Rahasia Membuat Portfolio Concept Art kita menjadi “Wow”

Wrecked Ship
Wrecked Ship by Artupida

Suatu ketika, kita melihat – untuk ke sekian kalinya – sebuah artwork digital, dengan gambar pesawat luar angkasa setengah hancur, gambar yang penuh tekstur di sana sini….namun saat melihatnya…tidak ada keinginan untuk menekan tombol “suka” atau “share” artwork ini, bahkan tidak terbersit keinginan untuk membeli artbooknya apabila ada. Ilustrasinya mungkin bagus tapi tidak memberikan sensasi apapun ketika melihatnya, artwork ini terlihat oke namun tidak membuat kita merasa “wow”. Artwork ini hanya akan kita lihat sepintas dan berlalu begitu saja. Bukan karena kita tidak menyukainya, hanya saja artwork ini tidak mampu membuat kita merasakan apapun.

Menyedihkan bukan apabila artwork yang telah kita buat dengan kerja keras, diabaikan begitu saja oleh mereka yang seharusnya memberi apresiasi termasuk calon klien-klien yang potensial buat kita?

Jadi apa yang membuat concept art kita tidak diabaikan oleh mereka?

1. Portfolio Concept Art kita miskin imajinasi.

Mungkin artwork dengan gambar kapal rusak bukanlah sesuatu yang “gw banget”. Atau mungkin cewek super seksi dengan pedang yang besar, Prajurit Elf atau landscape reruntuhan kota setelah peperangan besar. Ide-ide tadi adalah sebuah ide yang klise, dan sebuah ide klise di antara timbunan ide yang sama klisenya sudah pasti akan diabaikan. Atau lebih buruk lagi akan ditertawakan dengan sinis di dunia industri.  Ingat ini:

“Concept Artist is Purveyors of New Ideas – Pemasok ide-ide baru. Mereka adalah pembangun dunia.

Mereka adalah penemu, insinyur, arsitek, tukang kayu, ahli biologi, ahli botani, ahli geologi, ahli antropologi, arkeolog, sejarawan, penata rambut, dan fashionista – kebanyakan dari semua adalah: entertainer

Apa arti seorang concept artist tanpa imajinasi yang liar?

Jika kita ingin membuktikan bahwa kita akan melakukan apapun untuk mencapai mimpi-mimpi dan passion kita, segera hentikan membuat artwork yang klise dan mulailah menuangkan ide – ide baru.

Concept Art = CONCEPT + Art

Apabila terlalu banyak hal yang klise dalam portfolio concept art kita, maka itu belum pantas mendapat sebutan “CONCEPT” Art sama sekali.

Bagaimana menciptakan sebuah ide baru?

Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk menemukan sebuah ide baru yang segar, namun ada beberapa hal yang tidak bisa ditawar:

1. Membaca

Penuhi kepala kita dengan fakta dan fiksi. Maintain dengan asupan mental yang seimbang.

Mengosongkan sejenak pikiran kita kadang memang membuat nyaman, akan tetapi itu tidak akan seefisien apabila kita melakukan riset fakta dan fiksi dengan baik. Jika kita menggabungkan membaca dengan istirahat yang konsisten dan percakapan yang berkualitas kita akan menemukan roda kreativitas kita berputar kencang dan jauh lebih lancar dari sebelumnya.

2. Riset dan studi

“I believe in research. Each movie at Pixar involves research with college professors or taking trips to learn as much as we can about a particular subject matter.”

“You cannot do enough research; believability comes out of what’s real.”

-John Lasseter, Chief Creative Officer, Pixar

Ide kreatif kita akan berkembang signifikan apabila kita mendukungnya dengan riset dan observasi.

Mungkin terdengar sedikit sulit dipercaya, atau mungkin saja kita bisa saja mendapatkan jalan pintas untuk mendapatkan semua itu.  Toh kadangkala ide muncul secara acak, dan kita bisa langsung eksekusi ide kita tanpa harus berlelah-lelah membuat puluhan thumbnail-thumbnail ide kita?

