3 Alasan Kita tidak Bisa Menggambar ( Plus Solusi )

Kenapa sih gambar kita tidak pernah sebagus seperti yang kita inginkan? Seberapa keras kita mencoba, seberapa hebatnya kita melihat sebuah subjek untuk kita gambar, hasilnya selalu saja terlihat salah.

funny-picture-drawing-skills

http://wanna-joke.com/drawing-skills/

Kita sudah banyak membaca tutorial, mengikuti beberapa kelas menggambar, namun gambar kita tetap tidak pernah memuaskan. Akhirnya timbul pertanyaan dalam diri kita, mungkinkah hal ini kita sendiri penyebabnya? Bagaimana kalau kita tidak memiliki cukup bakat? Bagaimana kalau kita tidak akan pernah berkembang?

Kalian tidak sendiri…

Memahami gambar dapat menjadi kunci untuk kesuksesan artistik dan pemikiran kreatif yang tajam untuk kita sendiri – namun hal itu juga bisa menjadi pertentangan yang tak kunjung berhenti.

Nha bagaimana kalau ada solusi yang sederhana? Sebuah bagian dari teka-teki yang kita tidak tahu sebelumnya, ini adalah 3 RAHASIA yang bisa secara instan meningkatkan gambar dan painting kita, pasti menarik sekali untuk dicoba! Ini dia 3 alasan kenapa kita tidak bisa menggambar dengan baik dan solusinya!

Neuroscience

1. PIKIRAN KITA TERLALU BANYAK BICARA

Bicara dan menggambar tidak cocok

Masalah utama yang sering dihubungkan dengan menggambar adalah ketika kita sibuk berbicara dengan diri kita saat proses pengerjaan, kita menggunakan bagian otak kiri yang berkaitan dengan logika dan bahasa. Bagian dari otak ini memiliki kecenderungan untuk dengan teliti mengetahui nama objek, melabelkan dan mengaturnya.

Saat kita belajar menggambar, berusahalah untuk sementara waktu berhenti mengira – ngira dan tidak menduga-duga dalam memandang sebuah objek, alih – alih berusaha mendefinisikan sebuah obyek, sebaliknya lihatlah objek itu sesuai dengan apa adanya.

Ketika kita mencoba mempelajari untuk menggambar sesuatu secara realis, kita menggunakan bagian otak kanan kita, yang lebih teliti untuk gambar dan persepsi spasial.
Namun, melakukan 2 bagian otak secara sekaligus adalah hal yang sulit. Kenapa? Karena itu akan membuat otak kita beku/freezing.
Pernahkah kalian berada dalam “creative zone of absorption”, sebuah kondisi dimana waktu berjalan sangat cepat, profesol psikolog Mihaly Csikszentmihalyi memberi istilah kondisi ini “flow”. Inilah tanda-tanda kita berada dalam kondisi “flow”:
1. Terlibat secara keseluruhan dengan apa yang kita lakukan – fokus dan penuh konsentrasi
2. Merasakan seperti ekstasi – merasa berada di luar realita sehari-hari
3. Mendapat kejernihan (clarity) yang dalam – mengetahui apa yang harus dilakukan dan bagaimana cara melakukannya
4. Sadar bahwa aktivitas tersebut dapat dilakukan – memiliki skill yang memadai untuk menyelesaikan aktivitas
5. Merasakan ketenangan – tidak khawatir tentang diri sendiri dan merasa ada yang tumbuh di luar batas ego kita
6. Timelessness – dengan fokus pada kondisi sekarang, persepsi waktu kita hilang
7. Motivasi dalam diri – apapun yang dihasilkan “flow” akan menjadi hadiah buat diri kita

Flow adalah kondisi mental di mana kita benar-benar masuk ke dalam suatu aktivitas. Sebuah perasaan yang penuh dengan keterlibatan dan energi. Kita bisa mencapai tahap ini ketika menggambar, hingga kita disela/diganggu (buyar setelah itu).
Kombinasi otak kanan dan kiri bertentangan satu sama lain dan membuat proses menggambar menjadi nampak rumit. Bisa saja kita belajar untuk berbicara (dalam pikiran kita) sambil menggambar, namun itu akan menguras banyak waktu.
Semuanya bisa dimulai dari usaha memahami bagaimana pikiran bekerja dan bagaimana kita bisa mengeluarkan kemampuan dengan sepenuhnya secara bawah sadar.

Sebagai contoh adalah saat kita menggambar sebuah obyek rumit wajah seorang kakek dengan kulit keriput dan rambut yang penuh detail. Pikiran kita akan terus berbicara,

“Wah bagaimana menggambar detail keriput yang rumit ini?”

