5 Skill Fundamental yang Wajib Dikuasai Artist!

Sebagai artist, tugas kita adalah menarik audience ke dunia yang kita bangun melalui artwork dan membawa mereka melewati alur cerita dalamnya. Artist harus memiliki kemampuan story telling yang baik yang dituangkan ke dalam konsep artwork kita. Story telling yang baik membuat audience mampu menikmati dan menangkap pesan dalam artwork kita. Untuk mengembangkan kemampuan storytelling, kemampuan fundamental ilustrasi sangat diperlukan. Nah inilah 5 kemampuan fundamental yang wajib dikuasai artist!.

funda-1

“It is always better to focus on the core fundamentals as these skills will apply no matter what trend comes around” Dave Rapoza

1. COMPOSITION/KOMPOSISI

Aspek terpenting dalam sebuah artwork adalah Komposisi! Komposisi akan menentukan bagaimana faktor-faktor lainnya akan masuk dalam sebuah artwork. Komposisi adalah sebuah jalan yang akan kita gunakan untuk menuntun audience merasakan dan menerima pesan yang ingin kita sampaikan.

Apabila komposisi tidak direncanakan dan dikontrol dengan baik, semua aspek penting lainnya akan menjadi sia-sia. Ini bukan berarti kita harus selalu menuruti setiap aturan-aturan sampai sekecil-kecilnya, terkadang banyak yang melanggar beberapa aturan dan berhasil menciptakan artwok yang keren.

Nhah di sinilah pengetahuan kapan dan bagaimana kita “melanggar” aturan-aturan dalam komposisi harus kita kuasai. Namun sebelum kita tergoda untuk melanggar semua aturan tentang komposisi, ada baiknya kita pelajari pakem-pakem standar dalam aspek komposisi.

Rule of Thirds/Hukum Pertiga Bagian
Ini adalah teknik komposisi paling sederhana dan paling sering dipakai dan mudah dipelajari. Teknik ini membagi frame menjadi 9 bagian oleh garis vertikal dan horisontal.

Kunci dari teknik ini adalah meletakkan elemen/obyek penting ke dalam salah satu pertemuan garis (tanda +). Komposisi ini menciptakan daya tarik lebih kuat dibandingkan pola simetris.

Dock by John Powell

Dock by John Powell

Way of the Wizard

The remains which live by Keisuke Asaba

Way of the Wizard

Way of the Wizard

Iconic
Berlawanan dengan teknik pertama, komposisi Iconic meletakkan titik utama tepat di tengah gambar. Biasanya teknik ini dipakai untuk menggambar karakter, tapi bisa juga digunakan untuk hal lain, hal ini juga menjelaskan mengapa teknik fokus utama di tengah ini diperlukan.

Untuk artist yang mengerjakan desain karakter, goal utamanya adalah meletakkan karakter tepat di depan audience dan memberikan sebanyak mungkin daya tarik di dalamnya. Tidak ada cara lain kecuali meletakannya tepat di depan mata kita. Jadi teknik ini memang paling menarik digunakan dalam desain karakter.

Sebagai bantuan untuk mengarahkan audience fokus di tengah gambar, bentuk imajiner “diamond” akan membantu kita mengisolasi area paling menarik dan detail dari artwork kita. Obyek di luar “diamond” juga penting, tapi sebisa mungkin tidak mengganggu perhatian pada fokus utama.

Panduan dasar ini juga bisa menjadi acuan awal untuk membuat komposisi yang lebih kompleks dalam keseluruhan artwork. Untuk melangkah ke komposisi yang lebih kompleks sebaiknya komposisi dasar ini bisa dieksplore lebih dulu.

Iconic Character Composition

Iconic Character Composition
PI-2 by Marek Okon (kiri). Blood Divided by Dan Santos (tengah). Inject Me by Marc Simonetti (kanan).

Leading the Eye

Sekarang, mari kita lihat beberapa contoh lain tentang cara mengarahkan mata audience ke titik fokus.