Seringkali cara kerja shortcut/jalan pintas ini menjadi pilihan banyak artist ketika mereka berpikir bahwa arahan dari art director sudah cukup bagi mereka untuk langsung loncat ke proses painting. Namun dari beberapa pengalaman artist yang sering melakukan hal seperti ini mereka menemukan bahwa mereka berada di titik stagnan kreativitas mereka. Apa fakta sebenarnya dibalik kata shortcut-proses-kreativitas?

“Ketika kita memutuskan untuk mengambil jalan pintas dan melompat langsung ke tahap eksekusi, sebenarnya yang kita pangkas adalah proses kreativitas itu sendiri. Ini sangat berbahaya dalam berbagai aspek.”

Ingat teori dasar ilustrasi: Kita menggambar apa yang kita lihat bukan apa yang ada dalam pikiran kita.

Ada 2 hal penting dalam belajar ilustrasi, pertama adalah bagian kecil dan mudah yaitu menguasai pensil untuk membuat goresan di atas kertas dan bagian yang  paling berat adalah belajar untuk mematikan otak dan melatihnya untuk menggunakan indra daripada memori untuk menciptakan apa yang dilihatnya. Ini merupakan aspek penting dari proses penciptaan, dan juga proses pembuatan.

“But John Lasseter’s films take half a decade to make. Brian McDonald is a writer and Jon Schindehette is an ‘illustrator.’ I’m a CONCEPT ARTIST. I AM SPEED!”

3. Jadilah yang terdepan

“You’re not a professional because somebody pays you to draw.”

“Kita tidak menjadi profesional hanya karena seseorang membayar ilustrasi kita”

-Justin Copeland, Story Artist for Marvel & WB, Visual Storytelling Instructor at The Oatley Academy

Banyak “calon artist” hanya menghabiskan waktu mereka untuk menunggu klien atau pekerjaan yang memberikan bayaran untuk ilustrasi mereka. Itulah mengapa internet dipenuhi ilustrasi-ilustrasi bertema sama; mecha dan perempuan seksi memegang pedang.

Di sinilah saatnya kita segera mengambil posisi terdepan

Profesionalisme adalah sebuah keputusan seorang artist untuk sukses yang ditempuh dalam proses yang lama sebelum akhirnya mereka berada di titik pencapaian besar mereka. Seorang concept artist akan menyadari benar bahwa imajinasi liar sangat penting dan tidak ada seorangpun yang mau membayar untuk sesuatu yang biasa saja/klise.

For the true concept artist, imagination is life’s mission.

Sebuah pertanyaan yang sering dilontarkan artist yang ingin menjadi profesional “Apakah yang dilihat studio dalam portfolio mereka?”

Pertanyaan ini menjadi sangat sulit untuk dijawab.

Karena apa yang studio ingin lihat belum tercipta dalam portfolio kita. Untuk saat ini, itulah pekerjaan kita untuk menunjukkannya pada mereka. Jadi benar sekali, Saat kita memiliki pertanyaan tersebut saat itulah kita mendapatkan TUGAS pertama sebagai seorang Concept Artist!

Mungkin kita belum mengerjakan pekerjaan seperti dalam studio-studio besar, tapi TUGAS itu akan tetap kita kerjakan setelah kita berada di tangga kesuksesan kita

Biarkan Imajinasimu liar dan Jadilah Kreatif!

(Sumber: http://chrisoatley.com/concept-art-portfolio-p1/)

 

 

 

 

 

3 thoughts on “Rahasia Membuat Portfolio Concept Art kita menjadi “Wow”

  1. Thanks a lot ulasannya! Riset dan survey menjadi hal yg amat sangat penting, tanpa riset dan survey membuat karya art work dan animasi akan dangkal dan mudah dilupakan. Tidak ada yg instan. Semua melalui proses, tapi harus melakukannya dengan passion, have fun, dan semangat!
    Salam animasi

  2. Makasih mas Bambang, sukses dengan animasinya ya….kita pernah ketemu lho di acara Retro Man:)

  3. artikel yang bagus dan informatif. saya ingin share ulasan ini di jurnal DA saya ….
    apa boleh?

Leave a Reply