5 Tanda Kamu Mampu Menyeimbangkan Validasi dalam Berkarya!
Validasi itu kebutuhan manusiawi. Artist harus tahu cara menyeimbangkan validasi dari luar dan dari dalam. Karena pada akhirnya, nilai karya seni tidak hanya ditentukan oleh siapa yang menjadi audience karya kita, tapi juga oleh seberapa jujur dan hidup, proses menciptakannya. Inilah 5 tanda kamu telah memiliki
kemampuan untuk menyikapi validasi dalam berkarya dengan bijak.
1. Memahami Tujuan dalam Berkarya
Tanyakan ke diri sendiri: “Kenapa aku membuat karya ini?â€
“Apakah aku membuatnya untuk mengekspresikan diri, membuat pesan, belajar, atau hanya mencari pujian dan viral?â€
Kalau tujuan kita jujur dan kuat, validasi dari luar akan menjadi bonus, bukan alasan utama dalam membuat karya.
2. Memisahkan Apresiasi & Identitas
Apresiasi itu menyenangkan sebagai tanda bahwa usaha kita dalam berkarya telah sepenuh hati. Tapi hati-hati agar tidak menjadikannya sebagai penentu nilai diri kita dan menjadikannya tolok ukur personal kita. Kamu adalah seorang artist bahkan saat tak ada yang memuji. Karya jelek pun bagian dari proses seni.

3. Memiliki Siklus Refleksi & Feedback
Refleksi adalah validasi dari dalam sedangkan Feedback adalah validasi dari luar yang sehat. Setelah menyelesaikan karya tanyakan pada diri sendiri: “Apa
yang aku pelajari? Apa yang ingin aku coba lain kali?â€. Minta pendapat dari orang lain, yang kompeten memberi kritik membangun, bukan sekedar “bagus kok!â€.
4. Menyadari jika Validasi itu Fluktuatif
Posting karya itu penting bagi artist untuk menjangkau audience . Hari ini postingan karya kita bisa ramai, besok bisa saja sepi.
Ingat, respon audience bukanlah cerminan nilai diri kita namun itulah respon mereka pada karya kita. Belajar berdamai dengan naik-turunnya respon dari luar akan membuat kita menjadi lebih tahan banting secara emosional.
5. Utamakan Validasi Dari Dalam
Kadang, kita buru-buru mengunggah karya biar dapat reaksi. Coba beri jarak dulu. Lihat karya itu dengan mata segar dan tanya ke diri kita:
“Kalau tidak ada yang melihat karya ini, apa aku tetap bangga?â€
Kalau jawabannya “iyaâ€, berarti kamu sudah punya validasi dari dalam yang kuat.
Artist mencari penghargaan itu wajar sebagai salah satu kompas dalam berkarya. Tapi jika terlalu bergantung pada validasi luar, artist bisa kehilangan arah,
mudah goyah, bahkan kehilangan kesenangan dalam berkarya.
(BP/CA)