16 Tips Menggambar Naga dari Artist Profesional

Naga memiliki karakter sendiri, mereka bukan sekedar cicak raksasa atau ular bersayap. Inilah tips-tips berguna saat menggambar naga!

Saat mempelajari cara menggambar mahluk-mahluk mitos seperti naga, dibutuhkan inspirasi yang diambil dari kehidupan nyata binatang seperti komodo atau kadal raksasa yang akan memberikan sisi realis yang kuat.

Naga sudah menjadi favorit di ilustrasi genre fantasi semenjak dahulu. Setiap artist memiliki interpretasi sendiri terhadap mahluk mitos ini. Nhah bagaimana kita bisa menciptakan desain naga yang baik? Ikuti 10 tips dari artist-artist dunia!

01. Berikan naga kita sebuah “kepribadian”

dragon with a grin

 

“Sebelum kita memulai menggambar naga, pertimbangkan kepribadian apa yang akan dimiliki oleh naga kita. Naga kita bisa memiliki karakter berwibawa, sarkastik, pemarah atau gabungan di antara ketiganya,” saran Alex Stone, artits yang karyanya muncul di game seperti Dungeons & Dragons dan Smash Up.

Beberapa detail bisa ditambahkan untuk menonjolkan kepribadian naga kita, misalnya dengan gigi tajam menyeramkan, atau bentuk mata yang ceria.

Bekas goresan pedang dan tatapan mata yang tajam dengan seringai mulut menunjukkan karakter naga pemarah pada gambar di atas.

02. Ciptakan latar belakang kehidupan sang naga.

dragon with flag behind

 

Penambahan detail bendera dan aksesori menunjukkan hubungan naga dengan kisah kerajaan.

 

Untuk menambahkan daya tarik ekstra, cobalah untuk membuat cerita dibalik kehidupan naga kita. Audience akan lebih tertarik dengan karakter naga yang memiliki cerita tersendiri.

Sebagai contoh, goresan bekas luka bisa menunjukkan kehidupan naga yang penuh dengan pertempuran atau kekerasan yang dialami sebelumnya. Pada gambar di atas, karakter naga memiliki hubungan dengan kehidupan manusia.

Karakter Naga legendaris selalu memiliki latar belakang yang menarik, kata artist Justin Gerard. “Naga dari buku karya Tolkien’s  The Hobbit, kita melihat sebuah mahluk yang tidak hanya sekedar memiliki karakter buas.

Naga Tolkien menyimpan kesan serakah di antara keagungan yang diperlihatkan melalui harta karun yang berlimpah yang secara sinis digambarkan ada di dalam gua yang gelap dan kumuh.

03. Mulai dengan siluet!

dragon and silhouette of dragon

 

Siluet naga yang kuat akan memberikan kesan memikat bahkan dari jarak yang cukup jauh.

 

Sebelum kita tergoda untuk langsung menggambar dan terjebak dalam proses detailing, pertimbangkan untuk memberi gambaran keseleruhan terlebih dulu. Pada setiap naga, pastikan elemen-elemen utama yang akan mempercantik siluetnya.

Tujuannya adalah untuk membuat gambar kita dengan mudah dibaca, bahkan dari kejauhan atau dari perspektif mana saja!

04. Pinjamlah dari alam.

 

Studi berbagai mahluk yang unik dan menyerupai naga oleh Gerard Stone.

 

Saat memutuskan untuk menggambar naga, ambillah inspirasi dari mahluk atau binatang lain. Sementara naga adalah mahluk yang tidak nyata, keberadaan mereka harus bisa diterima di dunia nyata. Banyak mahluk nyata yang bisa memberikan ide segar tentang naga.

“Buaya menawarkan contoh yang mungkin terbaik dan paling mematikan di antara mahluk lain. Di antara reptil berkaki empat modern saat ini, buaya menawarkan tampilan brutal dan menyeramkan.

Namun, tidak perlu membatasi referensi dengan reptil saja. Pelajari bentuk tengkorak binatang lain seperti beruang, singa dan belut, kemudian menggabungkannya dengan gigi Aligator atau moncong Snapping turtle (Penyu moncong buaya). Apapun yang terlihat menarik dan menginspirasi di alam bebas sah digunakan. Beberapa naga kreasi Stone adalah perpaduan berbagai binatang di alam bebas yang menjadi mahluk baru.

05. Jangan lupakan “manusia” juga.

 

Pelajari wajah manusia dan kita akan menemukan banyak ekspresi mengejutkan yang bisa kita gunakan dalam desain naga kita.

