5 Rasa Takut yang Dirasakan oleh Artist

Rasa takut yang bisa merusak diri sendiri, apa sajakah itu?

Ini bukan seperti depresi, tapi bisa menjadi salah satu faktor pemicunya.

1. Ragu pada diri sendiri

“Bagaimana jika aku tidak cukup bagus?”

Hal ini menjadi salah satu faktur yang bisa merusak diri sendiri. Kita bukan dokter, guru atau bahkan petani -kita tidak menciptakan atau menyediakan layanan yang membuat orang lain tak bisa hidup tanpanya. Sebagai Artist, kita menyadari fakta ini yang tampaknya menjadi penyulut rasa ragu dengan diri kita sendiri. Pada saat itulah kita akan merasa terbuang.

“Bagaimana jika tak seorangpun mau membeli karya kita?”

Sayangnya, kebanyakan dari kita, hal ini bukanlah sesuatu yang bisa kita hilangkan begitu saja. Melainkan kita harus mencari cara untuk hidup dengan keraguan ini dan memberi nilai pada sebuah proses secara kreative sebanyak pada karya kita.

Obat untuk meringankan gejala seperti ini adalah:

1. Ketahui dan Akui bahwa kamu ragu pada diri kamu sendiri.

2. Analisa kenapa kamu bisa ragu pada diri sendiri.

3. Kenali sumbernya.

4. Buatlah sebuah rencana.

2. Tidak cukup original.

Sebelum kamu berkata “aku tidak original”, baca dulu quote di bawah ini;
“Those who do not want to imitate anything, produce nothing.”  ~Salvador Dali
Artinya apa, setiap manusia yang hidup di bumi ini tidak ada yang bisa menciptakan apa yang sebelumnya ada, melainkan kita bisa mengembangkan dari apa yang sudah ada. Jadi faktanya kita tidak bisa lepas dari meniru dari pendahulu. Lihat saja diri kita sendiri, kita juga keturunan dari orang-tua kita, dan orang tua kita juga keturunan dari orang tua mereka masing-masing.
Tidak ada yang original bagi manusia
Jadi jangan takut kalau ada yang bilang kita hanya meniru. Karena faktanya, kita semua belajar dan meniru dari para pendahulu kita.

3. Orang-orang tidak menganggap kita serius.

“Seni adalah hobby bukan pekerjaan”

Jika seseorang meremehkanmu atau kamupun merasa begitu, coba kamu lihat mereka yang bekerja di game developer sebagai art director, illustrator, composer, atau illustrator yang buat conceprt art di industri film -seperti film Lord of The Ring.

4. Orang-orang akan mencuri ide kita.

Ketika kita memajang karya kita di internet atau menjual gambar kita secara online, pasti kita ada rasa takut bahwa ide kita akan dicuri oleh orang lain. Dan tak diragukan lagi, hal seperti ini sudah pasti terjadi.

Jadi, buat apa takut…setiap artist yang hidup di dunia ini pasti melakukannya bahkan kita, dan akui saja. Dan artist sejati pasti mencuri ide tapi mereka tidak menduplikat apa yang ia lihat. Beda halnya dengan orang yang memakai karya orang lain tanpa sepengetahuan penciptanya tanpa dirubah, hanya untuk keuntungan mereka sendiri -orang seperti ini pantas dimusnahkan karena mereka mencuri karya jadi bukan ide.

5. Hasil karya kita tidak sebagus apa yang kita bayangkan.

“Art is never finished, only abandoned.” ~Leonardo da VinciTerima saja kenyataan dan lanjutkan saja apa yang kamu lakukan. Bahkan seperti penulis, komposer ataupun musisi yang sudah professional masih ada yang merasa tidak puas dengan karyanya.
Terus saja berkarya, jangan berhenti berkarya hanya masalah sepele.
Ingat, terkadang karya kita yang kita anggap jelek, belum tentu jelek bagi orang lain.

(CA)

———————————————

Sumber: https://skinnyartist.com/5-fears-that-can-destroy-an-artist/

 

 

Leave a Reply