Type to search

5 Alasan Mengapa Pop Up Art itu Seru!

Share

Pop up illustration adalah sebuah struktur yang merubah gambar menjadi sebuah dimensi dunia baru. Saat sebuah buku atau kartu dibuka muncul obyek-obyek yang menjadi sebuah kesatuan yang menyajikan cerita yang menarik. Mengapa kita harus setidaknya mencoba membuat pop up art? Inilah 5 alasan mengapa pop up art itu seru!

1. BERAWAL DARI IDE ILMUWAN.

Pop up pertama kali diciptakan oleh Ramon Lulls seorang penulis, ahli matematika dan teologi di abad ke 13. Pada awalnya pop up adalah sebuah metode untuk menjelaskan logika dalam sebuah buku agar lebih mudah dipahami. Sebuah mekanisme didesain untuk membuat struktur kertas yang muncul dari buku beserta tulisan berisi penjelasan berbagai teori dalam isi buku yang dikenal dengan nama Ramon Llull – Ars Magna.

A Brief History of Pop-Up Books 3

2. MEMPERKAYA PENGETAHUAN KREATIF

Pop up menggabungkan karya seni, logika dan proses desain mekanisme sebuah struktur 3 dimensi. Pop up yang rumit akan menuntut kemampuan dan hitungan yang presisi agar struktur bisa terwujud sempurna. Lothar Meggendorfer adalah artist Jerman yang dianggap jenius karena mampu menciptakan pergerakan dalam sebuah pop up dalam berbagai skenario dan sangat rumit.

Lot 100 - Meggendorfer, Lothar
International circus by Meggendorfer, Lothar 1889

3. DIGUNAKAN DALAM ANATOMI

Di abad ke 14 seni pop up digunakan dalam dunia ilmu kedokteran terutama dalam pembuatan buku anatomi. Salah satu pop up anatomi paling dikenal adalah karya ilmuwan Andreas Vesalius in 1543. In his book, De Humani Corporis Fabrica Librorum Epitome yang menampilkan ilustrasi bagian anatomi dalam berbagai layer dan dimensi.

Andreas Vesalius. De Humani Corporis Fabrica Libri Septem. Basel: | Lot  #45171 | Heritage Auctions

4. MENJADI BAGIAN PENTING DUNIA KREATIF.

Awalnya pop up berisi tulisan, diagram dan gambar sederhana, kemudian makin berkembang dengan banyak ilustrasi. Awal abad 18 pop up menjadi bagian dari industri kreatif dan buku-buku anak dan fiksi dengan pop up diproduksi secara masal. Style pop up terus berkembang dan makin popular. Tahun 1765, Robert Sayer menciptakan buku “gerak” dengan syle pop up “lift-the-flap”.

Harlequinades | The Conveyor

5. MEMBERIKAN PENGALAMAN DAN SENSASI ARTISTIK.

Di era digital seni pop art masih bertahan menjadi karya cetak yang bernilai tinggi dan terus diproduksi. Di era digital pop up tetap digemari karena memberi pengalaman secara fisik dengan karya seni. Pop up akan terus menjadi seni yang otentik yang melibatkan gambar, kertas dan mekanisme untuk menghidupkannya.

Proses pembuatan pop up illustration ternyata memberi banyak pengalaman luar biasa. Jadi tertarik untuk membuat pop up illustration? Ikuti kelas boot camp di Carrot Academy yang akan mengupas dasar-dasar pembuatan ilustrasi cat air dan membuatnya menjadi pop up art. Daftar segera karena seat terbatas!.

Join Boot Camp Pop Up Art !

(BP/CA)

Tags:

Leave a Comment

Open chat
Ada yang bisa kami bantu?