SELF REWARD BOLEH SAJA, TAPI?
Share
Self-reward bukan musuh! tapi bisa jadi jebakan kalau caranya salah.Di dunia seni, kemajuan bukan soal skill saja tapi juga bagaimana kita membangun disiplin, mengatur dopamine, dan belajar menikmati proses tanpa harus selalu “dihadiahi”.
Gunakan 6 tips ini saat ingin memberi self reward setelah berkarya!
1. Self Compassion VS Memanjakan Diri?
Self-compassion = memberi ruang untuk gagal & bangkit. Memanjakan diri = menghindari ketidaknyamanan belajar. Artist berkembang justru karena bisa berdamai dengan tantangan. Semua hal besar terletak di balik setiap tantangan yang kita hadapi.
2. Jebakan Junk RewardÂť
Karena mudah & cepat, otak jadi ketagihan pola: kerja sedikit = hiburan instan dari game, medsos, junkfood dan aktivitas lain yang membuat banjir dopamin. Lama-lama, kerja keras jadi makin sulit dilakukan karena sikap mudah menyerah.
3. Melupakan Kekuatan Delay Gratification
Delay Gratification atau menunda kesenangan penting sekali untuk mengembangkan diri dan terhindar dari dorongan impulsif yang memberi kesenangan sementara. Artist butuh mengembangkan konsistensi dan daya tahan terhadap proses yang panjang.
4. Self Reward untuk Selebrasi vs Pelarian
Bukan menggunakannya untuk merayakan hasil tapi malah jadi alasan kabur dari rasa bersalah karena menunda-nunda atau berbagai alasan untuk tidak berkarya. Kebiasaan ini dipicu ketika kita mudah memberi alasan untuk hal-hal yang seharusnya dihindari.
5. Berkarya Jadi Beban yang Harus Dibayar
Kenapa sekarang kalau berkarya seperti sebuah tanggung jawab sehingga kita menuntut imbalan padahal menggambar adalah sebuah proses rekreatif yang seharusnya menyenangkan?. Berkarya bagian dari reward itu sendiri. Kalau mindset salah, art jadi kewajiban, bukan kesenangan.
6. Memicu Ingin Hasil Serba Instan
Dari kebiasaan kecil akhirnya ini menjadi jebakan dopamin. Otak ingin hadiah cepat, bukan proses panjang. Baru latihan 1 atau 2 hari, langsung berharap skill naik drastis. Proses berkembang itu tidak selalu enak dan mudah. Cintailah proses berkarya.
Kamu mungkin ingat tentang Marshmallow test yang dilakukan oleh seorang ahli psikologi Walter Mischel di Universitas Stanford. Hasilnya, kemampuan untuk menunda kesenangan berkaitan erat dengan kesuksesan dan perkembangan positif di masa depan. Self-reward tetap penting, selama digunakan dengan sadar dan tepat.
Alih-alih menjadi pelarian, jadikan ia sebagai bentuk apresiasi atas proses yang telah dijalani.
Karena pada akhirnya, bukan reward yang membuat kita berkembang— melainkan konsistensi dalam menikmati perjalanan itu sendiri.
(BP/CA)
