Formula Apa yang Dibutuhkan untuk Menjadi Ilustrator Sukses?

Formula Apa yang Dibutuhkan untuk Menjadi Ilustrator Sukses?
Mereka yang memiliki passion dalam ilustrasi pasti menginginkan untuk meraih kesuksesan sebagai artist, baik kesuksesan dalam pencapaian skill artistik, kesuksesan materi, popularitas atau apapun itu aspek kesuksesan menurut ukuran tiap orang menginginkannya. Banyak sekali nama – nama dalam dunia ilustrasi yang telah menempatkan dirinya dalam tangga kesuksesan teratas, sebut saja Artgerm, Lius Lasahido, Kim Jung Gi dan ribuan nama – nama artist yang telah dikenal karena karya – karya luar biasa mereka yang diikuti sukses mereka dalam berbagai aspek kehidupan.

13925742_10153803606088803_2754759083397422766_o
Seorang artist senior dalam sebuah sesi kelas di Carrot Academy menceritakan pengalamannya. Beberapa tahun yang lalu dalam sebuah seminar di konvensi seorang artist pemula pernah bertanya kepada seorang ilustrator senior sukses dalam sebuah sesi tanya jawab,”Apa tips sukses buat kami para pemula agar bisa menjadi seperti Jim Lee (sebut saja nama seorang artist besar)?
Ilustrator senior tersebut menjawab dengan sinis,”Jim Lee adalah Jim Lee dan kamu adalah kamu, kamu tidak akan seperti Jim Lee”
Jawaban tersebut membuat suasana hening karena terdengar tidak ramah, beberapa menit kemudian artist senior tersebut melanjutkan jawabannya.

“Jim Lee adalah artist sukses dengan passion besar yang sekarang berada di tangga teratas kesuksesan dan kamu memandang Jim Lee dari posisi kamu di anak tangga terbawah. Tapi apakah kamu pernah tahu ketika Jim Lee ada di posisi kamu, anak tangga terbawah, kemudian merangkak perlahan menuju anak tangga – anak tangga berikutnya yang tidak selalu mudah?”
“Saat ini kamu sedang memandang sisi glamour kehidupan seorang ilustrator seperti Jim Lee, kamu memandang segala hal yang gemerlap; kesuksesan, nama besar, materi, skill luar biasa, karya yang dipuja-puja dan berbagai aspek kesuksesan menurut ukuran umum.”
“Untuk mencapai kesuksesan seperti itu, kamu cukup memandang sisi lain dari keglamouran itu, yang mungkin kamu sendiri tidak akan pernah menyukainya, sisi lain yang berisi kerja keras, penolakan, ribuan jam berkarya, ribuan jam study dan research, memperluas networking sementara tidak ada seorangpun peduli dengan karyamu kecuali kamu sendiri.”

Untuk menjadi sukses, hampir semua pakar, motivator, profesional, buku dan semua sumber – sumber yang kita pelajari telah merumuskan hal yang sama tentang jalan menuju kesuksesan. Kita bisa dengan mudah menemukan formula itu dari manapun termasuk internet yang berlimpah dengan material yang bisa membantu kita. Satu hal yang membedakan ilustrator sukses dan yang gagal adalah kemauan mereka untuk berjalan melalui sisi “ketidakglamouran” tadi. Kita bisa menentukan sendiri, seberapa besar kesuksesan kita dari apa yang kita lakukan di tiap anak tangga menuju kesuksesan.

Ada 3 tips ringan yang bisa mmbantu kita, sebuah formula yang harus dimiliki oleh tiap artist. Apakah itu?
Kesuksesan = Talent + Kerja kerjas + Atitud. Tips ini diungkapkan oleh Lou Holtz. Ah, tentu saja kita sering mendengar formula ini dan kedengarannya seperti hal yang basi. Tidak! Formula tersebut tidak pernah basi.

