Type to search

Featured INSPIRATION VALUABLE ARTICLES

Gak Harus Jadi Pelukis Terkenal!: Beragam Alasan Positif Kenapa Kamu Harus Menggambar

Share

Ada banyak anggapan salah kaprah tentang menggambar. Banyak orang berpikir bahwa menggambar itu hanya untuk seniman sejati. Tidak sedikit juga pendapat bahwa pelajaran menggambar itu tidak penting di sekolah. Orang awam masih mengira bahwa menggambar hanya bisa dilakukan oleh orang yang berbakat.

Alasan paling umum orang-orang untuk enggan menggambar adalah karena takut hasilnya akan jelek dan tidak percaya diri. Selain itu banyak yang beranggapan ketika hasilnya tidak bagus berarti tidak ada keuntungannya melakukan itu.

Akan tetapi kita semua lahir dengan banyak keinginan untuk mengekspresikan diri dan seni mencakup banyak kegiatan yang sangat luas. Bahkan nenek moyang manusia meninggalkan jejak lukisan-lukisan purba berusia ribuan tahun yang menandakan begitu kuatnya ikatan manusia dengan gambar.

Jadi apa saja alasan mengapa setiap orang WAJIB menggambar?

1. Menggambar Dapat Melepas Stress

Menggambar merupakan kegiatan yang membuat rileks yang dapat menurunkan stress, yang berarti akan membuat otak anda lebih fresh. Ketika otak kita fresh, kita akan merasa lebih bahagia dan yang pasti bahagia itu berarti sehat.

Menggambar bisa sebagai pengalih perhatian, mengalihkan pikiran kita dari kegiatan sehari-hari dan dapat mengistirahatkan otak kita. Faktanya adalah setiap orang rata-rata berpikir sebanyak 60,000 per harinya.

Ketika kamu terbenam dalam kegiatan kreatif, secara tidak sadar kamu akan menemukan dirimu sendiri. Menggambar itu laksana meditasi, ketika kita fokus secara otomatis kita akan mengesampingkan beberapa pikiran dan kegelisahan. Ketika menggambar itu berarti kita sedang melatih otak kita untuk berkonsentrasi pada suatu details dan pada sekeliling kita. Kegiatan seperti ini yang disebut meditasi.

“Menggambar mencakup semua fungsi mata; gelap, cahaya, tubuh dan warna, bentuk dan lokasi, jauh dan dekat, gerak dan diam.” Leonardo Da Vinci

2. Menggambar Mendorong Pemikiran Kreatif

Dr. Lawrence Katz seorang profesor di neurobiology at Duke University Medical Center menemukan bahwa penurunan mental itu terutama disebabkan oleh hilangnya komunikasi antar sel-sel otak, bukan dari matinya sel-sel otak itu sendiri.

Menggambar dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah. Menggambar itu tidak seperti matematika, tidak ada jawaban benar dalam menggambar. Menggambar dapat meningkatkan kreatifitasan berpikir dan meningkatkan pikiran untuk membuat solusi unik sendiri.

Berpikir secara out-of-the-box juga dapat menstimulat otak untuk menumbuhkan neuron baru. Berpikir secara kreatif tidak berarti menggunakan sisi otak kanan. Melainkan melibatkan semua belahan otak yang saling berkomunikasi.

Konsep dominasi otak kanan atau kiri tidak pernah ada yang mendasari secara kuat dalam sains, sejak pertama kalinya. Sekarang teori tersebut hanyalah mitos belaka. Kegiatan yang paling rumit yang dilakukan manusia, seperti belajar bahasa, mendengarkan musik, memerlukan semua belahan otak untuk berpikir.

3. Menggambar Mendorong Rasa Percaya Diri

Ketika gambar atau karya seseorang atau bahkan karya kamu sendiri di tempelkan atau dipamerkan agar bisa dilihat oleh orang lain secara tidak sadar hal itu akan meningkatkan rasa kepercayaan diri. Menggambar bisa membuat “perasaan nyaman” yang disebabakan meningkatnya neurotransmitter dopamine. Dopamine bisa disebut juga sebagai “molekul motivasi” yang mendorong motivasi dan fokus. Kondisi inilah yang memungkinkan seseorang memiliki dorongan untuk mencapai tujuannya.