“Bisa gila ya menggambar rambut helai demi helai agar realis”

“Bagian mata si kakek terlalu sulit untuk dikerjakan, refleksi di bola mata terlalu abstrak”

“Oh tidak, gambar ini tidak mungkin dikerjakan..”

quoscrewyouimbrilliant

image by: http://landofquo.com/tag/criticism/

2. MENGKRITIK DIRI SENDIRI DENGAN KERAS

Bakat itu mitos. Menggambar itu skill yang bisa dipelajari layaknya skill lain, banyak yang mungkin tidak percaya ini dan ini sering menjadi halangan pertama yang membuat kita sulit untuk mendapatkan skill baru. Menggambar adalah seperti permainan mental, sama seperti permainan observasi.

Tentu, kita memerlukan skill dasar seperti memegang pensil dan membuat tanda, tetapi tidak sebanyak yang kita pikirkan. Ini sama seperti kemampuan untuk membuat tanda tangan atau melempar dan menangkap bola. Namun, pikiran alam bawah sadar kita sangat kuat dan dapat mengacaukan pikiran kita ketika mempelajari skill baru dalam menggambar. Kita bisa rasakan, alam bawah sadar kita telah mengatakan bahwa hal tersebut tidak benar.

Merubah apa yang telah terprogram dalam diri kita.

Kesuksesan dalam hidup seringkali justru adalah sebuah keberhasilan di luar apa yang telah kita yakini sebelumnya. Hal tersebut bisa juga menghentikan perkembangan seorang artist atau bagian yang lain dalam hidup kita.
Buku Napoleon Hill “Think and Grow Rich” berbicara tentang fokus pada permainan mental ketika belajar  “Bagaimana Mencapai Kekayaan”.
“Otak kita bekerja seperti magnet bagi pikiran yang mendominasi kita dan magnet ini menarik kita pada kekuatan, orang-orang, dan pada keadaan yang selaras dengan pikiran yang mendominasi kita”. Kalau kita terus berpikir kita tidak bisa menggambar, kita tidak akan pernah bisa.

Saat kita mulai mencoba dan menggambar realistik kemudian muncul sebuah kesalahan yang mengganggu, kritik dalam diri kita mulai membelokkan kita. Sering kali gambar terlihat baik-baik saja awalnya dan kita telah mengamati obyek secara akurat.Biasanya ini terjadi ketika kita berada di tahap “sulit” dan kita mulai mempertanyakan diri kita sendiri.
Pada kenyataannya terkadang kita telah berada di titik untuk menyelesaikan sisa dari gambar dan kesalahan kita  adalah berhenti melakukan observasi.  Pikiran kita mulai bermain tentang bagaimana gambar tersebut terlihat di mata kita. Setelah itu kritik dalam diri kita akan muncul:
“Ini tidak terlihat seperti wajah kakek-kakek, menyerah saja sekarang, ini terlihat seperti gambar anak kecil.”

Jadi apa yang harus kita lakukan adalah berhenti memberi label pada sebuah objek dan mulai untuk melihat secara abstrak.

IMG_3064

image: http://fairydustteaching.com/2011/04/drawing-and-labeling-insect/

3. TERLALU BANYAK MEMBERIKAN LABEL TERHADAP OBYEK

“Apakah ini benar? Apakah kita harus melihat dan memberi nama objek ini? kita harus konsentrasi penuh pada benda ini, itu yang harus kita lakukan bukan?
Jawabannya YA dan TIDAK.
Penjelasannya begini: “Ketika kita menggambar botol, kita tidak menggambar botol, kita menggambar bentuk sekitar botol dan botol tersebut akan tergambar dengan sendirinya”.

Bingung?

Oke,

Setiap pinggir dari gambar adalah “shared edges”, kita tidak bisa menggambar garis tanpa menggabungkan 2 ujung. Bayangkan kita menggambar dasar dari kapal, satu garis horizontal. Garis tersebut sekarang berbagi tepi dengan bagian bawah perahu dan air. Satu garis, dua ujung.

Kapal yang sepertinya sulit untuk kita gambar tersebut adalah sebuah gabungan GARIS dan BENTUK.

boat-1

 image by Ramon Bruin
 
Jadi, BAGAIMANA CARA KITA MENGGAMBAR?

Kalau kita misalnya, menggambar sebuah ruangan dalam sebuah botol, garis akan membagi area tepi dan ruangan dalam botol itu, akhirnya botol tersebut akan tergambar dengan sendirinya.
Karena itu dalam menggambar berusahalah secara konstan untuk tidak melabeli sebuah objek, jadi otak kiri yang bersifat logis akan berhenti menyuruh kita untuk menggambar obyek sebagai sesuatu yang kita kenal.
Hali ini mungkin terlihat aneh dan salah dan seperti langkah mundur, namun inilah alasan mengapa kita tidak bisa menggambar dengan baik.
Untuk bisa melihat seperti seorang artist, kita harus belajar membuat “cognitive shift” dari otak kiri ke otak kanan.
Kalau kita selalu berkata pada diri kita sendiri, inner critic kita akan memicu otak kiri kita terus.
Pernahkan kita berpikir mengapa Jackson Pollack meminum banyak Bourbon, Van Gogh minum Abstine? Alkohol punya efek menenangkan, jadi buka kekritisan terhadap diri kita sendiri dengan cara kita.