Attitude

Talent. Mari kita membicarakan talent. Talent adalah mitos. Talent adalah bahasa yang digunakan orang malas untuk membicarakan skill yang dimiliki orang lain yang membuat mereka terkagum iri tanpa mau tahu bahwa orang yang mebuat kita iri tersebut menghabiskan ribuan jam berkarya. Coba hampiri seorang artist yang menurut kamu bertalenta, dan katakan pada dia:
“Kamu artist yang sangat bertalenta, apakah kamu tidak perlu bekerja keras untuk bisa menjadi seperti sekarang ini karena kamu sudah memiliki bakat?”
Kemungkinan besar mereka akan menjawab,”Omong kosong, saya menghabiskan ribuan jam lebih banyak untuk menjadi saya yang seperti ini. Kamu pikir karena talent, suatu hari saya bangun dari tidur siang dan tiba – tiba bisa menghasilkan artwork keren tanpa saya pernah belajar ribuan jam dan masa – masa berat yang telah saya lalui?”
“Sebaiknya kamu pulang dan mulai mengambil sketchbook atau graphic tablet kamu dan mulai menggambar!”

Oke jadi apa talent itu? Talent adalah sebuah kemampuan yang kita bangun dari passion kita, dari ketertarikan yang tumbuh dalam diri kita. Talent itu bukan pemberian ajaib yang bekerja di luar kendali kita.

Kerja keras. Kita semua sudah tahu tentang kerja keras. Sekarang apa bedanya kerja keras kita dengan kerja keras memanggul batu atau memotong balok kayu? Kerja keras yang kita lakukan adalah sebuah proses yang mendapat suplai energi ekstra dari passion kita,sehingga kita bisa melakukannya dengan total, penuh semangat dan menyenangkan. Kerja keras yang kita lakukan untuk mengembangkan passion kita akan memberi energi positif dan membangun diri kita tanpa efek negatif seperti depresi, perasaan terkekang, terpaksa dan keinginan untuk berbuat curang. Mengapa banyak orang melakukan pelanggaran dalam bekerja, seperti mencuri waktu, korupsi dan tidak mengerjakan tugasnya dengan benar? Karena mereka melakukan itu di bawah kendali uang dan bukan oleh passion (mudah – mudahan ini masih ada dalam topik artikel ini). Kerja keras sesuai passion seharusnya membuat kita memberikan lebih dan terbaik.

Attitude. Oke kita telah bekerja keras. Cukupkah itu? Jutaan artist dengan skill gila-gilaan telah siap menyambut kita di belantara industri ilustrasi. Adakah ruang tersisa buat kita? Salah satu hal yang akan menyelamatkan kita adalah attitude. Attitude yang baik akan membantu kita berinteraksi dalam dunia industri. Attitude akan menentukan bagaimana kita bisa berkembang melalui networking yang kita buat dan mampu bersikap profesional menghadapi klien – klien kita. Attitude yang baik termasuk bagaimana cara kita menghadapi kritik, menerima informasi dan hal – hal baru yang akan menentukan bagaimana kita akan berkembang selanjutnya. Salah satu hal yang sering membuat artist yang baru memulai langkahnya untuk menjadi artist profesional adalah attitude buruknya yang membuatnya berpikiran sempit, meremehkan banyak hal dan sulit menerima hal baru. Hal ini akan membuatnya stagnan dan sialnya, attitude yang buruk ini akan memberi efek yang sama kemanapun mereka pergi. Ketika mereka merasa memiliki passion dalam ilustrasi dan dengan attitude buruknya memutuskan untuk mencari passion yang lain, hal yang sama akan terjadi di bidang apapun yang mereka ambil.

Jadi bagi yang ingin memulai langkahnya untuk menjadikan passion ilustrasi sebagai profesi masa depan, watch your first step. Mulailah melangkahkan kaki kita di anak tangga perjalanan kesuksesan kita.
Carpe Diem!

Leave a Reply