PI-2 by Piotr Jablonski

PI-2 by Piotr Jablonski

Dalam artwork buatan Piotr Jablonski di atas, kita dapat melihat bagaimana cahaya spontan mengunci mata kita ke titik fokus karena kekuatan dan intensitasnya. Faktor-faktor lain adalah warna, penempatan dalam komposisi (aturan sepertiga) dan karena hampir semua subyek dalam gambar melihat titik fokus dan menciptakan garis imajiner, kitapun akan mengikutinya. Apa yang membuat kita tertahan dalam titik fokus di sini adalah gerakan melingkar dari orang-orang yang mengambang di udara.

Crysis 2 - Concept 04 by Marek Okon

Crysis 2 – Concept 04 by Marek Okon

Dalam artwork Crysis 2 (atas), artis menggunakan cahaya, warna dan penempatan dalam komposisi untuk memandu titik fokus. Lampu yang paling jelas dan indah datang dari lampu sorot dan lampu dari kendaraan, yang semuanya menunjuk ke arah titik fokus. Hal kedua kita melihat tembakan senjata yang mengepung di atasnya, mengarahkan mata kita ke sana. Terakhir, artis menggunakan aturan pertiga untuk penempatan dalam komposisi ini. Hal-lain tadi berhasil mendefiniskan titik fokus dan area yang mengelilinginya.

Nest by Tuomas Korpi

Nest by Tuomas Korpi

Dalam artwork di atas, artist menggunakan jalan setapak yang terbentuk di sekitar pilar untuk mengarahkan mata ke titik fokus. Pandangan kita mengikuti naga terbang di sekelilingnya dan membuat kita tertahan lebih lama di area ini. Keberadaan pilar dalam area bayangan dan cahaya terang yang bersinar di belakang pilar, artis memanfaatkan value dan kontras untuk membuatnya jauh lebih menonjol.

0891_Skills_sorcerershill

Sorcerer’s Hill by Bobby Myers

Dalam artwork di atas, artist menggunakan sejumlah elemen untuk mengarahkan perhatian audience ke titik fokus (benteng). Lengkungan di latar belakang dan jembatan di atas air terjun, keduanya langsung terarah ke dalam benteng. Gambar memiliki angle yang sedikit miring sehingga membuat semua gunung nampak mengarah ke istana, yang membantu mengarahkan pandangan ke arah itu juga. Satu hal lain yang membuat kastil menonjol adalah warna yang digunakan di puncak, yang kontras terhadap kuning, hijau dan merah yang mengelilinginya.

0891_Skills_eradicate

Eradicate by Bobby Myers

Artwork di atas adalah sebuah contoh bagaimana kita dapat menjaga mata audience untuk tetap bertahan di titik fokus melalui framing. Pada artwork ini frame menggunakan alur-alur obyek berwarna merah yang membingkai obyek bola planet. Teknik ini bisa digunakan untuk membuat audience tertahan lebih lama dan fokus pada obyek. Namun gunakanlah dengan sebaik mungkin, penggunaan yang berlebihan dapat menjadi hal yang mengganggu dan merugikan karena justru membuat audience ingin buru-buru meninggalkan artwork tsbt. Jadi gunakanlah dengan pintar.

2. PERSPECTIVE

Perspektif merupakan keterampilan penting untuk belajar tentang arsitektural, lingkungan dan banyak hal lainnya. Pengetahuan perspektif memberikan kita cara untuk menciptakan dan membangun unsur-unsur dan objek dan menempatkan mereka dalam bidang gambar dengan benar. Perspektif bergantung pada garis horizon (atau kadang-kadang disebut garis tingkat mata) untuk menemukan apa yang disebut Vanishing Point atau titik hilang di mana garis perspektif kita akan berasal (lihat contoh di bawah).

0891_Skills_persp_onepoint

One-Point Perspective/ 1 Titik.
Ini adalah perspektif yang paling sederhana dari semua perspektif untuk dipelajari, tapi jarang dipergunakan karena memiliki beberapa keterbatasan.

0891_Skills_onepoint

2001: A Space Odyssey by Stanley Kubrick

Two-Point Perspective/ 2 Titik

Ketika ada lebih dari satu obyek yang menuju titik hilang yang berbeda, kita bisa menggunakan perspektif 2 titik. Titik-titik hilang ini ada di garis horison di sisi masing-masing elemen. Titik-titik ini akan kembali berasal dari garis horizon, dan semua garis-garis perspektif akan ditarik dari titik ini semua area objek. Dari sisi inilah kita bisa melihat semua garis perspektif.