 

Akan sangat membantu menggunakan referensi manusia untuk mendapatkan informasi ekspresi wajah naga. Kita bisa mencari tampilan yang sepadan antara mahluk yang memikat sebagai binatang melata buas yang memiliki kecerdasan manusia.

Untuk manusia, kita bisa menyimpan folder gambar-gambar politikus sinis – banyak sekali wajah-wajah yang bisa kita temukan.

06. Referensi.

a dinosaur skeleton and image

 

Jaga gambar kita tetap relevan dengan membandingkan referensi di sebelah kertas gambar kita.

 

Akan lumayan membantu untuk mencari inspirasi dari alam bebas, jika memungkinkan, kebun binatang bisa menjadi tempat tepat untuk live sketch, kalau sulit, kita bisa menggunakan foto. Berikan catatan khusus saat menggambar, seperti misalnya, berapa jarak hidung dan mata pada jenis binatang tertentu, bagaimana bentuk rahang dan sebagainya. Catatan ini menjadi data penting yang akan mengembangkan pemahaman kita pada kontruksi mahluk hidup secara keseluruhan.

Selanjutnya, saat kita mulai menggambar naga, gunakan kumpulan foto yang relevan selalu tersedia saat kita bekerja.

Pada gambar di atas, Stone terinspirasi oleh dinousaurus seperti T-rex dan menggunakan sekumpulan foto kerangka untuk mendapatkan informasi tentang struktur tulang dan anatominya. Sebagai tambahan, kita bisa menambahkan bayangan pepohonan, hutan, binatang melata untuk mendapatkan referensi warna, tekstur dan lighting.

07. Ingat, dinosaurus bukan dragons…

 

Nikmati kebebasan menggambar mahluk fantasi yang tak terbatas.

 

Dinosaurus adalah mahluk keren dengan dunianya sendiri, dan mereka berbeda dengan naga. Dalam sebuah essaynya On Fairy-stories, Tolkiens menyajikan keduanya dengan cara yang berbeda untuk memberikan porsi masing-masing atas keunikan karakter keduanya.

Dalam tulisannya, Tolkiens menjelaskan:

“Saya ingin sekali mempelajari alam, sesungguhnya hal itu lebih menarik dari pada membaca hampir segala buku dongeng. Namun, saya tidak ingin mempertentangkan ilmu pengetahuan dan menghianati dunia dongeng hanya karena tuntutan sebagian orang yang menginginkan saya – demi apapun – harus memilih dongeng di atas pengetahuan.”

08. Perhatikan lingkungan sekitar naga.

dragon in tropical setting

 

Suasana tropis memberikan aneka warna eksotis di palet painting naga kita.

 

Pikirkan bagaimana lingkungan sekitar dalam kehidupan naga kita. Ini adalah salah satu elemen yang bisa membantu memberikan cerita dan memberikan tambahan realita dan daya tarik. Dalam painting di atas, Alex Stone mengatur suasana tropikal yang membuatnya menjadi penuh warna, termasuk sang naga, yang terinspirasi dari aneka burung dan reptil tropis.

09. Cobalah beberapa macam tekstur.

 

Ingin sesuatu yang lain dari pada yang lain? Berikan naga kita bulu!

 

Pikirkan tekstur apa yang ingin kita berikan pada naga kita. Bisa semacam lapisan kulit tanduk atau lempengan keras, seperti armour? Bayangkan naga yang sangat tua yang memiliki kulit tebal dan kasar seperti buaya tua, sementara yang lebih muda memiliki kulit yang lebih halus dan pola yang teratur.

Jika kita ingin naga kita nampak beda, cobalah memainkan lapisan bulu dari pada kulit. Kita bisa menggunakan material seperti retakan kulit kayu atau permukaan bebatuan untuk inspirasi. Coba sesuatu yang beda!”

10. Tunjukkan skala

a dragon with birds in the background

 

Menambahkan seekor burung bisa membantu kita menandaskan skala naga yang besar.

 

Satu hal penting untuk diingat adalah untuk menampilkan kesan “besar” sang naga. Beberapa trik yang umum digunakan adalah menambahkan burung-burung kecil, atau menambahkan arsitektur dan properti lain yang memberikan efek skala yang serupa.

“Salah satu konsep yang termudah adalah dengan mengatur ukuran mata naga, pada umumnya makin besar mahluk seperti gajah atau paus memiliki ukuran mata yang relatif jauh lebih kecil dibanding ukuran tubuhnya dan berlaku sebaliknya.” Alex Stone

11. Pertimbangkan berat tubuh naga.

dragons with different weights

 

Tekstur menyerupai batu bisa memberi kesan naga yang berat.

