5 Mitos Dalam Concept Art

Dust by TitusLunter Colony by TitusLunter

Street by TitusLunter

1. Photo Bashing adalah curang dan menunjukkan kurangnya skill painting. SALAH!

Photo-bashing adalah BUKAN sesuatu yang curang, itu adalah teknik standar yang digunakan dalam banyak studio game besar, terutama ketika mereka menginginkan visual yang realistis. Assassins Creed, Tomb Raider, The Last of us, Uncharted, adalah beberapa contohnya. Ide-ide akan dibentuk melalui foto. Berikutnya, untuk membuat photo-bashing terlihat keren, kita harus menguasai tentang lighting, perspective dll. Apabila tidak cukup menguasainya, hasilnya akan terlihat tidak bagus. Tidak hanya untuk environment, desain karakter dengan detail tinggi juga akan mendapat perlakuan yang sama sebelum dikirimkan ke bagian modelling untuk dikerjakan.
Menggunakan foto sebagai referensi juga sangat wajar. Kita bisa menggunakan foto wajah orang-orang dari kehidupan sehari-hari untuk pekerjaan kita yang akan memberikan perbedaan yang luar biasa dan unik.
Photo-bashing adalah: Menggunakan elemen foto untuk membuat sebuah painting, bisa berupa tekstur atau mengambil potongan foto dan dimasukkan dalam painting.

 SYNDICATE concept - interior items by torvenius SYNDICATE concept - interior items by torvenius

SYNDICATE concept - fuseboxes by torvenius

2. Concept Artist akan membuat gambar – gambar KEREN setiap harinya! SALAH!

Faktanya adalah kebanyakan dari proses Concept Art adalah research, photo-bashing dan mengerjakan sesuatu yang kadang di luar topik yang kita sukai. Mungkin kita akan mengerjakan game keren, tapi sebagian besar pekerjaan kita adalah membuat konsepnya, lantai, pegangan pintu dll. Jadi tidak cuma bagian environment dan karakter yang keren saja, tapi kita juga akan membuat konsep benda-benda lain yang sepele seperti tong sampah dll.
Jadi apabila ingin menekuni dunia Concept Art, mulailah untuk menyukai sisi teknisnya dan tidak hanya  berharap sisi romantisnya. Memiliki ketertarikan untuk mendesain apapun dan tidak hanya terobsesi mendesain karakter cewek dengan dada besar!
Dan RESEARCH, yang sangat banyak! Kita akan membutuhkan banyak referensi tak terduga dan aneh seperti bagaimana tekstur kain sutra saat kering atau basah, atau bagaimana sebuah pintu otomatis bekerja.

Assassin's Creed 3 Promo by vampiresrock17

The Last Of Us by Vegetassj51 Uncharted Trilogy - Wallpaper by Link-LeoB

3. Concept Art yang di-publish dari sebuah game yang masih dalam proses developing adalah sesuatu yang KEREN! SALAH!

Ya tentu saja hal itu keren, tapi jangan salah, sebenarnya itu adalah bukan sekedar Concept Art, tapi lebih sebagai “Promo ART”. Concept Art yang ada dalam proses development biasanya berupa sketch, potongan gambar desain dan promo art dikerjakan terpisah dari desain utama. Bukan hasil dari ide artist tapi semata-mata untuk keperluan marketing. Jadi ada perbedaan besar antara Concept Art dan Promo Art.

4. Dibutuhkan gelar akademis dari sekolah seni untuk mendapatkan pekerjaan sebagai Concept Artist. SALAH!

Studio dan klien tidak terlalu peduli dengan gelar akademis. Satu-satunya yang mereka perhatikan adalah kita bisa menunjukkan portfolio dan pengalaman kerja kita. Tentu saja gelar akademis akan membuat CV kita lebih bersinar tapi itu tidak bisa membantu banyak kalau portfolio kita tidak memenuhi syarat. Dunia Concept Art sangat fair, mereka yang terbaik akan dengan mudah mendapatkan tempat di industri ini. Banyak Concept Artist profesional yang tidak memiliki gelar akademis atau memiliki gelar akademis yang berbeda jauh dari dunia art namun mereka memiliki nama besar di industri karena ketrampilan mereka. Sekolah art akan  membantu kita mempelajari banyak hal tentang ilustrasi, tapi semua akan kembali kepada konsistensi dan komitment artist untuk menghabiskan waktu mengembangkan kemampuan dan performanya.

5. Studio besar berkelas AAA menawarkan lebih banyak keasikan. SALAH!

Anggapan ini tidak semuanya benar. Studio berkelas AAA artinya memiliki 3 tuntutan, Review tinggi, Inovasi dan Finansial. Ketiga hal ini akan memberikan 2 sisi yang berbeda baik dan kurang baik. Studio biasanya akan merencanakan budget besar untuk developing dan marketing. Padahal 2 hal tersebut terkadang bukan satu-satunya yang membuat sebuah game bisa sukses dan disukai.
Semua tergantung dari harapan kita pada tempat kerja kita: apakah kita ingin bekerja dalam jangka waktu yang panjang mengerjakan 1 hal yang sama atau berpindah-pindah dalam waktu relatif pendek mengerjakan berbagai hal yang berbeda, atau kita menyukai bekerja dalam 1 tim kecil yang membuat kreatifitas dan ide kita sangat dibutuhkan atau bekerja dalam sebuah tim besar di mana pendapat kita mungkin harus berbenturan dengan banyak hal.
Untuk menjadi artist profesional, ada program 1 tahun yang didesain khusus bagi mereka yang ingin menjadi entrepreneur di bidang ilustrasi: http://www.carrotacademy.com/courses/creative-illustration-diploma/
Sumber: http://suzanne-helmigh.deviantart.com/journal/The-5-bullshit-myths-of-concept-art-452662427

One thought on “5 Mitos Dalam Concept Art

Leave a Reply