Type to search

3 HAL PENTING AGAR PEMULA BERKEMBANG OPTIMAL

Share

Inilah 3 hal yang akan membuat kamu bisa berkembang lagi lagi dan lagi untuk menjadi seorang valuable artist! Bahkan pada saat situasi di mana mungkin kita udah mentok atau kita udah tidak di jalan keluar tapi kita tetap bisa berkembang

1. KAMU BUKANLAH GAMBAR KAMU!

Perlu kalian resapi baik-baik bahwa gambar kita itu tidak mendefinisak kita. Maksudnya adalah kalau kita merasa gambar kita nggak bagus atau nggak sempurna itu bukan berarti kita juga seperti itu. Gambar kita tidak mendefinisikan siapa kita. Sangat tidak adil membandingkan karya kita yang masih dalam tahap berkembang dengan diri kita sendiri yang masih dalam proses untuk menjadi lebih baik.

Hal ini bisa digambarkan ketika kamu sedang memasak dan masakan kamu masih setengah matang atau tidak sesuai resep kemudian masakan itu menjadi tidak enak untuk dimakan. Artinya kamu hanya butuh waktu untuk belajar, mengulang dan membuat masakan kamu untuk menjadi sempurna.

Saat kalian menyadari gambar kalian tidak bagus itu justru sebuah kemajuan berarti. Artinya kalian telah memiliki kualitas kesadaran diri yang tinggi dengan memahami kekurangan kalian dan yang perlu kita lakukan adalah memperbaiki sisi kekurangan tersebut.

Mengembangkan skill berkarya sama saja dengan mengembangkan skill teknis lainnya sehingga tidak mendefiniskan kualitas individu. Namun dengan mengembangkan karakter akan membuat kita lebih mudah mempelajari banyak hal termasuk menggambar. Kita bisa mengembangkan kedisiplinan, melatih fokus dan prioritas, memupuk kemampuan memotivasi diri, belajar menerima kritik dll yang akan mengembangkan karakter kita sekaligus membantu kita mempelajari skill-skill baru.

Artwork by Chelsea Clarissia Putri – Shortcourse

2. BELAJAR UNTUK MENGURANGI EKSPEKTASI

Di sini berarti gambar yang kamu buat saat ini bukanlah hasil akhir itu adalah hasil sementara yang akan berkembang Jika kamu terus belajar. Mengapa ekspektasi harus dikurangi dan sebaiknya bagaimana sikap kita saat menggambar?

Ekspektasi memang tidak selalu buruk karena ekspektasi bisa menjadi sebuah panduan bagi goal atau target yang ingin kita capai. Namun ada 3 hal negatif yang bisa timbul karena ekspektasi dalam berkarya.

Pertama  ekspektasi apat menciptakan tekanan dan rasa kuatir, terutama jika merasa tidak mampu mencapainya. Ini dapat menyebabkan stres, keraguan diri, dan penurunan kepercayaan diri dan motivasi.

Kedua, ekspektasi kadang tidak realistis atau tidak dapat dicapai, sehingga timbul kekecewaan dan frustrasi. Ini dapat menciptakan siklus emosi negatif dan bisa membuat kita berpikir berhenti menggambar

Terakhir, ekspektasi terkadang dapat mengarah pada fokus yang sempit pada hasil tertentu, yang dapat membutakan individu terhadap peluang dan kemungkinan lain. Ini dapat membatasi kreativitas dan inovasi dan juga dapat menyebabkan kurangnya fleksibilitas dan kemampuan beradaptasi.

Secara keseluruhan, ekspektasi dapat menjadi alat yang berguna untuk motivasi, tetapi juga dapat memiliki efek negatif jika tidak dikelola dengan baik. Penting untuk menetapkan harapan yang realistis dan dapat dicapai, serta bersikap fleksibel dan dapat beradaptasi dalam menghadapi tantangan yang tidak terduga.

Solusinya adalah fokus terhadap niat dan proses. Dengan membiasakan diri memiliki niat yang besar untuk berkarya dan setia pada proses akan membuat proses menggambar menjadi pengalaman yang menyenangkan. Jika nanti karya yang kita hasilkan bagus anggap sebagai bonus, namun jika gambar kita tidak sesuai harapan kita telah memiliki pengalaman yang berguna selama proses.

Artwork Ariella Clarissa Liyandi – Shortcourse

3. SATU KEGAGALAN BUKAN AKHIR SEGALANYA

Satu kegagalan belum tentu berarti kita gagal dalam segala hal karena kegagalan adalah bagian alami dan tak terhindarkan dari proses belajar. Setiap satu keberhasilan pasti dicapai setelah melewati beberapa kegagalan. Kesuksesan berasal darih kemampuan untuk belajar dari kesalahan dan bertahan dalam menghadapi kesulitan.

Kegagalan bisa menjadi pengalaman belajar yang berharga yang membantu kita tumbuh, mengembangkan keterampilan baru, dan mendapatkan wawasan yang bisa membawa kesuksesan di masa depan. Kegagalan dapat membantu mengidentifikasi area untuk perbaikan, menyempurnakan pendekatan, dan mengembangkan ketahanan dan tekad.

Penting diingat bahwa kegagalan seringkali bersifat situasional dan sementara. Hanya karena kita gagal dalam satu tugas atau tujuan tertentu, bukan berarti kita gagal sebagai pribadi atau kita akan gagal dalam segala hal yang kita lakukan.

Singkatnya, meskipun kegagalan bisa mengecilkan hati, itu tidak menentukan kita atau kemampuan kita. Dengan pola pikir dan pendekatan yang tepat, kegagalan bisa menjadi batu loncatan menuju karya yang keren dan pertumbuhan pribadi artist yang lebih baik.

Nha itu tadi 3 hal yang harus kita perhatikan dalam proses berkembang. Selamat berkarya dan terus MAJU!

Artwork Ariella Clarissa Liyandi – Shortcourse

Tags:

Leave a Comment

Open chat
Ada yang bisa kami bantu?