Jadi boleh dicoba, lakukanlah sesuatu yang membuat kita tenang, mungkin segelas coklat hangat sebelum memegang pensil. Cobalah untuk menyadari suara dalam diri kita yang menggangu progres kita.

MENGGAMBAR ADALAH HAL YANG PARADOKS

Untuk melihat sesuatu sama seperti artist melihat itu, kita tidak boleh melihat sebuah objek, tidak melabelkan objek namun melihatnya sebagai serangkaian bentuk.
Elemen abstrak yang digambar pelan-pelan akan terlihat nyata di depan mata kita dan otak kiri akan setuju bahwa objek tersebut merupakan serangkaian bentuk dan melabelinya.

Logo Carrot 2013

PENJELASAN SINGKAT TENTANG OTAK KIRI DAN OTAK KANAN

Otak kanan melihat bahwa hidup dapat dilihat secara keseluruhan, dimana otak kiri melihat lebih ke detail.

Otak kiri berpikir fokus pada logika, rasional, berurutan dan analitis sedangkan otak kanan lebih melihat hal random, keseluruhan, dan asosiasi yang bebas.

Psikolog mengatakan orang dengan otak kiri dominan lebih fokus pada kata-kata dan angka dimana orang dengan otak kanan dominan fokus pada bentuk visual dan pola.

Pemikir otak kanan membuat asosiasi yang bercabang-cabang di mana pemikir otak kiri membuat dedukasi logis dari informasi. Banyak orang adalah campuran antara keduanya, apakah kalian mengenal ciri-ciri di bawah ini?

Fungsi otak kiri:
Menggunakan logika
detail
fakta
kata-kata dan bahasa
masa kini dan masa lalu
matematika dan ilmu pasti
dapat mendalami
mengetahui
menyadari
pola persepsi
mengetahui nama objek
berbasiskan realita
membuat strategi
praktis
aman

Fungsi otak kanan:
menggunakan perasaan
melihat secara gambaran besar
imajinasi
simbol dan gambar
masa kini dan masa depan
filosofi dan kepercayaan
dapat mengerti
percaya
mengapresiasi
persepsi spasial
mengetahui fungsi objek
berbasiskan fantasi
memberikan kemungkinan
tidak sabaran
pengambil resiko

MENGGAMBAR ADALAH SKILL YANG BISA DIPELAJARI

Sama seperti kegiatan lainnya, skill bisa dikembangkan seiring kita belajar prinsip dasarnya dan melakukan banyak latihan. Kunci dari belajar menggambar sama seperti belajar menulis, yaitu instruksi dasar yang baik dan lakukan terus hingga kita bisa.

Tidak ada yang mengatakan itu akan mudah sehingga tidak perlu dilakukan. Namun, karena hal itu menantang karena tidak mustahil dengan waktu dan kerja keras kita akan menjadi unggul.

Ketika kita memulai belajar sebuah skill baru, seorang ahli atau teman yang berpengalaman dapat membantu kita memotivasi dan membimbing kita.

gatotkaca

Students Artwork by Adryan Stefanus – Bootcamp/Digital Painting

Source: http://willkempartschool.com/the-3-reasons-why-you-cant-draw-and-what-to-do-about-it/

14 thoughts on “3 Alasan Kita tidak Bisa Menggambar ( Plus Solusi )

  1. gw yakin, belajar menggambar itu sama aja dengan belajar membaca/ menulis/ berhitung, waktu kecil, kita merasakan susahnya membaca, menulis. bedanya, nggak ada yang memaksa kita untuk menggambar, sedangkan orang2 sekitar kita bakal memaksa kita untuk belajar membaca/ menulis. karena dilakukan secara konsisten, dalam waktu yang bertahun-tahun, maka kita bisa. begitu juga menggambar. IMHO

  2. Kalau saya malah bisa jadi bagus gambarnya ketika saya menggambar sambil berbicara dengan diri sendiri dan tangan saya seolah2 seperti bekerja sendiri

  3. Aku baca artikel ini gara-gara aku kepingin bgt bisa nggambar , udah sering latihan dan terus mencoba tapi hasilnya sama aja . parah…!!
    Tapi jika tuhan berkehendak lain apapun yg kita usahakan tetap gk ada pengaruhnya..

  4. Makasih buat artikelnya om, terlintas bakal nyedah untuk menggambar, tapi sekarang udah ada motivasi lagi.. Benar-benar membantu.

  5. Gue selama ini gak tau gue dominan otak kanan atau kiri. Soalnya gue sama sekali gak punya ketertarikan soal logika dan visual2 itu. Gue sampe bingung sendiri nanti bakal gimana hidup gue. Hampa banget rasanya

Leave a Reply