Type to search

2 Siswa Carrot Academy berhasil meraih 2 Gold Award dari Singapore Internationals Arts Tournament (SIAT) 2023!

Share

Carrot Academy (25 July 2023) 2 Siswa Carrot Academy berhasil memenangkan 2 gold award dari Singapore International Arts Tournament (SIAT) 2023 1st Round. Singapore International Arts Tournament (SIAT) 2023 diselenggarakan oleh the Singapore International Children’s Media (SICM) di bawah naungan the International Ministry of Youth Leadership (SINGAPORE), sebuah kompetisi art internasional untuk generasi muda yang akan melibatkan lebih dari 100 institusi internasional dan lebih dari 200 artist terkemuka dari 40 negara di dunia. Dalam event SIAT tahun ini tema yang dilombakan berjudul “Harmony in Diversity”. Setelah terpilih dalam first round nantinya karya pemenang akan dipertandingkan dalam round berikutnya yang akan dipertemukan dengan seluruh karya-karya pemenang dari masing-masing negara.

Nicole dan Carmen menyelesaikan karya mereka dengan bimbingan penuh dari Carrot Academy melalui kelas Shortcourse Portfolio yang diikuti mereka. Sebelumnya mereka juga telah mengikuti kelas shortcourse studio class untuk menyalurkan passion mereka dengan mempelajari materi ilustrasi dari dasar hingga level-level advance. Ketika submission untuk SIAT 2023 dimulai mereka beralih ke kelas Portfolio agar fokus mengerjakan karya yang akan diikutkan dalam turnamen tersebut. Pengumpulan karya untuk turnamen ini antara 10 March – 21 April 2023.

Carrot Academy memberikan dukungan penuh kepada semua generasi muda yang ingin mengembangkan potensi dan wawasan melalui kompetisi-kompetisi seni dengan bimbingan penuh yang akan menggali potensi dan menghasilkan karya terbaik dari setiap siswa! Kedua siswa dari Carrot Academy ini menghabiskan waktu belajar intensif selama beberapa minggu di kelas short course Portfolio. Di kelas ini siswa akan dibimbing untuk mengeksplorasi potensi terbaik mereka dari mencari ide, mempersiapkan mood board hingga proses pembuatan karya yang terus dipantau oleh mentor khusus. Di kelas portfolio ini siswa akan didorong untuk menciptakan karya otentik mereka yang memenuhi semua parameter yang dipersyaratkan di dalam turnamen. Proses yang tidak singkat dan penuh ketekunan dan bahkan harus melewati beberapa kali perubahan atau revisi untuk mencapai hasil terbaik. Namun usaha keras yang dilalui tidak sia-sia. Siapa saja mereka dan seperti apa karyanya?

1. Nicole Eng Hui En (Grade 7 ACS Jakarta) Children Category.

Religion and culture are intertwined, shaping identities and fostering belonging. Their coexistence creates a tapestry of vibrant traditions and customs that enrich our collective experience. The art form Batik Parang, a traditional Indonesian textile pattern, exemplifies the harmonious coexistence of Islamic beliefs and Javanese culture. The parang motif, characterized by its repeated waves, symbolizes the Islamic concept of unity through diverse characteristics and practices.

Batik Parang’s popularity extends beyond its cultural roots, transcending geographical boundaries and captivating people from diverse backgrounds. It serves as a testament to peaceful coexistence. By appreciating the philosophy of Batik Parang, individuals from different religious and cultural backgrounds can find common ground, fostering a sense of unity and promoting cultural diversity. In my artwork, the Batik Parang pattern is celebrated and embraced as an artistic expression, promoting a world where harmony and diversity thrive, transcending the boundaries among us and embracing the richness of human culture.

2. Carmen Janice Lawadihardja (Earth Youth Category).

My name is Carmen Janice Lawadihardja I’m 14 years old from Indonesia. My submission titled “Multiculturalism: Indonesia’s Diverse Culture”. To finish this piece
i was using A3 paper, a pencil, and a drawing pen. I was using the pencil for sketching and shading and making a gradient to build volume, and the pen to make the lines more bold. I put several landmarks from some places in Indonesia, such as Borobudur temple as a historical structure in Central Java. Rumah Gadang is a traditional house in West Sumatra. Rumah Honai is a traditional house from Papua. I am also adding Balinese Pura into my art. A komodo dragon is a protected animal that lives in Nusa TenggaraTimur.

The cloud that I drew is also one of batik designs called batik megamendung. This design is special from Cirebon and this is one of Indonesia’s motifs. I included thedove in the composition to represent peace and the harmony of Indonesian culture. I wanted to show that Indonesia has 300 different and distinctive cultures, that is already different enough to represent the differences of culture in the world and I wanted Indonesia to inspire other countries about harmony in diversity

Selamat buat Nicole dan Carmen telah berani mengambil challenge untuk menjadi lebih baik, semoga karyanya bisa melaju di round berikutnya! Bagi kamu yang sedang ingin mempersiapkan diri untuk mengikuti kompetisi seni kamu bisa mendapatkan bimbingan terbaik di kelas Shorcourse Portfolio Carrot Academy. Dapatkan informasi mengenai kelas ini melalui WA/telp ke 085727766888.

Daftar pemenang SIAT 2023 1st Round

(BP/CA)

Tags:

Leave a Comment

Open chat
Ada yang bisa kami bantu?