Type to search

ART FIGURES VALUABLE ARTICLES

Seni ‘Cukil’ Bernilai Tinggi: Dedikasi Pak Mujirun Mengukir Identitas Bangsa di Lembaran Rupiah

Share

Setiap kali kita bertransaksi menggunakan uang kertas, kita sebenarnya sedang memegang sebuah karya seni cetak grafis tingkat tinggi. Di balik garis-garis presisi yang membentuk wajah pahlawan, ada dedikasi luar biasa dari seorang Engraver. Salah satu sosok legendaris yang dimiliki Indonesia adalah Pak Mujirun, seorang maestro yang telah mengabdikan dirinya selama puluhan tahun di Peruri.


Mujirun: Maestro Pengukir Sejarah

https://cdn.utakatikotak.com/

Mujirun, pria asal Yogyakarta, bukanlah orang sembarangan. Ia adalah pengukir gambar (engraver) utama yang bertanggung jawab atas desain uang kertas Rupiah era 80-an hingga 90-an. Sepanjang kariernya, ia telah menciptakan sedikitnya 13 desain utama uang kertas Indonesia.

Lahir pada 26 November 1958, Mujirun memulai kariernya di PERURI sejak tahun 1979 hingga memilih pensiun dini pada tahun 2009. Selama tiga dekade, ia tidak hanya menjadi bagian penting dari tim engraver, tetapi juga terus mengembangkan keahliannya melalui berbagai pendidikan, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Di antaranya, ia pernah belajar di Studio Ifansyah (1998) untuk memperdalam teknik menggambar dan melukis realis, melanjutkan studi di ITB (2002), dan Pascasarjana ISI Yogyakarta (2007).

https://www.instagram.com/mujirun_engraver/

Sebelumnya pelukis engraving di Peruri adalah Sajirun yang mendalami seni engraving di Austria selama 5 tahun. Mujirun kemudian dipilih untuk meneruskan peran Sajirun melalui sebuah seleksi di kampusnya. Di Peruri Sajirun digembleng untuk menjadi seorang seniman engraving dari nol yang akan menciptakan karya-karya yang kelak menghiasi mata uang Rupiah.

Sebagai bagian dari pengembangan profesionalnya di PERURI, Mujirun juga mendapatkan kesempatan belajar langsung di beberapa negara. Ia mempelajari teknik engraving di Swiss dan Italia (1982), menangani security printing di Malaysia (1990), mengikuti studi banding tentang mata uang di Inggris (1992), dan mendalami software engraver di Hungaria (2004).

Skill engraving adalah skill seni yang rumit dan masih langka bahkan negara lain seperti Malaysia, Brunai dan Singapura belum memiliki artist engraving sendiri dan menggunakan artist dari luar negeri untuk membuat seni engraving dalam mata uang mereka. Inggris adalah salah satu negara dengan seni engraving yang maju dan mengerjakan 100 mata uang negara-negara di dunia. Jadi keberadaan artist engraving Indonesia tentu sangat membanggakan.

Proses engraving dari pembuatan sketsa hingga mencukil di atas logam yang rumit dan presisi (Youtube/MercuTV)

Karya-karyanya yang paling diingat masyarakat antara lain:Gusti Ngurah Rai (pada pecahan Rp50.000), Imam Bonjol, Tengku Umar, Ki Hajar Dewantara Otto Iskandar Dinata dan pecahan Rp20.000 tahun 1995.


Mengenal Teknik Engraving: Seni Mencukil di Atas Logam

Apa yang membuat karya Mujirun begitu istimewa? Jawabannya ada pada tekniknya: Engraving.

Seni ukir, yaitu teknik mengukir desain ke permukaan keras (logam, kayu) untuk membuat cetakan, berasal dari pertengahan abad ke-15 dari seni pembuatan perhiasan emas dan niello di Eropa, mencapai puncaknya selama Renaisans dengan para maestro seperti Dürer. Teknik ini berfungsi sebagai media yang vital dan detail untuk mereproduksi lukisan, mengilustrasikan buku, dan ekspresi artistik, beralih dari pekerjaan pahat manual ke etsa yang lebih cepat dan pencetakan industri pada abad ke-19. 

Ukiran Intaglio adalah sebuah teknik yang digunakan dalam produksi desain ukir di atas uang kertas di mana garis-garis diukir pada pelat logam, digunakan untuk menciptakan garis-garis halus dan bertekstur pada uang kertas untuk mencegah pemalsuan. Pelat diolesi tinta, dilap, dan dijalankan melalui mesin cetak dengan kertas yang dibasahi untuk mentransfer desain.

Berbeda dengan melukis di kanvas menggunakan kuas, engraving adalah seni mencukil atau mengukir di atas plat logam secara manual. Teknik ini membutuhkan konsentrasi dan ketelitian tingkat dewa. Bayangkan saja, untuk menyelesaikan satu gambar tokoh pahlawan agar terlihat hidup dan memiliki dimensi, seorang engraver membutuhkan waktu 3 hingga 4 bulan. Teknik ini juga berfungsi sebagai fitur keamanan tingkat tinggi pada uang kertas, karena detail halus hasil cukilan tangan sangat sulit untuk dipalsukan oleh mesin biasa.


Para Pionir di Balik Oeang Republik Indonesia (ORI)

Sebelum era Mujirun, sejarah mencatat nama-nama hebat yang merintis wajah mata uang kita sejak awal kemerdekaan:

  • Abdulsalam & Soerono: Dua sosok pelukis pertama yang merancang desain Oeang Republik Indonesia (ORI) saat bangsa ini baru saja merdeka.
  • Oesman Effendi: Desainer dan engraver mata uang periode 1945–1965 yang turut memperkuat identitas visual bangsa.
  • Bunyamin Suryohardjo: Salah satu putra terbaik Perum Peruri yang dikenal karena kemampuannya membuat detail gambar uang yang sangat rumit.

Lebih dari Sekadar Alat Tukar

Melalui dedikasi para engraver seperti Mujirun, uang kertas bukan sekadar alat tukar ekonomi, melainkan juga media pengingat sejarah. Setiap garis yang mereka cukil adalah penghormatan bagi para pahlawan yang telah berjuang bagi Indonesia.

Lain kali saat kita memegang selembar uang Rupiah, coba perhatikan lebih dekat. Di sana ada keringat, waktu, dan seni luar biasa dari para maestro yang bekerja dalam senyap.

(CA/BP)

Tags:

Leave a Comment