Ketika kamu bisa menyelesaikan sebuah gambar dan kamu mengatakan “aku berhasil,” dopamine menstimulate pembuatan neuoron baru dan menyiapkan otakmu untuk belajar yang lain. Kamu tidak harus membuat Fine Art, kamu hanya perlu menggambar apa yang ada dalam pikiran dan menuangkannya pada sebuah media.

Menggambar meningkatkan dopamin yang dapat menghilangkan depresi dan melambatkan penuaan otak.

4.  Menggambar meningkatkan Kekenyalan dan Konektivitas Otak

Kekenyalah otak atau disebut juga Neuoraplasticity-ketika ada kata “plastic” pasti yang muncul di pikiran kita adalah Tupperware atau Buble Warp, tentu bukan itu ya. Neuroplasticity adalah kemampuan otak untuk mengganti menjadi lebih baik atau menjadi lebih buruk dan tidak melihat umur. seperti yang kamu bayangkan, fleksibilitas otak sangat berperan penting dalam pengembangan atau penurunan dan pembentukan kepribadian yang berbeda.

Setiap kali kamu mencoba kegiatan baru yang rumit, otak mebuat koneksi baru antara sell otak. Kemampuan otakmu untuk mengembangkan hubungan dan berganti melalui masa hidupmu disebut sebagai Brain Plasticity atau Neuroplasticity.

Menggambar menstimulate komunikasi antara banyak bagian dari otak. Dengan cara ini, menggambar telah terbukti meningkatkan ketahanan psikologis dan ketahanan dari stress. Diperkirakan bahwa kecerdasan lebih tergantung pada jumlah koneksi otak dari pada ukuran otak kamu.

5.  Pelajaran Kesenian membuat anak menjadi Pelajar yang lebih baik

Pengajar dan orang tua sepertinya sudah lama menduga bahwa pelajaran kesenian bisa membuat anak menjadi pelajar yang lebih baik. Sekarang dengan /neuroimaging/ ilmuwan akhirnya membernarkan dugaan tersebut. Anak yang dilatih untuk bermain musik bagus dalam pelajaran matematika, bahasa dan membaca. Pelajaran kesenian menambah kekenyalan otak dan meningkatkan aliran darah ke otak.

Sudah ada banyak bukti bahwa keuntungan pelajaran musik dalam peningkatan otak pada masa anak-anak bisa berlanjut terus hingga dewasa bahkan seumur hidup. Sama halnya dengan seni visual atau biasa disebut menggambar/melukis.

Selain meningkatkan kekenyalan otak, juga meningkatkan kepandaian, IQ, dan fokus. Menggambar atau bermusik meningkatkan perilaku secara keseluruhan dan mengurangi impulsif. Namun sayangnya, masih banyak sekolah yang menganggap pelajaran kesenian itu tidak penting.

6. Menggambar meningkatkan Empati, Toleransi, dan perasaan Menyayangi

Sebuah studi yang dilakukan lebih dari 10,000 pelajar menemukan bahwa satu jam mengunjungi musium seni bisa mengubah cara mereka berpikir dan merasakan. Pelajar yang mengunjungi museum tidak hanya menunjukkan kemampuan berpikir kritis tapi juga menunjukan empati yang besar terhadap bagaimana orang hidup pada masa lampau dan menyatakan toleransi yang besar terhadap orang yang berbeda dari diri mereka sendiri.

Profesor Semir Zeki, seorang Neurobiologis di Universitas College London, menemukan bahwa kemudahan dalam melihat sebuah karya seni memberikan kenyamanan, seperti halnya ketika seseorang merasa jatuh cinta.

Pengamatan otak menunjukkan bahwa melihat pada sebuah karya bisa memicu dopamin ke area yang sama di otak untuk merasakan cinta romantis. Kebanyakan dari kita, sangat tidak memungkinkan untuk mengunjungi musium seni setiap hari, namun kamu bisa menggunakan cara lain untuk kebutuhan seni setiap harinya dengan mengunjungi akun seni di media sosial atau situs web seperti deviantart, pinterest, behance dll.

7. Menggambar Dapat Meningkatkan Kualitas Hidup Untuk Pasien Dementia

Menggambar meningkatkan kemampuan kognitif dan ingatan, bahkan untuk orang dengan gangguan otak yang serius. Dementia disebut juga sebagai masalah kehilangan ingatan, tapi pasien juga mengalami simptom seperti agitasi, agresi, anxiety, depersi dan insomnia. Pemberian obat untuk simptom dementia umunya tidak berhasil. Ketika pasian dementia mendorong dirinya untuk menggambar, mereka mendapatkan kesenangan dari hal tersebut.

