Menggambar dari Imajinasi – Menggambar dari Memori atau dari Referensi?

“Saya ingin bisa gambar pake imajinasi karena lebih kreatif dan menuntut skill tinggi”

“Saya maunya belajar gambar dari imajinasi, kurang suka ya kalo mencontoh”

“Wah kok gambarnya nyontoh-nyontoh saja ya, berarti belum bisa gambar dong?”

“Saya maunya anak saya bisa menggambar dari imajinasi karena anak saya sejak kecil tergolong anak yang kreatif, kalau bisa jangan banyak menggambar dari mencontoh”

Itulah beberapa ungkapan yang sering terdengar di dunia ilustrasi. Jadi apa sih imajinasi? Kreatifitas? Memori? Referensi? Sebelum menjawab pertanyaan ini kita lihat beberapa berita yang sempat viral di tahun 2017.

RIP REFERENCE

meme aaa

Gambar di atas adalah bagaimana sebuah patung dibuat tanpa referensi yang cukup dan mengandalkan imajinasi pembuatnya. Hmm, menarik bukan? Nhah tulisan di bawah ini akan membahas bagaimana sih menggambar dengan memori vs menggambar dengan referensi? Simak ya

noref 3

Menggambar dari memori dan menggambar dari bahan referensi menghasilkan gambar yang beda bumi dan langit. Meski begitu, banyak dari kita yang menganggap kita bisa mengandalkan memori kita saat menggambar, rangkaian ilustrasi dari artis Jack Stroud ini (alias Jackobo atau Petrichor Crown on Twitter ) menunjukkan bahwa menggunakan referensi untuk mendapatkan detail secara rinci adalah suatu hal yang tidak bisa digantikan dalam proses pencitptaan artwork.

Menggunakan singa betina sebagai subjeknya, Stroud menunjukkan bagaimana memunculkan semua data dari ingatan Anda dapat menghasilkan gambar yang tidak akurat karena pikiran bekerja keras untuk mengisi kekosongan bentuk dan rincian tertentu. Kita bisa membayangkan harimau selintas dalam pikiran kita, tapi kita tidak akan bisa mengungkapkan detail-detail dari harimau tersebut, bentuk mata, susunan morif bulu, proporsi dan lain-lain.

 

Gambar ini menunjukkan bagaimana referensi bahkan dalam studi yang singkat akan mengembangkan secara radikal standar gambar kita. Pada gambar final dengan studi referensi yang mendalam akan menghasilkan hasil yang lebih hidup.

Dalam sebuah tweetnya Jack Stroud menulis: “I’m here to tell you the truth about referencing in art! IT ISN’T BAD. YOU CAN’T LEARN WITHOUT STUDYING.”

Disadur dan dikembangkan dari: http://www.creativebloq.com/inspiration/artist-proves-drawing-with-references-isnt-cheating

Leave a Reply