Sering kali titik hilang akan jatuh di luar area gambar, tapi jangan khawatir. Jika bekerja secara tradisional, gunakan kertas tambahan untuk mengukur jarak yang tepat. Jika bekerja secara digital, memperpanjang kanvas sampai ditemukan titik hilang.

Two-Point Perspective

Mysterious Street by Lukasz Taborski

Mysterious Street by Lukasz Taborski

Three-Point Perspective

Tiga titik sistem digunakan ketika kita benar-benar ingin menyampaikan situasi yang ekstrim . Hal ini dapat berguna untuk adegan yang lucu ( melakukan adegan dari pandangan mata burung atau anjing ) , menarik ( tindakan ) , dan masih banyak lagi . Untuk mencapai perspektif ini , kita akan menggunakan sistem yang sama persis dari dua titik , tetapi menambahkan titik hilang ketiga yang bisa diletakkan di atas dan di bawah obyek / unsur .

Poin ketiga berfungsi sama dengan dua titik lainnya. Satu-satunya perbedaan di sini adalah bahwa bagian atas atau bawah ( vertikal ) dari objek akan menyurut kembali ke titik ini. Hal ini akan memberikan kesan dan penampakan melengkung.

Three-Point Perspective

Three-Point Perspective

In the nightmares by zardo
In the nightmares by zardo

MILL10NAIRES by Jakob Eirich

MILL10NAIRES by Jakob Eirich

Cargo by Mitchell Mohrhauser

Cargo by Mitchell Mohrhauser

Iroshi by Jonas De Ro

Iroshi by Jonas De Ro

Spirit Rising by Gary Tonge

Spirit Rising by Gary Tonge

3. VALUE

Value adalah kisaran terang dan gelap dalam gambar terdiri dari warna putih, hitam dan segala sesuatu di antaranya. Bahkan dalam gambar berwarna, gelap atau terangnya warna (tints atau warna) termasuk value/nilai. Semakin dekat obyek dengan foreground, obyek tersebut akan semakin gelap (tergantung pencahayaan dan hal-hal lain, tentu saja), value obyek akan makin memudar ketika mendekati garis horizon/cakrawala (dalam gambar landscape). Lihatlah grafik di bawah ini dan gunakan sebagai referensi tentang value.

Grayscale

Bahkan lebih dari pada warna, value adalah faktor yang paling penting untuk menciptakan artwork yang sempurna. Jika value tidak terepresentasi dengan benar (mampu membedakan Foreground dari Middleground ke Background, dan atau titik fokus dari daerah sekitarnya), maka tidak akan peduli seberapa bagus komposisi, pencahayaan dan warna, artwork secara keseluruhan akan gagal karena tidak memiliki value yang benar.

Jadi, bagaimana mengukur sebuah value dengan tepat? Nah, mari kita lihat. Gambar di bawah adalah studi value dengan Claire Almon yang dilakukan untuk artwork Marie Antoinette-nya (WIP lebih lanjut dengan warna diposting di bawah gambar ini). Mencatat semua nilai yang berbeda dalam gambar dan bagaimana Anda dapat dengan jelas membedakan setiap elemen terpisah dari yang lain. Nilai membantu menentukan pencahayaan keseluruhan dalam adegan Anda dan bagaimana satu objek terlihat terhadap yang lain (yang dapat membantu dengan komposisi dan daftar seluruh hal-hal).

The Almon Tree

Lebih penting lagi, value memisahkan jarak-jarak di antara komponen utama, dan bila dilakukan dengan benar, memungkinkan audience membaca artwork dengan baik dan mengarahkan mereka ke titik fokus. Dari sini bahwa kita dapat mulai menyelesaikan skema warna seperti ditunjukkan di bawah.

The Almon Tree

The Almon Tree

Berikut adalah contoh penggunaan value yang benar. Perhatikan perbedaan value yang digunakan dalam satu desain artwork untuk membantu memecah berbagai elemen.

