BAHAYA TERSEMBUNYI DI BALIK KEBIASAAN MENUNDA BERKARYA
Share
SERING MAGER BERKARYA?
Sering mager saat mulai mau menggambar? Sering merasa ragu dan menunggu waktu yang “sempurna” buat berkarya? Tanpa disadari ada bahaya besar mengintip kebiasaan menunda. Apa yang kita perlu tahu tentang kebiasaan menunda atau PROCRASTINATING dan bagaimana sebuah metode bernama SECOND RULE bisa membantu atasi kebiasaan ini?

MENGAPA KITA SERING PROCRAST?
Saat akan memulai sebuah tindakan, secara naluriah otak berusaha melindungi kita dari semua resiko seperti rasa lelah, takut, stress dll. Naluri primitif ini sebenarnya berguna untuk mengantisipasi potensi bahaya yang mungkin akan muncul di waktu yang akan datang, namun otak tidak bisa membedakan antara potensi bahaya dengan potensi resiko yang sebenarnya justru bagus bagi perkembangan kita.
Di saat kita ragu ketika akan bertindak seringkali otak justru akan segera mengesampingkan keinginan untuk aktif dan menggantikan dengan hal lain yang lebih menarik dan dianggap tidak beresiko atau malah melupakannya sama sekali. Hal inilah yang sering membuat kita malas atau menunda-nunda.
BAHAYA DI BALIK KEBIASAAN MENUNDA

Jika kita tidak berusaha mengontrol kebiasaan menunda, makan otak akan lepas kendali kita. Ketika otak kita bekerja tanpa kendali, fungsi otak yang berperan besar dalam proses kreatif yang disebut prefrontal cortex akan terganggu. Padahal, menurut Amy Arnstern, peneliti di Yale, bagian otak ini sangat penting untuk proses kreatif, membuat keputusan, rencana, dan tindakan untuk mencapai suatu tujuan. Nah jika kita sering menunda, bayangkan betapa buruknya kerugian yang bisa ditimbulkan. Jika kita terus-menerus melakukan kebiasaan menunda, prefontal cortex yang terganggu yang biasanya ditandai kurangnya daya berkonsentrasi, tidak dapat membedakan benar dan salah, berkurangnya kemampuan untuk mengambil keputusan dan menjadi pemalas sehingga menghambat potensi kita untuk maju.
APA ITU 5 SECOND RULE?
Ada banyak cara untuk mengatasi kebiasaan menunda. Salah satunya adalah metode 5 SECOND RULE. Metode yang telah terbukti ilmiah dicetuskan oleh Mel Robbins dalam buku The 5 Second Rule. Bagaimana melakukannya? Jika kamu memiliki insting atau keinginan untuk melakukan sesuatu, hitung mundur 5 detik. 5 4 3 2 1 dan segera lakukan tindakan!. Bayangkan kejadian ketika kita tiba-tiba lari sekencang mungkin ketika dikejar seekor anak anjing. Seperti itulah metode ini harus diterapkan.
MENGATASI KERAGUAN DALAM BERTINDAK
5 SECOND RULE membuat otak tidak lagi memikirkan keraguan atau perasaan yang bisa mengganggu pengambilan tindakan. Teknik ini sebuah bentuk dari metacognition, yaitu cara mengelabui otak kita untuk mencapai suatu tujuan. Metakognisi (metacognition) adalah kesadaran, keyakinan dan pengetahuan seseorang tentang proses dan cara berpikir pada hal-hal yang mereka lakukan sendiri sehingga meningkatkan proses belajar dan memori. Metacognition mengacu pada kemampuan memikirkan “cara berpikir”.
MENJAGA KESADARAN DIRI
5 second rule membantu kita mengatur kebiasaan baik untuk otak sehingga tidak berfungsi secara autopilot atau otomatis. Kebiasaan autopilot membuat kita sulit berkembang dan mencapai tujuan. Sulit berinisiatif dan tenggelam dalam rutinitas yang tidak kreatif tanpa kesadaran penuh.
Mode autopilot adalah kondisi saat seseorang menyelesaikan rutinitas sehari-hari berdasarkan kebiasaan hingga tertanam ke dalam pikiran bawah sadar. Bisa dikatakan, segala aktivitasnya dilakukan tanpa kesadaran penuh dan lebih mengandalkan naluri.
MEMPERTAJAM INSTING DALAM BERTINDAK
Untuk berhasil dalam metode 5 Second Rule ini kita harus memperkuat insting saat ingin bertindak. Kekuatan kontrol diri adalah aspek terpenting dalam aturan ini. Bangun kebiasaan untuk memaksa diri bertindak. Itulah satu-satunya cara mengambil alih kesadaran otak yang sedang berusaha menyabotase pikiran yang cenderung malas. Apa saja cara yang bisa kita gunakan untuk “memaksa diri kita?”
- Fokus pada goal dan abaikan semua distraksi. Tentu saja sebuah goal akan butuh pengorbanan! Jika kamu merasa takut berarti goal kamu cukup besar dan berharga untuk dicapai.
- Stop multitasking. Ingat, fokuslah untuk jadi produktif bukan untuk jadi sibuk.
- Selalu siap “menderita”. Kesiapan untuk mengambil resiko akan membuat kita memiliki kesiapan mental dan tenaga ekstra untuk menghadapi tantangan.
Nah ternyata kebiasaan menunda bisa begitu besar ya pengaruhnya bagi perkembangan kita sebagai artist maupun sebagai individu yang selalu ingin maju. Yok langsung praktekkan dalam semua aspek hidup sehari-hari agar kita makin lebih baik lagi.
Semangat BERKARYA!
The mind is just like a muscle – the more you exercise it, the stronger it gets and the more it can expand. Idowu Koyenikan
(BP/CA)
