Type to search

ART FIGURES VALUABLE ARTICLES

Mengenal Concha García Zaera: “Nenek MS Paint” yang Viral hingga Dilirik Disney untuk Garap Poster Film

Share

Ketika mendengar kata software digital art, pikiran kita mungkin langsung tertuju pada Adobe Photoshop, Procreate, atau CorelDRAW. Namun, bagi Concha García Zaera (1930–2023), sebuah mahakarya tidak membutuhkan tools modern yang rumit. Menggunakan komputer Windows 7 tua, sebuah mouse, dan program legendaris Microsoft Paint (MS Paint), nenek asal Valencia, Spanyol ini berhasil memukau dunia dengan lukisan digitalnya yang luar biasa mendetail.

Dijuluki netizen sebagai “La abuela del paint” (Nenek Paint), kisah hidup dan dedikasinya membuktikan satu hal: kreativitas tidak mengenal batas usia maupun keterbatasan teknologi.

Berawal dari Aroma Cat Minyak dan Sebuah Hadiah

Lahir pada tahun 1930, Concha sebenarnya selalu mencintai seni rupa sejak muda. Ia sempat mengambil kelas lukis tradisional di Universitat Popular de Valencia dan gemar melukis dengan cat minyak di atas kanvas.

Namun, garis hidup membawanya ke arah yang berbeda:

  • Masalah Kesehatan: Aroma menyengat dari disinfektan dan pengencer cat minyak (oil paint thinners) mulai mengganggu kesehatannya, membuat Concha terpaksa berhenti melukis dengan media tradisional di rumah.
  • Tugas sebagai Pengasuh: Ketika suaminya jatuh sakit, Concha harus menghabiskan sebagian besar waktunya di rumah untuk merawat sang suami, yang membuatnya tidak bisa lagi menghadiri kelas seni di komunitas lokal.

Melihat ibunya kesepian dan merindukan dunia seni, anak-anak Concha memberinya sebuah hadiah yang mengubah segalanya pada tahun 2004: sebuah komputer (PC). Awalnya, mereka berpikir Concha hanya akan menggunakannya untuk bermain Solitaire. Namun, Concha justru tidak sengaja membuka Microsoft Paint. Di sanalah petualangan barunya dimulai.

Piksel demi Piksel: Proses Kreatif yang Super Sabar

Bagi sebagian besar orang, menggambar menggunakan mouse di MS Paint adalah hal yang menyebalkan karena fiturnya yang sangat basic, tanpa dukungan pressure sensitivity layaknya pen tablet modern. Namun bagi Concha, keterbatasan itu adalah ruang bermainnya.

“Saya mulai menggambar hal-hal kecil: pertama sebuah rumah, lalu gunung… Langkah demi langkah, saya mulai menambahkan detail, dan pada akhirnya hasilnya menjadi sangat indah.” — Concha García Zaera

Proses berkarya Concha sangat bergantung pada konsistensi:

  1. Sumber Inspirasi: Concha mengaku tidak memiliki imajinasi yang liar. Ia murni terinspirasi dari kartu pos jadul yang sering dikirimkan suaminya dulu, foto-foto lanskap yang ia sukai, serta keindahan arsitektur kota kelahirannya, Valencia.
  2. Detail Bayangan yang Rumit: Yang membuat karya Concha luar biasa adalah bagaimana ia membangun dimensi, gradasi warna, dan bayangan (shading) murni dari goresan manual piksel demi piksel menggunakan mouse.
  3. Waktu Pembuatan: Karena ketelitiannya yang luar biasa, satu buah lukisan pemandangan atau hewan bisa memakan waktu dua minggu hingga satu bulan penuh untuk diselesaikan.

Menjadi Sensasi Viral di Instagram hingga Dilirik Disney

Selama bertahun-tahun, Concha hanya menyimpan karyanya di komputer atau membagikannya secara santai di Facebook. Semuanya berubah pada tahun 2017 ketika salah satu cucunya menyarankan agar ia membuat akun Instagram (@conchagzaera).

Pada Maret 2018, seorang pengguna Twitter membagikan salah satu karya Concha. Dalam hitungan hari, akun Instagram nenek ini meledak dari hanya beberapa ratus pengikut menjadi lebih dari 100.000 pengikut (dan kini mencapai lebih dari 300.000 pengikut). Netizen jatuh cinta pada kombinasi estetika pixel art yang hangat, sobrietas warna yang rapi, serta kepribadian Concha yang sangat rendah hati di kolom komentar.

Puncak pengakuan profesionalnya terjadi pada tahun 2018, ketika The Walt Disney Company secara resmi merekrut Concha untuk membuat ulang poster film komedi musikal Mary Poppins Returns menggunakan Microsoft Paint.

www.euronews.com

Warisan yang Abadi

Concha García Zaera wafat pada 20 Juli 2023 di usia 93 tahun. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi ratusan ribu penggemarnya di media sosial, termasuk para seniman digital muda yang menjadikannya ikon inspirasi.

Kisah Concha adalah pengingat berharga bagi komunitas kreatif dan website manager di bidang seni: bukan tools mahal yang melahirkan karya hebat, melainkan ketekunan, rasa cinta pada proses, dan kemauan untuk terus belajar. Melalui aplikasi bawaan Windows yang sering diremehkan, Concha berhasil melukis salah satu cerita paling indah dalam sejarah seni digital modern.

Tags:

Leave a Comment