Menggambar juga meningkatkan tingkah laku, harga diri, dan mengurangi simptom psikiatrik. Dr. Arnold Bresky adalah seorang Psikis yang menciptakan program yang disebut “Brain Tune Up” yang menggunakan gamar untuk terapi pasien Dementia dan Alzheimer. Dr. Arnold Bresky telah melihat sebanyak 70% programnya sukses dan meningkatkan ingatan pasiennya.

Dengan menggambar dan melukis, pasien meningkatkan konektivitas antara hemispheres kanan dan kiri otak dan menumbuhkan sel-sel baru.

8. Seni Meringankan Beban Kondisi Kesehatan Kronis

Dalam Hubungan Antara Seni, Penyembuhan, dan Kesehatan Masyarakat: Sebuah tinjuauan dari Literature saat ini, peneliti menganalisis dan melaporkan temuan lebih dari 100 penelitian yang dilakukan tentang efek seni pada kesehatan fisik dan psikologis.

  • Mereka menemukan bahwa musik dan Seni visual mempengaruhi pasien dalam cara:
  • Seni membuat pasien lupa dengan sakitnya unduk sesaat, memungkinkan mereka fokus pada hal positif
  • Menggambar membuat mereka menjaga identitas tentang siapa dirinya sebelum mereka sakit.
  • Aktivitas kreativ memberi mereka rasa berprestasi.
  • Menggambar menolong mereka mengekspresikan Perasaan.
  • Menggambar mengurangi stress dengan mengurangi tingkat stress dari hormon cortisol.

Dr. John Graham-Pole seorang pensiunan onkologi pediatrik yang menulis puisi untuk memproses beberapa realitas suram yang dia hadapai ketika bekerja di rumah sakit. Dia mengembangkan workshops seni informal untuk menolong antara pasien dan pegawai dengan menulis dan menggambar.

“Seni adalah penentu kesehatan kita. Tidak bisa menyembuhkan penyakit tertentu, tapi sangat menguntungkan bagi sakit apapun.” Dr. John Graham-Pole

9. Menggambar Itu Kegiatan Yang Bisa Dilakukan Di Mana Saja

Albert Einstein mengatakan “Kreatifitas adalah kepandaian bersenang-senang.”

Jika kamu sudah lama tidak bersenang-senang mengekspresikan diri dengan kreativitas, kamu mungkin tidak tahu dari mana harus memulai. Menggambar adalah aktivitas yang murah, mudah dan bisa dilakukan siapa saja. Semua orang pasti memiliki kertas dan pensil di rumah. Kamu bahkan bisa menggunakan kertas bekas untuk membuat doddle cepat.

Atau jika kamu familiar dengan software digital, saat ini hampir semua handphone mendukung fitur untuk menggambar digital. Kamu bisa menggambar di mana saja saat ada waktu luang dan ingin mengekspresikan ide dan pikiran kamu.

Jadi Mengapa Banyak Alasan Untuk Semua Manusia Menggambar?

Mengapa setiap orang wajib menggambar, secara garis besar ini karena menggambar bisa memebuat pikiran kita rileks, ketika rileks otak kita akan beristirahat dan menjauhkan dari stress. Menggambar juga dapat membuat kita bahagia karena kita dapat menuangkan segala ekspresi kita ke pada sebuah media. Ketika gambar kita di aprisiasi oleh orang lain, rasa percaya diri akan tumbuh dalam diri kita yang berarti kita terhindar dari sifat minder. Jadi menggambar itu erat hubungannya dengan kesehatan

Menggambar itu suatu kegiatan atau hobi yang sangat murah dan gampang. Seseorang tidak perlu memiliki bakat untuk bisa menggambar. Menggambar bisa dilakukan oleh siapa saja dan dimana saja.

Jika menggambar membuatmu tambah stress, maka cobalah untuk lebih di nikmati, cobalah untuk menuangkas apa saja yang ada di benak atau pikiran. Tidak ada gambar yang jelek, setiap orang memiliki penilaian sendiri-sendiri terhadap suatu karya.

Jadi bagaimana menurut kalian? Tunggu apa lagi buat makin mencintai gambar?

(BP/CA)

Tags:

Leave a Comment