LOADING

Type to search

WASPADA JADI KORBAN – PARKINSON’S LAW

Share

Ketika kita mendapat deadline seminggu untuk menggambar, secara otomatis otak kita membuat simulasi dan menyuruh kita menambah waktu research, membuat banyak draft bahkan menambah selingan aktivitas lain. Gambar kita selesai tepat 1 minggu.

Saat deadline dipersempit menjadi 2 hari otak kita menyuruh kita bekerja lebih cepat, efisien dan memangkas aktivitas lain yang tidak perlu dan gambar selesai dalam  2 hari.

“Faktanya lebih sering terjadi gambar yang dihasilkan dengan 2 deadline berbeda itu ternyata memiliki kualitas yang sama.”

Teori ini dicetuskan Dr. Northcote Parkinson yang awalnya merupakan sindiran namun ternyata teori ini mampu membuka tidak efisiennya proses pekerjaan dan birokrasi.

Secara naluriah manusia bergerak atau bekerja untuk melanjutkan kelangsungan hidupnya. Ketika ancaman terhadap kelangsungan hidupnya menurun motivasi untuk bergerak akan menurun.

Hal terburuk akibat dari kebiasaan ini adalah produktivitas, kecepatan dan skill menggambar yang tidak akan berkembang.

BAGAIMANA MENGATASI SINDROM INI?

1. Perjelas Visi dan Motivasi dalam berkarya.

Ketika kita mendapat beberapa tugas/pekerjaan dari klien/mentor kita harus jelas, sepenting apakah karya itu bagi kita? Apakah karya ini mentukan kelangsungan hidup kita sebagai artist atau mencancam proses belajar agar kita segera mengerjakannya?

2. Pecahkan target dan perjelas deadline.

Memecah target akan memudahkan kita mengalokasikan waktu dan prioritas kita lebih detail dan menghindari pemborosan waktu berlebihan pada satu proses tertentu.

3. Definisikan makna “Selesai”

Definisikan sejauh apa karya kita akan mencapai titik selesai agar kita tidak harus mengulur-ulur waktu.  Selesaikan dan jangan kuatir dengan kesempurnaan karena itu tidak akan pernah ada.

4. Buatlah batasan bagi diri sendiri.

Buatlah batasan apa saja yang TIDAK akan kita lakukan selama deadline, misalnya batasi nonton film, main game atau hal-hal yang bisa mengganggu lainnya. Jangan percaya dengan multitasking. Fokus. Tunduklah pada batasan kita sendiri.

5. Tantanglah diri sendiri.

Otak kita memiliki kemampuan unik di mana kita bisa memacu otak kita untuk bekerja di luar batas yang sebelumnya tidak pernah kita tahu/coba. Tantanglah diri kita untuk melampaui diri kita sendiri.

6. Berikan insentive ketika selesai lebih cepat.

Tundalah kesenangan. Ketika kita memutuskan tidak menonton film favorit kita selama deadline, jadikan itu hadiah ketika kita selesai lebih cepat.

7. Tahu rencana selanjutnya.

Kadang kita mengulur waktu karena tidak tahu apa yang akan dilakukan selanjutnya.  Ketika tidak punya rencana, kita akan sulit berhenti. Karena itu pisahkan antara membuat rencana dan bekerja. Pastikan untuk selalu mencantumkan aksi berikutnya pada rencana tugas yang akan diselesaikan.

Nah itu dia pembahasan tentang Parkinson’s Law. Sebagai artist baik yang sedang belajar maupun yang sudah profesional ada baiknya terus melatih kebiasaan positif yang membuat kita terhindar dari efek parkinson’s Law ini. Terus semangat membentuk karakter Valuable Artist!

Tags:
Carrot Academy

Carrot Academy adalah pusat pelatihan pengembangan minat ilustrasi bagi siapapun yang ingin mendalami ilustrasi dari benar-benar dasar, pelatihan ini tidak hanya diperuntukkan untuk mereka yang sudah profesional saja namun bahkan mereka yang sama sekali belum pernah menggambar namun ingin mempunyai kemampuan ilustrasi bisa mengikuti pelatihan ini. Anda akan menemui banyak hal bersama Carrot Academy yang akan mengguncang realita Anda, serta mengubah cara pandang Anda tentang ilustrasi, selamannya! Sebagai sebuah terobosan satu-satunya dan pertama kali di Indonesia, sejak berdiri pada tahun 2008, kami telah menghasilkan ratusan alumni di Indonesia untuk mengerti lebih dalam tentang ilustrasi dan bagaimana menjadi seorang Valuable Artist.

  • 1

Leave a Comment