Feng Zhu

Feng Zhu

Feng Zhu Design Blog

Feng Zhu

Feng Zhu Design Blog

4. COLOR

Seperti pencahayaan, warna juga tergantung pada banyak hal; waktu, musim, lokasi dan sebagainya. Menentukan skema warna penting untuk dilakukan sejak dini, sebisa mungkin dilakukan di awal desain. Ingat bahwa semua hal selalu berkembang, demikian juga dengan warna. Jadi jangan terlalu takut untuk bereksperimen dengan warna. Memilih skema warna di awal pembuatan artwork akan memudahkan kita dalam mengerjakannya nanti.

Warna yang kita pilih sebaiknya bisa menampilkan emosi atau situasi dalam konsep artwork. Apabila konsepnya fun atau action, bisa gunakan warna yang cerah dan menyala untuk menguatkan aksi dan intensitasnya. Apabila ingin sesuatu yang moody atau tenang, gunakan warna yang lebih gelap dan saturasi yang rendah pada keseluruhan skema, tapi di bagian fokus, gunakan warna yang lebih menyala. Banyak variabel yang bisa digunakan untuk menentukan warna. Temukan skema yang terbaik melalui research.

Berikut ini contoh bagaimana penggunaan warna secara efektif membantu storytelling, emosi dan mengarahkan fokus.

Dalam the GOLEM, artist membangun warna yang kuat di sekeliling focal point yang mampu menunjukkan bagian paling menarik dengan jelas. Warna di sekeliling focal point lebih natural sehingga membantu focal point mampu berdiri terpisah sebagai fokus utama.

GOLEM - toys and magic by Randis Albion

GOLEM – toys and magic by Randis Albion

Berikut adalah contoh warna yang kontras yang membuat focal point menonjol. Teknik ini paling sering digunakan untuk mencapai komposisi yang keren karena sangat efektif dan dramatis dalam hal komposisi dan storytelling.

Nemeroths Fall by Roberto Robert

Nemeroths Fall by Roberto Robert

5. LIGHTING

Seperti semua elemen utama art, pencahayaan sangatlah penting. Pencahayaan membuat artweork terlihat realistis. Salah satu hal yang paling bagus untuk mempelajari pencahayaan adalah dengan belajar langsung. Keluar dari meja kerja dan pelajarilah pencahayaan alami. Menggunakan referensi foto bisa juga dilakukan, tapi studi langsung akan sangat membantu kita menagkap hal-hal yang tidak didapatkan di dalam foto.

Sama seperti warna, pencahayaan dapat menyampaikan banyak emosi dan mendalam. Mari kita lihat bagaimana hal ini dapat dicapai.

Pada gambar di bawah, ada pencahayaan yang kuat yang sedang diarahkan pada titik fokus. Bayang-bayang foreground menciptakan kedalaman pada gambar dan memungkinkan audience mendapatkan pandangan yang jelas dari daerah fokus tanpa mengabaikan foreground. Karena foreground sepenuhnya ada dalam bayangan dan midground adalah di mana kita melihat sebagian besar cahaya, ini memungkinkan audience mendapatkan efek yang kuat pada focal point dan cerita dalam artwork. Dengan ceapt audience bisa menangkap cerita penghancuran bumi seolah audience ikut berada di jalanan.

Skyscraper lost by Ioan Dumitrescu

Skyscraper lost by Ioan Dumitrescu

Contoh berikutnya adalah artwork karya Dylan Cole yang luar biasa. Foreground dan background keduanya dengan pencahayaan terang menampilkan semua bagian dengan baik dan komposisi mendorong audience ke arah background dan diteruskan ke arah focal point.

Dylan Cole

Dylan Cole Studio

Dari ke-5 hal fundamental di atas, yang penting untuk dicermati adalah agar tiap artist mampu menguasainya dengan baik dan menggunakan skill-skill tadi dengan tepat.

Untuk menguasai skill ini tidaklah mudah, diperlukan study terus menerus. Semakin kita mengenal dengan baik kesulitan dalam tiap skill, kita akan makin mengenali sampai di mana kemampuan kita. Mudah-mudahan tulisan ini bisa mendorong kita untuk makin menguasai ilustrasi dengan baik.

Source: http://design.tutsplus.com/articles/5-fundamental-skills-every-artist-should-master–psd-28054

(BP)

 

One thought on “5 Skill Fundamental yang Wajib Dikuasai Artist!

Leave a Reply