Type to search

ART FIGURES VALUABLE ARTICLES

Hanya Bisa Dilihat dari Udara!: Mengenal Saype, Seniman di Balik Lukisan Raksasa yang Mengubah Gunung Menjadi Kanvas

Share
www.cnnindonesia.com

Bagaimana jika sebuah karya seni raksasa berukuran ribuan meter persegi dibuat bukan untuk bertahan berabad-abad, melainkan untuk pudar bersama waktu dan menyatu kembali dengan alam?

Inilah esensi dari karya Saype (nama asli: Guillaume Legros), seorang seniman land art dan mantan perawat asal Prancis yang kini mendunia karena lukisan-lukisan monumennya di atas rumput, tanah, hingga puncak gunung.

www.cnnindonesia.com

Seni yang Berumur Pendek (Ephemeral Art)

Lahir pada tahun 1989, Saype memulai perjalanan kreatifnya dari dunia graffiti jalanan. Namun, keresahannya terhadap isu sosial dan eksploitasi lingkungan membawanya ke arah yang sama sekali baru. Ia memindahkan medianya dari dinding beton ke lanskap alam terbuka.

Karya Saype dikategorikan sebagai ephemeral art (seni yang berumur pendek). Karena dilukis langsung di atas rumput atau tanah, lukisan raksasanya hanya bertahan antara beberapa hari hingga beberapa minggu saja. Faktor alam seperti pertumbuhan rumput, hujan, dan aktivitas hewan akan perlahan menghapus jejak karyanya.

www.cnnindonesia.com
The giant artwork covers 5,000 square meters and was produced with biodegradable paints made from natural pigments. 
FABRICE COFFRINI/AFP/Getty Images

Inovasi Cat 100% Biodegradable

Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah: Apakah cat yang digunakan merusak lingkungan?

Saype menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk melakukan riset laboratorium demi menciptakan formula catnya sendiri. Ia berhasil menciptakan cat yang 100% biodegradable (ramah lingkungan dan dapat terurai secara alami).

Bahan dasar catnya sangat sederhana namun efektif:

  • Kapur untuk memberikan warna putih.
  • Arang untuk memberikan gradasi warna hitam dan abu-abu.
  • Kasein (protein susu) yang berfungsi sebagai perekat alami.

Dengan formula ini, ia bisa menyemprotkan ribuan liter cat menggunakan kompresor khusus langsung ke permukaan rumput tanpa meracuni tanah atau mengganggu ekosistem di bawahnya.

All images courtesy of Saype

Proyek Global “Beyond Walls”

Salah satu proyeknya yang paling ambisius adalah “Beyond Walls”, sebuah kampanye seni global yang dimulai pada tahun 2019. Melalui proyek ini, Saype melukis gambar tangan-tangan raksasa yang saling menggenggam satu sama lain di berbagai kota besar dunia—mulai dari Paris (di bawah Menara Eiffel), Berlin, Jenewa, Cape Town, hingga Istanbul.

Pesan yang ingin disampaikan sangat mendalam: persatuan, gotong royong, dan meruntuhkan tembok pemisah antarmanusia. Melalui perspektif dari udara (menggunakan drone), dunia dapat melihat bagaimana manusia sebenarnya saling terhubung melintasi batas-batas geografis dan sosial.

www.cnn.com

Mengapa Karyanya Begitu Berharga?

Bagi Saype, keindahan sejati justru terletak pada ketidakabadian karya tersebut. Di era digital di mana semua hal ingin diabadikan selamanya, Saype mengajak kita untuk hadir di momen saat ini (live in the present).

Ia membuktikan bahwa seni yang monumental tidak harus meninggalkan sampah visual atau merusak bumi, melainkan bisa menginspirasi jutaan orang lalu hilang secara anggun kembali ke pelukan alam.

Tags:

Leave a Comment