 

Kita harus memikirkan massa naga yang akan kita ciptakan. Saat membuat naga yang berkekuatan besar, menonjolkan kesan berat akan menjadi pilihan yang baik.

“Saya mengambil inspirasi dari buaya tua atau kura-kura, dengan kulit tebal dan leher menggembung besar. Jika menginginkan naga yang berkesan berwibawa, gunakan postur yang ramping, dan siluet yang lembut saat mulai mendesain.”

12. Tonjolkan keindahan dengan pencahayaan.

 

Spotlights (kiri), underlighting (tengah) and rim lighting (kanan) memiliki efek yang berbeda.

 

Pencahayaan adalah bagian yang luar biasa dalam painting dan memberi perubahan yang dramatis. Memberikan cahaya yang tersorot pada muka naga akan menarik perhatian, apalagi jika kita mengurangi elemen yang terlalu menonjol di sekitar area cahaya.

“Pencahayaan juga bisa membangun mood. Cahaya langsung dari bawah, dengan mata tersembunyi dalam bayangan akan membuat naga lebih menyeramkan. Sementara, rim light akan membuat naga lebih indah dan epik.”

13. Bereksperimen dengan perspektif aerial

 

Cara ini bisa digunakan juga untuk menambahkan nuansa drama di painting kita.

 

Aturan dalam perspektif aerial membuat obyek yang lebih jauh nampak lebih pudar/berkabut sehingga obyek utama yang lebih dekat menjadi makin tajam dan menonjol dengan warna yang lebih intens. Teknik ini membuat ukuran besar naga makin menonjol, tambahkan sayap atau ekor yang melebar ke area backround untuk membuat naga makin besar lagi.

Lingkungan yang berasap, debu atau terlihat lembab seperti kabut akan memperkuat penggunaan aerial perspective sekaligus membangun mood yang lebih dalam.

14. Memanfaatkan warna kontras.

Cobalah untuk menaikkan kontras bayangan di background untuk menonjolkan naga.

 

Saat memikirkan warna dan value, tentukan warna apa yang cocok buat naga kemudian pilih warna yang sesuai untuk environment-nya, pastikan pilihan warna ini akan membuat naga makin menonjol.

“Sebagai aturan umum, pilih value dan warna yang kontras antara naga dengan background. Contohnya, jika naga memiliki value gelap dengan warna kebiruan dan ungu, pilih background dengan warna hangat merah dan orange”.

15. Variasi ketajaman sisi naga.

 

Mencampurkan variasi ketajaman sisi luar yang lembut dan tajam membantu kita mendapatkan efek ilusi 3 dimensi.

Alex Stone menyarankan penggunaan variasi tajam dan lembutnya outline naga untuk mengarahkan fokus dan menguatkan kesan 3D dalam gambar. “Jaga brush yang tajam dan padat di area muka dan mata. Makin jauh obyek, makin lembut/samar outline.

“Ketajaman outline juga mempengaruhi efek pergerakan. Outline yang blurry pada area sayap naga bisa menunjukkan naga yang baru saja mendarat atau mulai terbang. Hal ini akan membuat gambar makin hidup.”

16. Luangkan waktu yang cukup untuk area mata.

 

Mata adalah jendela jiwa, pastikan mata naga kita penuh dengan emosi.

Ketika kita melihat sebuah karakter dalam painting, biasanya kita akan melihat langsung ke matanya. Hal ini adalah naluri manusia yang lumrah. Lebih jauh, banyak informasi yang bisa disampaikan melalui mata dari karakter naga kita. Jadi sangat penting untuk meluangkan waktu yang cukup saat mengerjakan area mata dan mengerjakannya dengan benar.

“Luangkan waktu untuk studi mata reptil dan manusia” saran Justin Gerard. Temukan bagian mana paling ekspresif dan komunkatif kemudian coba mengkombinasikan keduanya untuk mencapai sesuatu yang baru.”

Bermainlah dengan beberapa type mata sampai kita menangkap kepribadian naga yang kita inginkan dan mood yang ingin kita ciptakan. Alex Stone menyarankan, menambahkan pupil bisa membuat naga terkesan “manusiawi” dan cerdas. Sementara mata yang kecil, tajam tanpa pupil akan membuat kesan buas, binatang dan berbahaya. Mata yang terbuka lebar mengindikasikan keingintahuan dan naga yang penuh penasaran. Mata yang sipit dan runcing memberi kesan arogan dan dingin. Menambahkan area bayangan gelap pada mata akan mengesankan kekejaman dan bahaya.

Sumber: https://www.creativebloq.com/digital-art/8-pro-tips-drawing-dragons-71515935