fase ini terasa lebih sulit.
Karena kamu nggak lagi “menyalin”—kamu mulai memahami.


Fase 3: Mulai Bandel

Setelah mulai paham, kamu jadi lebih berani.

Kamu nggak lagi sekadar ikut referensi.
Kamu mulai mengubah.

Dan ini penting banget.

Dalam teori belajar, ini disebut active processing—di mana otak tidak hanya menerima informasi, tapi mulai:

  • Mengolah
  • Menggabungkan
  • Mengubah

Di titik ini, kamu mulai membangun kreativitas.

Bukan dari “ide kosong”,
tapi dari hasil olahan apa yang sudah kamu pelajari.


Fase 4: Nyari “Gue Banget”

Ini fase paling membingungkan.

Karena kamu mulai bertanya:

“Style gue apa sih?”

Menurut Betty Edwards, perkembangan kemampuan visual tidak berhenti di teknik, tapi juga pada cara individu memproses dan mengekspresikan apa yang dilihat.

Artinya:
Gaya bukan sesuatu yang kamu pilih secara instan.

Gaya adalah hasil dari:

  • Apa yang sering kamu lihat
  • Apa yang sering kamu gambar
  • Apa yang kamu sukai

Dalam psikologi kreativitas, ini disebut emergent style—gaya yang muncul secara alami dari kebiasaan.


Fase 5: Bikin Karya Sendiri

Suatu hari, kamu duduk dan berpikir:

“Gue mau gambar apa ya?”

Bukan lagi:

“Mau niru siapa?”

Dan ini perubahan besar.

Dalam teori kreativitas, ini disebut tahap creative production, di mana seseorang:

  • Menghasilkan ide baru
  • Menggabungkan pengalaman visual
  • Menyampaikan makna

Kamu tidak lagi sekadar menggambar.
Kamu mulai bercerita lewat visual.


Jadi… Kenapa Proses Ini Penting?

Karena banyak orang berhenti di tengah jalan.

Mereka merasa:

  • “Gue nggak berbakat”
  • “Gambar gue jelek”
  • “Kok nggak berkembang?”

Padahal sebenarnya…

Mereka cuma lagi ada di fase yang secara ilmiah memang sulit.


Penutup

Kalau hari ini kamu masih niru…Itu bukan tanda kamu gagal. Itu tanda kamu sedang belajar melihat. Dan seperti kata Betty Edwards:

Menggambar bukan soal bakat, tapi soal bagaimana kita belajar melihat dunia dengan cara yang berbeda.

Jadi santai aja. Semua artist yang kamu kagumi…pernah ada di titik yang sama.

(BP/CA)

Tags:

Leave a Comment