The Little Match Girl; Artbook by Eugenia Carolina

The Little Match Girl adalah buku ilustrasi karya Crolina Eugenia sebagai tugas akhir di program Illustration Diploma Course 06 tahun 2017/2018. Program Illustration Diploma Course merupakan program pelatihan ilustrasi 1 tahun penuh yang didirikan semenjak 2014, program ini didesain bagi mereka yang memiliki passion untuk menjadi ilustrator profesional.

Hai, nama saya Euginia Carolina Jennifer, saya dari program Diploma Course di Carrot Academy  angkatan ke-6.

Term 3 saya ini, saya tertarik untuk mengilustrasikan buku anak. Karena dari kecil itu ibu saya sering banget kasih saya ngasih buku anak, saya disuruh nih rajin baca rajin baca. Saya tertarik banget,” Oh illustrasi buku anak itu kaya gini ya,”. Dari situ mulai niat untuk jadi illustrator buku anak.

Magazine-Mockup-Template

Saya memutuskan untuk mengillustrasikan buku anak dari Hans Christian Andersen yang judulnya “The Little Match Girl” yang biasanya dikenal dengan judul “Gadis Penjual Korek Api”

Saya paling sering baca buku ini, dulu sebenernya aneh ya, padahal saya ngga ngerti endingnya; kaya “Ih waktu kecil saya mana ngerti si ending-ending tentang kematian.”

01

02

03

Ayahnya tuh abusive parah, diceritanya kalau dia ngga berhasil ngejual korek satupun orang tuanya pasti nge-gebukin dia. Ayahnya pasti marah banget, dan yang paling sayang sama dia itu neneknya dan neneknya aja meninggal.

Di ceritanya itu dia masih kecil banget, dan dia harus berjuang survive sendirian, makin sedih, kayak,”Oh ternyata endingnya dia mati.”

04

05

Kan dulu saya ngga tau, kalau ternyata oh dia dibawa neneknya. Saya pikir oh neneknya hidup lagi? Sekarang ngerti oh dia meninggal. Karena itu saya milih cerita ini.

Saya mulai langsung research cari-cari pdf, cari-cari buku fisik tentang cerita “Gadis Penjual Korek Api” ini

06

07

08

09

Orang-orang ini ilustrasiin-nya gimana sih? gimana cara mereka illustrasi-in seolah-olah si gadis penjual korek apinya bener-bener kayak melawan dunialah ibaratnya.

Karena dari yang sayagua baca semuanya tuh, bener-bener ngga ada satu orangpun yang peduli sama anak kecil ini. Dia kedinginan, bajunya tipis, dan bener-bener ngga ada yang peduli.

Kemudian saya nyari latar belakangnya, sama pakaian-pakaiannya tuh modelnya gimana. Nah, akhirnya saya memutuskan ilustrasiin itu dengan latar 1950 karena bajunya yang sesuai dengan tema-nya itu. Bukunya juga release-nya tahun segitu juga 1948 ya?

 

 

10

11

Daerah Eropa situ tuh baju, untuk baju musim dinginnya mereka tuh biasanya pakai topi buat nutupin kepalanya supaya ngga terlalu dingin.

Dengan deskripsinya Hans Christian Anderson seditail itu, anak kecilnya itu bajunya tipis compang camping, bahkan dia tuh ngga pake penutup kepala sama sekali.  Bisa bayangin ngga sih? Dia bahkan sampai meninggal kedinginan.

12

13

14

Harapannya sih, saya bisa bantu berkontribusi dalam mengenalkan kembali, kalau misalnya Hans Christian Andersen tuh ceritanya masih ada, dan ceritanya masih hidup.

Hans Christian Andersen itu yang ngasih impact besar banget ke saya kenapa saya mau jadi ilustrator buku anak. Ceritanya juga lebih dikenal lebih luas, karena ceritanya itu emang bagus banget

Saya bisa nanemin juga ke anak-anak kecil, kalau misalnya mereka itu harus saling peduli loh ke orang lain dan itu yang saya harapkan. Semoga anak-anak kecil juga ada rasa empati ada rasa peduli gitu dalam diri mereka, Harapannya seperti itu.

Eugenia_TheLittleMatchGirlR8-30

Leave a Reply