LOADING

Type to search

Share

Mengapa kita butuh referensi?

Jawabannya adalah karena menggambar dari imajinasi saja sangat sulit.

Misalkan gini di pikiranmu kamu sedang membayangkan seekor naga, bentuknya yang seram, sisiknya yang tajam, bentang sayapnya yang lebar dan ekornya yang berduri.

Kemudian seketika kamu mengambil pensil, kamu sudah tidak sabar untuk menyelesaikan. Setelah sekian lamanya akhirnya gambarmu selesai. Tapi ketika kamu melihatnya kamu menyadari ada yang tidak beres, ada sesuatu yang tidak pas.

Yang kamu bayangin/imajinasikan (art by stjepan sejic)

 

asdfasf

Hasilnya

Apa yang salah?

Yang salah adalah cara kamu meggambar. Menggambar tidak semudah yang kamu pikirkan, gambar itu terbuat dari berbagai macam aspek (itulah kenapa tiap orang style gambarnya berbeda)

Untuk menggambar dari imajinasi tidaklah mudah, orang yang udah professional pun juga merasa demikian, apalagi kamu yang masih terbilang anak kemarin sore. Untuk bisa menggambar dari imajinasi maka cara menggambarmu pun harus dengan cara yang benar.

Salah satu syarat untuk menggambar yang benar adalah kamu harus punya atau ada referensi. Beberapa cara untuk mendapatkan referensi adalah:
-Mengambil foto objek yang ingin kamu gambar
-Cari di internet gambar yang kamu butuhkan
-Menggunakan patung atau figure
-Melihat langsung objeknya

Kemudian tanyakan kepada dirimu sendiri, sudahkan kamu melakukan hal-hal diatas.

Setelah kamu menyiapkan referensi mulailah menggambar. Gabungkan apa yang ada di imajinasi kamu dengan menggunakan referensi-referensi yang kamu kumpulkan.

Ingatan dan Melihat

Proses menggambar (tidak secara teknis) adalah melihat dan mengingat. Ketika kita menggambar kita menggunakan ingatan untuk membuat sebuah gambaran(imajinasi) kemudian kita dibantu dengan melihat, melihat referensi. Orang yang terbilang jago menggambar karena dia sering menggunakan referensi, dengan kata lain dia telah banyak melihat referensi dan tersimpan di ingatannya. Oleh karena itu kebanyakan dari mereka terkadang bisa menggambar secara spotan (tanpa referensi).

Tanpa referensi orang yang tidak pernah menggambar dengan refernsi pasti hasilnya jelek, karena dia tidak punya ingatan apa-apa tentang apa yang dia gambar. Dan mungkin dia hanya melihat beberapa kali tanpa mencoba menggambarnya. Semakin kita sering menggambar apa yang kita lihat akan semakin membuat gambar kita semakin bagus. Karena Referensinya tersimpan dalam ingatan aktif.

Semua hal yang ada di pikiran kita terutama yang secara visual adalah gambaran kabur, untuk memperjelas imajinasi kita maka kita butuh referensi.

Banner artwork by : Taufiq Muhammad aka Emte (https://www.facebook.com/gambaremte/)

Words by Dvnm

Source

Tags:
Carrot Academy

Carrot Academy adalah pusat pelatihan pengembangan minat ilustrasi bagi siapapun yang ingin mendalami ilustrasi dari benar-benar dasar, pelatihan ini tidak hanya diperuntukkan untuk mereka yang sudah profesional saja namun bahkan mereka yang sama sekali belum pernah menggambar namun ingin mempunyai kemampuan ilustrasi bisa mengikuti pelatihan ini. Anda akan menemui banyak hal bersama Carrot Academy yang akan mengguncang realita Anda, serta mengubah cara pandang Anda tentang ilustrasi, selamannya! Sebagai sebuah terobosan satu-satunya dan pertama kali di Indonesia, sejak berdiri pada tahun 2008, kami telah menghasilkan ratusan alumni di Indonesia untuk mengerti lebih dalam tentang ilustrasi dan bagaimana menjadi seorang Valuable Artist.

  • 1

You Might also Like

9 Comments

  1. Manda 11/10/2017

    Setuju… tp salah satu dosen saya masa pernah bilang klo ngegambar pake referensi itu curang dan sama dengan art theft.. itu gimana yah?

  2. Carrot Academy 24/01/2018

    Dosen kamu perlu belajar ke Carrot Academy berarti 🙂

  3. Dipta Nugget 22/03/2019

    Pantas aja dosenku pernah bilang, kalau ngegambar pakai refrensi, nah aku pikir kalau gak pakai refrensi itu biar hasilnya murni, ternyata diluar dugaanku hahaha, thx sharringnya 😁

Leave a Comment